Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (3rd Part)
Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/thinkwe/public_html/brain/wp-content/plugins/wordpress-friendfeed-comments/libs/friendfeed.php on line 298
3 Comments
Di part 1 saya bercerita mengenai bagaimana lagu “Kami Tidak Takut” pertama kali diperdengarkan secara online. Di part 2 adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya. Di part ini adalah cerita mengenai website indonesiaunite.com dan channel lainnya yang ikut melengkapi.
Tweeps semakin ramai berkomentar tantang video “Kami Tidak Takut” dan meneruskan link nya ke yang lain. Hashtag #indonesiaunite pun semakin banyak digunakan juga. Ada juga yang kemudian mengkombinasikan 2 kalimat tersebut dalam 1 twit.
Bentuk dukungan pun juga mulai berkembang. Untuk lebih terlihat kemudian muncul ajakan untuk mengganti avatar profile masing-masing dengan atribut merah-putih. Satu per satu user Twitter mulai mengganti avatar nya. Ada yang bentuknya overlay, ada yang badge, ada juga yang di layout khusus.
Pada awalnya memang untuk memasangkan attribute perlu software design. Untuk yang tidak berada atau dekat dengan dunia design langsung pada teriak ngiri
Seorang teman, Andira Pramanta, membuka bantuan untuk yang ingin avatar nya dengan overlay merah-putih. Dia buatkan secara manual dan hasilnya bisa di download di Flickr nya. Baik sekali.
Saya bersama salah satu rekan di kantor, Endi Hamid, bertanya-tanya masa sih nggak ada tools online yang bisa membantu melakukan hal itu. “Bisa kok” begitu kata Endi dan kemudian dia terlihat sibuk melakukan sesuatu.
Hampir disaat yang bersamaan juga salah satu user yang yang saya follow (kira-kira) berkata seperti ini “Hi IT geek, bikin yang kaya Iran Election dong”. Twit itu dari @dondihananto.
Saya penasaran, memang nya Iran Election bikin apa sih? Yang saya tahu memang bahwa orang-orang yang bersimpati terhadap peristiwa election di Iran memang memberikan attribut mereka dengan warna hijau. Kebanyakan avatar mereka di overlay dengan warna hijau. Saya googling dan kemudian menemukan website Help Iran Election.
Isi si website hanya tools untuk avatar tadi. Dengan engine untuk mengambil dan menambah element pada image, dan kemudian menggunakan fungsi OAuth dr Twitter, mengganti avatar jadi sangat mudah.
Ok, I got the idea. Salah satu programmer Think.Web saat itu sedang cuti menikah. The only person that I know about programming is only Antorio, Design & Technical Associates di Think.Web. Yang saya tanyakan adalah berapa cepat dia bisa bikin seperti ini. Karena dikepala saya saat itu adalah semangat Tweeps ini harus di fasilitasi, kalo kelamaan akan hilang begitu aja.
His answer is “wait” dan kemudian “bisa sih…”, disaat itu saya percaya bahwa dia pasti bisa bantu.
I don’t know how tapi next thing yang saya pikirkan adalah website -> nampung informasi -> jadi tujuan orang -> beli domain. Dan yang saya lakukan kemudian adalah checking domain availability, book, bayar dan siap. Http://indonesiaunite.com siap digunakan. Proses pembelian domain nya sangat cepat, tapi menunggu domain nya resolve dan siap mengarah kepada server yang saya siapkan ini yang makan waktu cukup lama.
Dulu proses ini makan 2 hari, bwehh… too long!! untungnya sekarang dalam hitungan jam saja sudah siap. Walaupun belum sempurna. Di beberapa tempat/pengguna tetap saja baru 1-2 hari kemudian bisa masuk ke domain tersebut.
Hal yang juga membuat saya berpikir bahwa harus ada sebuah website adalah saya sadar pengguna Twitter di Indonesia masih sedikit. Saat itu pembicaraan yang mulai bergulir adalah membawa semangat “Kami Tidak Takut – #indonesiaunite” ini keluar dari dunia online.
Kalau sudah keluar dan kemudian ngomong panjang lebar kan ribet, akan jauh lebih simpel kalo ngajak orang masuk ke website dan kemudian lihat sendiri apa yang berjalan dengan #indonesiaunite.
Endi, yang tadi mulai sibuk ternyata memang sedang menyiapkan tools dengan platform flash. Antorio pun sudah hampir selesai dia bilang. Disaat yang hampir sama juga seorang teman, Valent Mustamin, membuat halaman dengan fungsi yang sama.
Mengejar waktu solusi yang paling sederhana adalah website instant dengan platform blog. Dengan hosting server yang dilengkapi feature cPanel dengan Fantastico nya, menyiapkan sebuah blog benar-benar instant. 5 menit! (nggak sampe ding :p)
Dikepala saya saat itu website ini berisi hanya tools untuk menambahkan attribute merah-putih dan hasil Twitter Search untuk #indonesiaunite.
Tools Endi & Antorio ready, layout sederhana dari Antorio juga siap, maka online lah Indonesiaunite.com.
Ada beberapa tambahan tools yang kemudian saya masukkan disana. Dan kemudian mulai dengan beberapa isi yang memang dibutuhkan. Tapi itu saya lakukan besoknya. Karena setelah website online kemudian saya… ketiduran…
Apa yang kami lakukan untuk beberapa orang (terutama memang berada di bidang web development) adalah hal yang sangat mudah.
Saya percaya disaat yang bersamaan juga pasti ada minimal 1 orang yang punya ide yang sama dari call up yang berbeda. Kami hanya kebetuan melakukannya duluan.
In my (twitter) timeline call up datang dari @dondihananto. Yang kemudian menjadi triger saya untuk memberikan kontribusi terhadap #indonesiaunite.
Masih pentingkah mempertanyakan “siapa penggagasnya?” didalam memberikan sesuatu untuk Bangsa? karena siapapun bisa melakukan apapun demi Bangsa nya.
Bersambung…
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
Di part selanjutnya adalah cerita dibalik channel lainnya selain website dan bagaimana gerakan ini dibawa ke offline.











[...] Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (1st Part) Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (3rd Part) » Home » Featured, Personal Rama, Social Media [...]
two thumbs up untuk mas Ramya n teams…saya kagum dengan kepedulian n perjuangan mas Pandji, mas Ramya, n teams..
Paling nggak kini, warga facebook, twitter, etc minimal aware terhadap indonesia united…
Strategi online campaign yang menarik…
nb: taun depan kalo ada bubuawards.V.7 aturannay jadi nominasi nih hehehe..;P
ide awalnya yang luar biasa
saluttt
Tell us what you Think!
Facebook Connect
Already a member?Login
Lifestream
Think.Web last project
FreSh, Think.Web and our profile at Koran Tempo
Berikut liputan mengenai FreSh yang muncul di Koran Tempo.
Ada juga review tentang kami dan Think.Web.
CrunchBase Information
Think.Web
Information provided by CrunchBase
CrunchBase Information
Ramya Prajna S
Information provided by CrunchBase
…
Full article »Anantya's on Personal Posting
The Day I Learn To Be Creative
Beberapa saat yang lalu gue complaining: “I’m not creative enough” sepertinya complain ini dipicu kondisi gue yang dihadapkan pada setumpuk proposal and started to think, “where did my creative nerve goes?”.
Full article »Tapi semuanya agak hilang ketika one day my partner sent me this slide share link. Ketika gue liat, its about creativity. Ih tau aja, temennya lagi merasa ga kreatif.
Upon reading slide by slide, it get me thinking. Gue udah melakukan most of the slides suggested. So if this the way to make me a more creative person, sepertinya I’m on …
Ramya Prajna's on Personal Posting
Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (3rd Part)
Di part 1 saya bercerita mengenai bagaimana lagu “Kami Tidak Takut” pertama kali diperdengarkan secara online. Di part 2 adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya.
Di part ini adalah cerita mengenai website indonesiaunite.com dan channel lainnya yang ikut melengkapi.
(Thumbnail Credit: Iqbal Prakasa)
Full article »Recent Comments
Brain Pages
Brain Categories
Tag Cloud
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Facebook Live Stream
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed