Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (2nd Part)
Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/thinkwe/public_html/brain/wp-content/plugins/wordpress-friendfeed-comments/libs/friendfeed.php on line 298
2 Comments
Di part sebelumnya adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.
Kalau di youtube mana seru kalau cuma dengar suara tanpa video. Ok, gue harus membuat video nya supaya bisa di upload ke YouTube. I’m thinking what’s the easiest & fastest software to use. Gue terpikir bahwa Mac seharusnya punya software dasar kaya gini. Karena inget prinsip nya Mac “everyone can use it”. Ok, iMovie adalah pilihannya pagi itu.
Sambil belajar cara pake iMovie dan dibekali pengalaman editing dikit2 hasil kerja di Production House dulu, gue berusaha dengan cepat semuanya dibikin. Gue cuman mikir, kualitas nanti dulu deh. Yang penting lagu nya dan pesen nya sampe. Hal yang paling mudah dilakukan adalah bermain dengan template-template tittle text yang ada di iMovie.
1,5 jam kemudian selesai lagu itu. Itu adalah sekitar jam 1 siang. Saya perhatikan di Twitter timeline saya orang sudah mulai banyak menggunakan hashtag #indonesiaunite. Maka kemudian link video tadi saya twit juga dengan menyertakan #indonesiaunite.
Ketika orang nonton video klip di YouTube pasti yang diharapkan adalah sebuah penggambaran/film cerita dari lagu yang didengarkan. Apa yang muncul dari video ini adalah hanya teks & blank screen dengan beberapa warna (merah, putih, hitam). Semua dilakukan dengan sengaja.
Kenapa Sengaja?
Alasan pertama adalah karena memang tidak punya stock materi video untuk dipakai.
Alasan kedua adalah (saat itu) gue merasa orang harus mendengarkan pesan dari lagu ini. Visual nya tidak penting. Yang penting lirik nya. Ini juga kenapa dibeberapa bagian ada teks yang muncul, fungsinya untuk menekankan pesan. Tapi dibagian lain ada blank screen juga, karena memang untuk kembali mendengarkan lagunya meresapi liriknya.
Kalau aja semua lirik saya masukkan disitu maka video itu akan menjadi video karaoke.
Scene pertama diawali dengan blank screen warna putih, tujuannya untuk menandakan kalau video nya sudah ter-load. Karena kan starting screen dari YouTube adalah hitam.
Scene berikutnya berganti-ganti merah dan putih sesuai dengan beat musik, warna merah untuk menandakan tetesan darah yang baru saja terjadi akibat peristiwa bom, warna putih yang mengikuti adalah untuk menyampaikan peristiwa berdarah itu terjadi di Indonesia. Kemudian warna hitam sebagai perlambang bahwa tetesan darah di Indonesia itu membuat kita berduka. Dan kemudian rangkaian itu berlulang untuk mempertegas dari yang kita rasakan.
Mungkin saja semua itu dilakukan dengan berbagai design atau element visual yang lebih menarik, tapi:
1. Lama
2. Saya udah lama nggak ngedesain (berkait sama nomer 1 tadi)
3. Nggak terlalu penting (untuk saat itu)
4. Baru pake software ini pertama kali :p
Kemudian blank screen mulai ditambahkan dengan teks-teks seiring dengan vokal Pandji juga sudah muncul. Teks nya hanya summary inti dari kalimat-kalimat Pandji karena memang untuk mempertegas isi pesan nya.
Begitu juga kenapa pada bagian chorus kalimat “Kami Tidak Takut” terus-terusan muncul, ya memang untuk mengajak semuanya menyerukan “Kami Tidak Takut”.
Rangkaian visual seperlunya sudah selesai, tetapi rasanya perlu ada hal-hal yang ditambahkan untuk melengkapi. Perlu ada pesan sendiri untuk merangkum seluruh pesan dari lagu nya. Sepertinya memang ajakan yang paling tepat adalah untuk bersatu. Ini kenapa di paling akhir dari video saya sisipkan pesan “Bersatu Indonesia!!”.
Lagu sudah selesai, sisa suara tinggal sedikit, kalimat “Bersatu Indonesia!!” muncul dengan cepat dan hilang. Tujuannya seperti shock therapy. Membuat ‘kaget’ dan kemudian memikirkan hal itu.
Hal terakhir yang ditambahkan adalah nama. Ada 2 nama yang saya masukkan disana. Nama Pandji Pragiwaksono harus masuk karena sebagai penyanyinya. Dan saya tidak ingin seperti teroris yang abis nge-bom kemudian tidak meng-claim siapa yang berbuat.
Kemudian di intro lagu juga saya tempatkan @joelbanget karena setelah lagu di Imeem muncul kemudian orang-orang bertanya “itu yang intro dengan solo bass Barry Likumahuwa ya?”. Jadi sekalian saja keterangannya ditaro didepan.
Nama saya nggak dimasukin? nggak penting rasanya, toh akhirnya saya posting juga disini.
Editing wrap up. Selanjutnya adalah uplod. Kemudian saya meng-embed video tersebut di blog Pandji.
Sengaja saya tidak Twit untuk yang ini, pingin tahu reaksi orang setelah dengar lagunya Pandji di Imeem apakah kemudian membuka blog nya dia.
Tidak lama ternyata somehow sudah ada yang twit link ini. Dan kemudian mulai lah video ini berpopulasi.
5 jam setelah upload video ini online mendapat 200 views dan 22 comments.
Kurang dari 10 jam setelahnya sudah menjadi 1000 views.
Hari ketiga setelah upload sudah mencapai 4000 views.
Dan saat ini 10 hari setelah upload view nya adalah 14ribu! dengan 144 comments.
Berikut detail statistic nya yang saya capture per hari ini:

Twitt RT pun terus berjalan dengan rangkaian kata “Kami Tidak Takut”. Semua orang berusaha untuk menggugah teman lainnya dengan video ini.
Sambil mengikuti perkembangan berita seputar bom, dan juga sambil mengikuti timeline twitter saya, tiba-tiba saya mendapat call up. Panggilan ini yang mengantarkan saya mengerjakan hal lainnya lagi untuk #indonesiaunite.
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
Kalau 2 part yang sudah di post adalah soal “Kami Tidak Takut”, part-part berikutnya akan cerita soal website indonesiaunite.com dan hal-hal lain didalamnya.










[...] FreSh, Think.Web and our profile at Koran Tempo Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (2nd Part) » Home » Featured, Personal Rama, Social Media [...]
[...] Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (2nd Part) Home » Headline, Personal Rama, Social Media [...]
Tell us what you Think!
Facebook Connect
Already a member?Login
Lifestream
Think.Web last project
FreSh, Think.Web and our profile at Koran Tempo
Berikut liputan mengenai FreSh yang muncul di Koran Tempo.
Ada juga review tentang kami dan Think.Web.
CrunchBase Information
Think.Web
Information provided by CrunchBase
CrunchBase Information
Ramya Prajna S
Information provided by CrunchBase
…
Full article »Anantya's on Personal Posting
The Day I Learn To Be Creative
Beberapa saat yang lalu gue complaining: “I’m not creative enough” sepertinya complain ini dipicu kondisi gue yang dihadapkan pada setumpuk proposal and started to think, “where did my creative nerve goes?”.
Full article »Tapi semuanya agak hilang ketika one day my partner sent me this slide share link. Ketika gue liat, its about creativity. Ih tau aja, temennya lagi merasa ga kreatif.
Upon reading slide by slide, it get me thinking. Gue udah melakukan most of the slides suggested. So if this the way to make me a more creative person, sepertinya I’m on …
Ramya Prajna's on Personal Posting
Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (3rd Part)
Di part 1 saya bercerita mengenai bagaimana lagu “Kami Tidak Takut” pertama kali diperdengarkan secara online. Di part 2 adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya.
Di part ini adalah cerita mengenai website indonesiaunite.com dan channel lainnya yang ikut melengkapi.
(Thumbnail Credit: Iqbal Prakasa)
Full article »Recent Comments
Brain Pages
Brain Categories
Tag Cloud
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Facebook Live Stream