Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (1st Part)
Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/thinkwe/public_html/brain/wp-content/plugins/wordpress-friendfeed-comments/libs/friendfeed.php on line 298
5 Comments
17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.
(image credit: antobilang)
AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!
That’s exactly my word saat itu. Marah, geram, kesal, sedih, semua campur-campur.
Masih dengan agak terbengong dan ngantuk, berusaha mencerna dimana lokasi terjadinya. Dan sambil mulai membaca Twitter timeline saya, pingin tahu udah seberapa rame pembicaraan di Twitter. Dan ternyata memang bener, sudah banyak yang membicarakan hal itu. Mulai dari kejadian di lokasi, dan kemudian yang paling hangat adalah “Manchester United jadi dateng nggak ya?”.
Saat itu juga saya sadar akan imbas besar yang terjadi terhadap (online) public figure luar negri untuk datang ke Indonesia.
I was on the mission mengajak beberapa orang dari luar untuk datang & bicara kepada brand-brand di Indonesia mengenai Digital Marketing/Internet Marketing. Lebih-lebih ada kepada salah satu perusahaan besar saya agak memaksa karena memang pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia.
Tapi dengan kejadian ini kan buyar semua jadinya.
Sorry to say, sepertinya brand-brand di Indonesia lebih percaya kepada mereka mereka yang berambut pirang dan speak in english dibanding kita-kita orang lokal yang kebetulan sudah duluan berada di internet industry.
Arggghhhh!!! saat itu makin kesal with those idiot yg mikirin isi kepalanya sendiri (this is the reason kenapa buat mereka nggak masalah ketika kepala nya putus dari badan nya akibat bom bunuh diri, ’cause what they’re thinking is only their head).
Entah gimana gue teringat dengan salah satu lagunya Pandji di album ke 2 nya yang baru rilis awal Juli kemarin. Tentang sebuah pernyataan sikap tidak takut atas intimidasi terorisme. Dan gue merasa orang perlu denger lagu ini. Judulnya “Kami Tidak Takut”.
Upload! upload! upload! tapi kemana ya. I was trying upload to Pandji’s Facebook Page at that time, tapi koneksi Facebook beberapa minggu kemaren lagi bener-bener payah. Second thought is YouTube, tapi gimana caranya, YouTube hanya untuk video. MySpace? terlalu ribet, koneksi lama, musti delete salah satu lagu dari list yang lama dulu.
(Think.Web adalah salah satu pihak yang membantu Pandji dibelakang channel-channel onlinenya. Ini kenapa dikepala saya yang muncul cuman channel2 nya dia). Selain itu, ini lagu dia juga, akan lebih baik kalau keluar dari channel nya dia sendiri. Cuman aja memang kita belum sempet naikin lagu2 album baru nya.
Pilihan termudah saat itu adalah jatuh ke Imeem. Saya sengaja membuat banyak channel social media untuk Pandji dengan tujuan ada dimana-mana. Dalam Social Media Marketing (SMM) salah satu hal yang perlu dilakukan adalah ada dimana-mana (dengan kepentingan mengamankan account/domain juga) tetapi fokus dibeberapa tempat saja (yang ramai target marketnya).
Upload selesai, dan this is my first tweet:
Kami Tidak Takut – Pandji Pragiwaksono
Dalam hitungan 4 menit sudah 10 RT (ReTweet/Forward Tweet) yang terjadi. Dan kemudian terus sambung-menyambung dan semakin banyak. Gue ikuti semuanya lewat Twitter Search “Kami Tidak Takut”.
Ini hasil statistik dari Imeem yang gue capture per hari ini:


Tapi ini nggak cukup, musti ada channel lain untuk men-support juga. Soalnya, Imeem tidak (belum) terlalu populer di Indonesia. YouTube jauh lebih populer. Di SMM kalau ingin sesuatu terpopulasi dengan baik maka harus dilakukan di social media yang memang banyak digunakan orang. Banyak digunakan yang ini maksudnya adalah juga kepada kemudahan orang untuk menyebarkan. Fungsi share, embed, fasilitas dari web service lain juga jadi penting.
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
On the next post saya akan cerita soal video klip “Kami Tidak Takut”, website Indonesiaunite.com, dan hal-hal lainnya.











social media bener2 udah ngerubah cara kita berinteraksi n menyampaikan informasi.
‘Indonesia Bersatu’ atau ‘Indonesia Unite’ SUDAH DIKUMANDANGKAN SEJAK DULU.
Source : http://www.kapanlagi.com/h/0000077702.html
Sejumlah Artis Dukung ‘Gelang Indonesia Bersatu’
Selasa, 16 Agustus 2005 15:32
BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN KOMENTAR FANS PARAMITHA RUSADY Ikuti Kuis Berhadiah, Revenge Movies
Kuis Berhadiah Jam Tangan Keren Chronoforce
Kapanlagi.com – Sejumlah selebriti papan atas Indonesia seperti Paramitha Rusady, Pretty Asmara, Dedy Corbuzier dan Happy Salma, Senin, menyatakan bahwa mereka mendukung peluncuran ‘Gelang Indonesia Bersatu’ oleh Departemen Sosial (Depsos) untuk meringankan beban sebagian bangsa Indonesia yang tengah tertimpa musibah.
“Kami mendukung usaha untuk membantu saudara setanah air yang tengah tertimpa bencana,” kata Paramitha Rusady mewakili rekan-rekanya di Jakarta, Senin.
Gelang yang terbuat dari bahan Thermo Plastic elestomer (TPE) berwarna merah putih itu terdapat dalam dua ukuran yaitu diameter 60 dan 68 sentimeter dan rencananya akan dijual di salah satu pusat perbelanjaan, carefour, seharga Rp10 ribu.
Tulisan Indonesia Bersatu sendiri menurut Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah bertujuan untuk mengedepankan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kebetulan juga diluncurkan pada 15 Agustus yang bertepatan dengan penandatanganan kesepakatan perdamaian antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka.
Dengan mewujudkan semangat persatuan diharapkan tidak terdapat lagi kekhawatiran akan terpecah-belahnya kesatuan dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Lebih jauh, gelang bertuliskan ‘Indonesia Bersatu’ atau ‘Indonesia Unite’ itu sesungguhnya adalah ungkapan terimakasih atas sumbangan yang diberikan.
Usaha untuk meluncurkan gelang tersebut muncul saat Depsos merasa tergugah untuk meluruskan keadaan ketika menjumpai sedikitnya ada lebih dari dua juta laman “tsunami donate” –catatan Yahoo Juni 2005 mencapai 1.480.000 laman, dan Google mencapai 1.180.00 laman– tetapi tidak ada satupun yang dari Indonesia.
Banyak orang yang menyumbang melalui laman-laman internasional tersebut, tetapi Depsos yang merupakan lembaga resmi pemerintah yang berwenang untuk menyalurkan bantuan merasa tidak pernah dihubungi oleh para pembuat laman, apalagi menerima dana untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Untuk itu, secara resmi Depsos meluncurkan sebuah laman resmi internet kelas dunia dengan domain Indonesiaunite.com yang telah diterjemahkan dalam tujuh bahasa yaitu Arab, China, Inggris, Jepang, Jerman, Korea dan Perancis. (*/erl)
Sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000077702.html
History repeat it self!
Sebelum dapet link ini saya juga sudah baca link ini
Luar biasa ya, tanpa ada niatan untuk mengulang, bukan dengan tujuan melanjutkan juga, tapi dari nama aja bisa sama persis. Padahal awal mula namanya juga berbeda.
Makanya memang nggak penting namanya, yang penting adalah semangatnya.
Saya ingin mengulas khusus hal ini jika berkenan. Akan saya hubungi lewat email ya.
Thanks.
[...] Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (1st Part) Home » Headline, Personal Rama, Slide, Social Media [...]
Ok bro, email gw yg aktif yg ini, thanx.
Tell us what you Think!
Facebook Connect
Already a member?Login
Lifestream
Think.Web last project
FreSh, Think.Web and our profile at Koran Tempo
Berikut liputan mengenai FreSh yang muncul di Koran Tempo.
Ada juga review tentang kami dan Think.Web.
CrunchBase Information
Think.Web
Information provided by CrunchBase
CrunchBase Information
Ramya Prajna S
Information provided by CrunchBase
…
Full article »Anantya's on Personal Posting
The Day I Learn To Be Creative
Beberapa saat yang lalu gue complaining: “I’m not creative enough” sepertinya complain ini dipicu kondisi gue yang dihadapkan pada setumpuk proposal and started to think, “where did my creative nerve goes?”.
Full article »Tapi semuanya agak hilang ketika one day my partner sent me this slide share link. Ketika gue liat, its about creativity. Ih tau aja, temennya lagi merasa ga kreatif.
Upon reading slide by slide, it get me thinking. Gue udah melakukan most of the slides suggested. So if this the way to make me a more creative person, sepertinya I’m on …
Ramya Prajna's on Personal Posting
Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (3rd Part)
Di part 1 saya bercerita mengenai bagaimana lagu “Kami Tidak Takut” pertama kali diperdengarkan secara online. Di part 2 adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya.
Di part ini adalah cerita mengenai website indonesiaunite.com dan channel lainnya yang ikut melengkapi.
(Thumbnail Credit: Iqbal Prakasa)
Full article »Recent Comments
Brain Pages
Brain Categories
Tag Cloud
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Facebook Live Stream
Recent Posts
Most Commented
Most Viewed