- analyst
- Analytics
- Analytics Goal
- Analytics Opinion
- Application
- Applications Economy
- Basic Metrics
- Book
- Event
- Facebook Application
- Featured
- General
- goal value
- Headline
- Marketing
- Online Business
- Online Media
- Online ROI
- Personal Anan
- Personal Rama
- Portofolio
- Product
- Radio Show
- Random Thought
- Review
- Slide
- Social Media Marketing
- Social Networking
- Think.Web
- Tujuan Pengukuran
- Uncategorized
- Uniquely Advertise
- Visit Value
Facebook Connect Tidak Cuman Untuk Website
Pasti beberapa bulan belakangan kita sering berada dalam kondisi ini: berada pada sebuah cafe atau other hang out places dan ada beberapa meja yang menggunakan laptop dan di layar nya terlihat tampilan Facebook.
Jadi inget komik nya Benny & Mice hari Minggu kemarin di Kompas. Notebook nya bagus-bagus tapi kerjanya cari WiFi gratis dan untuk browsing Facebook. Hahahaha.
Well, sama sekali nggak ada yang salah sih dengan hal itu. Notebook bagus termasuk preferensi & daya beli masing-masing orang. WiFi dengan internet gratis karena (menurut saya) internet di public space memang seharusnya gratis. Dan browsing Facebook, nggak ada yang salah dengan berusaha untuk membangun ‘social life‘ di dunia maya. Tapi kombinasi nya a little bit ironic aja
Back to topic, dari topik pembicaraan mengenai cafe diatas udah jelas terlihat bahwa Facebook sekarang udah menjadi part of our daily life (or environment). Keluarnya Facebook Connect memungkinkan semua website untuk juga menggunakan jaringan Facebook sebagai salah satu kemudahan dalam registrasi. Yah misalnya ada website yang baru muncul, tentu saja less popular than Facebook, dia bisa mengajak user nya untuk sign in menggunakan Facebook Connect.
Namun apa yang dilakukan di Calgary Airport, Canada ini sangat menarik. Mereka menggunakan Facebook Connect sebagai pilihan dari orang-orang yang ingin menggunakan WiFi gratis disana.
Single sign in seperti yang dilakukan OpenID atau juga yang sebelumnya pernah kami bicarakan untuk Google Friend Connect atau Facebook Connect menjadi sesuatu yang menarik karena memang membuat semua proses registrasi dan sign in menjadi leih sederhana. Apakah ini salah satu bagian dari menuju Single ID atau Universal ID? We’ll see.
Yang terpikir oleh saya adalah gimana kalau sebuah cafe memberikan fasilitas internet dgn WiFi gratis dan kemudian meminta pengunjungnya untuk register atau sign in dengan Facebook Connect. Dan kemudian ada sebuah aplikasi yang memungkinkan si pengunjung melihat siapa aja di cafe itu yang sedang sign in ke Facebook. Dan selanjutnya mungkin Anda bisa membayangkan sendiri… add friend, chatiing, flirting, join table, and…. hehehehe.
Anan‘s think:
...and having a social life in a virtual world could extend to having one in the real world. Di era keterbukaan dan saling berbagi ini, yes it is fun to be able to log in to different site from a single entry point. Just like it is fun to pay all your bill from a single billing statement. Make it a whole lot easier for the user.
But then again, ada pertanyaan yang kemudian keluar. Apakah single sign in ini membantu ketika kita berusaha untuk menjalankan CRM, dimana keberadaan dan kepemilikan sebuah data menjadi sesuatu yang krusial. Hum…let’s just see where the wind will blow.
Tags: facebook
