<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Facebook Connect Tidak Cuman Untuk Website</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/</link>
	<description>this Brain continously Think about Web, and sometime other things too</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Feb 2010 03:23:11 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Ramya Prajna S</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/comment-page-1/#comment-381</link>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 04:19:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=834#comment-381</guid>
		<description>Untuk yang naik-turun angkot pake Blackberry no comment ah. Masih banyak keajaiban seperti (waktu lalu) launching Nokia Communicator pertama di Indonesia karena penjualan terbesar nya disini, meanwhile saat itu lagi rame2nya Raskin. Hehehe.

Soal FB Connect di comment box bisa ada 2 point of view.
1. Kalo login pake FB Connect, comment kita (bisa) terpublish di mini-feed kita. Sehingga keuntungan bagi pemilik blog karena blog nya ter-expose, yang kasih comment tentunya juga ter-expose karena comment nya muncul di wall nya sendiri. 
2. Kalo input seperti biasa (nama, email, URL), pengunjung lain yang membaca comment kita dan tertarik tahu siapa kita akan bisa masuk ke blog kita. Dan mungkin aja dia juga menjadi pembaca kita. 

Pilih yang mana? Well, you already decide sepertinya.

Thanks for the comment! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk yang naik-turun angkot pake Blackberry no comment ah. Masih banyak keajaiban seperti (waktu lalu) launching Nokia Communicator pertama di Indonesia karena penjualan terbesar nya disini, meanwhile saat itu lagi rame2nya Raskin. Hehehe.</p>
<p>Soal FB Connect di comment box bisa ada 2 point of view.<br />
1. Kalo login pake FB Connect, comment kita (bisa) terpublish di mini-feed kita. Sehingga keuntungan bagi pemilik blog karena blog nya ter-expose, yang kasih comment tentunya juga ter-expose karena comment nya muncul di wall nya sendiri.<br />
2. Kalo input seperti biasa (nama, email, URL), pengunjung lain yang membaca comment kita dan tertarik tahu siapa kita akan bisa masuk ke blog kita. Dan mungkin aja dia juga menjadi pembaca kita. </p>
<p>Pilih yang mana? Well, you already decide sepertinya.</p>
<p>Thanks for the comment! <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: snydez</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/comment-page-1/#comment-380</link>
		<dc:creator>snydez</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 02:42:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=834#comment-380</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;&quot;Tapi kombinasi nya a little bit ironic aja&#039;&lt;/blockquote&gt; ..
hehe malah ada yang bela-belain beli blackberry hanya untuk buka facebook. dan masih naek-turun angkot untuk aktifitasnya. &lt;em&gt;ironic&lt;/em&gt;

ok.
gue malah sekarang mulai ogah pake facebook connect di koment box, karena mengeliminasi orang untuk pergi ke URL gue. 
karena kalo klik nick gue, perginya malah ke facebook profile, yang belum tentu tu orang linked sama gue di facebook.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Tapi kombinasi nya a little bit ironic aja&#8217;</p></blockquote>
<p> ..<br />
hehe malah ada yang bela-belain beli blackberry hanya untuk buka facebook. dan masih naek-turun angkot untuk aktifitasnya. <em>ironic</em></p>
<p>ok.<br />
gue malah sekarang mulai ogah pake facebook connect di koment box, karena mengeliminasi orang untuk pergi ke URL gue.<br />
karena kalo klik nick gue, perginya malah ke facebook profile, yang belum tentu tu orang linked sama gue di facebook.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andira</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/comment-page-1/#comment-377</link>
		<dc:creator>Andira</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 06:10:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=834#comment-377</guid>
		<description>Secara pribadi gue pertama kali liat &#039;connect with facebook&#039; di blog nya pandji.com (yang masang ya elu2 juga). dan someday gue kelar mendesign ulang blog gue, akan gue selipkan app tersebut.

kalo soal konsep menurut gue ampir sama dengan myopenid kalo gak salah. tapi kenapa connect with facebook lebih populer? karena dia jualannya lebih jago. reverse engineering, kurang lebih. mereka usernya udah ada dari dulu, dan sekarang servicenya baru ada. sedangkan myopenid? jualan barang baru hari gini agak susah ya, apalagi buat orang yang suka membaca &#039;fineprint&#039; dan skeptis terhadap pernak pernik web 2.0 baru. 

namun buat orang2 tersebut, login the username facebook, lebih convenient dibanding mencari tau apa itu myopenid. sampe sekarang aja gue suka lupa user/pass myopenid gue apa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secara pribadi gue pertama kali liat &#8216;connect with facebook&#8217; di blog nya pandji.com (yang masang ya elu2 juga). dan someday gue kelar mendesign ulang blog gue, akan gue selipkan app tersebut.</p>
<p>kalo soal konsep menurut gue ampir sama dengan myopenid kalo gak salah. tapi kenapa connect with facebook lebih populer? karena dia jualannya lebih jago. reverse engineering, kurang lebih. mereka usernya udah ada dari dulu, dan sekarang servicenya baru ada. sedangkan myopenid? jualan barang baru hari gini agak susah ya, apalagi buat orang yang suka membaca &#8216;fineprint&#8217; dan skeptis terhadap pernak pernik web 2.0 baru. </p>
<p>namun buat orang2 tersebut, login the username facebook, lebih convenient dibanding mencari tau apa itu myopenid. sampe sekarang aja gue suka lupa user/pass myopenid gue apa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Akhmad Fathonih</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/comment-page-1/#comment-376</link>
		<dc:creator>Akhmad Fathonih</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 05:36:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=834#comment-376</guid>
		<description>Facebook conneck punya karakteristik unggul yg membuatnya mampu melibas beberapa provider sso lain. Yang pertama soal adopsi. Waktu fbc muncul tiba2 smua orang punya id &#039;tunggal&#039;. Yg kedua, single click sign on. Cukup satu tombol yg totally brainless untuk dipakai dan mudah diimplementasikan. Ketiga, punya lebih banyak penawaran drpd sekedar sign in.

Tapi, untuk jadi benar2 penyedia sso, masih ada standarisasi yg hrs diperjuangkan dalam konsorsium. Plus isu kepemilikan data yg telah disebut di atas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Facebook conneck punya karakteristik unggul yg membuatnya mampu melibas beberapa provider sso lain. Yang pertama soal adopsi. Waktu fbc muncul tiba2 smua orang punya id &#8216;tunggal&#8217;. Yg kedua, single click sign on. Cukup satu tombol yg totally brainless untuk dipakai dan mudah diimplementasikan. Ketiga, punya lebih banyak penawaran drpd sekedar sign in.</p>
<p>Tapi, untuk jadi benar2 penyedia sso, masih ada standarisasi yg hrs diperjuangkan dalam konsorsium. Plus isu kepemilikan data yg telah disebut di atas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
