Home » Featured, Personal Rama, Social Media Marketing

Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (1st Part)

29 July 2009 414 views
Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/thinkwe/public_html/brain/wp-content/plugins/wordpress-friendfeed-comments/libs/friendfeed.php on line 298
5 Comments

indonesiaunite-part0117 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.

(image credit: antobilang)

AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!

That’s exactly my word saat itu. Marah, geram, kesal, sedih, semua campur-campur.

Masih dengan agak terbengong dan ngantuk, berusaha mencerna dimana lokasi terjadinya. Dan sambil mulai membaca Twitter timeline saya, pingin tahu udah seberapa rame pembicaraan di Twitter. Dan ternyata memang bener, sudah banyak yang membicarakan hal itu. Mulai dari kejadian di lokasi, dan kemudian yang paling hangat adalah “Manchester United jadi dateng nggak ya?”.
Saat itu juga saya sadar akan imbas besar yang terjadi terhadap (online) public figure luar negri untuk datang ke Indonesia.

I was on the mission mengajak beberapa orang dari luar untuk datang &  bicara kepada brand-brand di Indonesia mengenai Digital Marketing/Internet Marketing. Lebih-lebih ada kepada salah satu perusahaan besar saya agak memaksa karena memang pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia.
Tapi dengan kejadian ini kan buyar semua jadinya.
Sorry to say, sepertinya brand-brand di Indonesia lebih percaya kepada mereka mereka yang berambut pirang dan speak in english dibanding kita-kita orang lokal yang kebetulan sudah duluan berada di internet industry.

Arggghhhh!!! saat itu makin kesal with those idiot yg mikirin isi kepalanya sendiri (this is the reason kenapa buat mereka nggak masalah ketika kepala nya putus dari badan nya akibat bom bunuh diri, ’cause what they’re thinking is only their head).

Entah gimana gue teringat dengan salah satu lagunya Pandji di album ke 2 nya yang baru rilis awal Juli kemarin. Tentang sebuah pernyataan sikap tidak takut atas intimidasi terorisme. Dan gue merasa orang perlu denger lagu ini. Judulnya “Kami Tidak Takut”.

Upload! upload! upload! tapi kemana ya. I was trying upload to Pandji’s Facebook Page at that time, tapi koneksi Facebook beberapa minggu kemaren lagi bener-bener payah. Second thought is YouTube, tapi gimana caranya, YouTube hanya untuk video. MySpace? terlalu ribet, koneksi lama, musti delete salah satu lagu dari list yang lama dulu.

(Think.Web adalah salah satu pihak yang membantu Pandji dibelakang channel-channel onlinenya. Ini kenapa dikepala saya yang muncul cuman channel2 nya dia). Selain itu, ini lagu dia juga, akan lebih baik kalau keluar dari channel nya dia sendiri. Cuman aja memang kita belum sempet naikin lagu2 album baru nya.

Pilihan termudah saat itu adalah jatuh ke Imeem. Saya sengaja membuat banyak channel social media untuk Pandji dengan tujuan ada dimana-mana. Dalam Social Media Marketing (SMM) salah satu hal yang perlu dilakukan adalah ada dimana-mana (dengan kepentingan mengamankan account/domain juga) tetapi fokus dibeberapa tempat saja (yang ramai target marketnya).

Upload selesai, dan this is my first tweet:

Kami Tidak Takut – Pandji Pragiwaksono

Dalam hitungan 4 menit sudah 10 RT (ReTweet/Forward Tweet) yang terjadi. Dan kemudian terus sambung-menyambung dan semakin banyak. Gue ikuti semuanya lewat Twitter Search “Kami Tidak Takut”.

Ini hasil statistik dari Imeem yang gue capture per hari ini:

KTT-stat-imeem-01a

KTT-stat-imeem-01b

KTT-stat-imeem-02

Tapi ini nggak cukup, musti ada channel lain untuk men-support juga. Soalnya, Imeem tidak (belum) terlalu populer di Indonesia. YouTube jauh lebih populer. Di SMM kalau ingin sesuatu terpopulasi dengan baik maka harus dilakukan di social media yang memang banyak digunakan orang. Banyak digunakan yang ini maksudnya adalah juga kepada kemudahan orang untuk menyebarkan. Fungsi share, embed, fasilitas dari web service lain juga jadi penting.

bersambung…

Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
On the next post saya akan cerita soal video klip “Kami Tidak Takut”, website Indonesiaunite.com, dan hal-hal lainnya.

Share This Post
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/thinkwe/public_html/brain/wp-content/plugins/wordpress-friendfeed-comments/libs/friendfeed.php on line 298


Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/thinkwe/public_html/brain/wp-content/plugins/wordpress-friendfeed-comments/libs/friendfeed.php on line 298
5 Comments »

  • ariauakbar said:

    social media bener2 udah ngerubah cara kita berinteraksi n menyampaikan informasi. :)

  • Indonesia Bersatu said:

    ‘Indonesia Bersatu’ atau ‘Indonesia Unite’ SUDAH DIKUMANDANGKAN SEJAK DULU.

    Source : http://www.kapanlagi.com/h/0000077702.html

    Sejumlah Artis Dukung ‘Gelang Indonesia Bersatu’

    Selasa, 16 Agustus 2005 15:32
    BERI KOMENTAR CETAK BERITA INI KIRIM KE TEMAN KOMENTAR FANS PARAMITHA RUSADY Ikuti Kuis Berhadiah, Revenge Movies
    Kuis Berhadiah Jam Tangan Keren Chronoforce
    Kapanlagi.com – Sejumlah selebriti papan atas Indonesia seperti Paramitha Rusady, Pretty Asmara, Dedy Corbuzier dan Happy Salma, Senin, menyatakan bahwa mereka mendukung peluncuran ‘Gelang Indonesia Bersatu’ oleh Departemen Sosial (Depsos) untuk meringankan beban sebagian bangsa Indonesia yang tengah tertimpa musibah.

    “Kami mendukung usaha untuk membantu saudara setanah air yang tengah tertimpa bencana,” kata Paramitha Rusady mewakili rekan-rekanya di Jakarta, Senin.

    Gelang yang terbuat dari bahan Thermo Plastic elestomer (TPE) berwarna merah putih itu terdapat dalam dua ukuran yaitu diameter 60 dan 68 sentimeter dan rencananya akan dijual di salah satu pusat perbelanjaan, carefour, seharga Rp10 ribu.

    Tulisan Indonesia Bersatu sendiri menurut Menteri Sosial, Bachtiar Chamsyah bertujuan untuk mengedepankan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kebetulan juga diluncurkan pada 15 Agustus yang bertepatan dengan penandatanganan kesepakatan perdamaian antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka.

    Dengan mewujudkan semangat persatuan diharapkan tidak terdapat lagi kekhawatiran akan terpecah-belahnya kesatuan dan nasionalisme bangsa Indonesia.

    Lebih jauh, gelang bertuliskan ‘Indonesia Bersatu’ atau ‘Indonesia Unite’ itu sesungguhnya adalah ungkapan terimakasih atas sumbangan yang diberikan.

    Usaha untuk meluncurkan gelang tersebut muncul saat Depsos merasa tergugah untuk meluruskan keadaan ketika menjumpai sedikitnya ada lebih dari dua juta laman “tsunami donate” –catatan Yahoo Juni 2005 mencapai 1.480.000 laman, dan Google mencapai 1.180.00 laman– tetapi tidak ada satupun yang dari Indonesia.

    Banyak orang yang menyumbang melalui laman-laman internasional tersebut, tetapi Depsos yang merupakan lembaga resmi pemerintah yang berwenang untuk menyalurkan bantuan merasa tidak pernah dihubungi oleh para pembuat laman, apalagi menerima dana untuk disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.

    Untuk itu, secara resmi Depsos meluncurkan sebuah laman resmi internet kelas dunia dengan domain Indonesiaunite.com yang telah diterjemahkan dalam tujuh bahasa yaitu Arab, China, Inggris, Jepang, Jerman, Korea dan Perancis. (*/erl)

    Sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000077702.html

  • Ramya Prajna S (author) said:

    History repeat it self!
    Sebelum dapet link ini saya juga sudah baca link ini

    Luar biasa ya, tanpa ada niatan untuk mengulang, bukan dengan tujuan melanjutkan juga, tapi dari nama aja bisa sama persis. Padahal awal mula namanya juga berbeda.

    Makanya memang nggak penting namanya, yang penting adalah semangatnya.

    Saya ingin mengulas khusus hal ini jika berkenan. Akan saya hubungi lewat email ya.
    Thanks.

  • Brain of Think.web » Blog Archive » Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (2nd Part) said:

    [...] Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut – #indonesiaunite (1st Part) Home » Headline, Personal Rama, Slide, Social Media [...]

  • Indonesia Bersatu said:

    Ok bro, email gw yg aktif yg ini, thanx.

Tell us what you Think!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.




Or, you can

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

retaggr