<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>An apple a day</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2012/05/04/an-apple-a-day/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2012/05/04/an-apple-a-day/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25435</guid>
		<description><![CDATA[Di semua perusahaan pasti punya masalah dengan karyawannya datang pagi tepat waktu. Segala sangsi dan aturan diberlakukan. Mulai dari potong gaji sampai dengan teguran keras. Masalah yang tidak pernah selesai dan dihadapi hampir semua HR division. Hal yang sama yang terjadi di Think.Web. Peraturan kami akan datang pagi memang tidak ketat. Kami mengharapkan kedewasaan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://think.web.id/brain/files/2012/05/iStock_000005631178XSmall-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" />Di semua perusahaan pasti punya masalah dengan karyawannya datang pagi tepat waktu. Segala sangsi dan aturan diberlakukan. Mulai dari potong gaji sampai dengan teguran keras. Masalah yang tidak pernah selesai dan dihadapi hampir semua HR division.</p>
<p>Hal yang sama yang terjadi di Think.Web. Peraturan kami akan datang pagi memang tidak ketat. Kami mengharapkan kedewasaan dari thinkers untuk bisa menepati perjanjian bersama (di Think.Web aturan jam mulai &amp; selesai bekerja merupakan dibahas dan disepakati bersama).<br />
Di beberapa agency aturan jam kerja memang lebih loose dibanding perusahaan pada umumnya. Bahkan ada yang benar-benar bebas jam datang &amp; pulang nya. Terlebih lagi kami yang bergerak di digital atau online industry yang secara sifat media tidak ada jam &#8216;tutup&#8217;nya, social media always on, right? <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Beberapa perusahaan sudah menerapkan system Smart Hour. Bebas jam datang &amp; pulang, asal waktu yang dihabiskan dikantor adalah 9 jam bekerja. Tanpa melepaskan komitmen apabila ada meeting pagi dengan client atau internal. Kami belum menerapkan system ini.</p>
<p>Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah sebagai agency yang menjual jasa service nya kepada client, buat saya tidak nyaman apabila client kami sudah sibuk mengirimkan email-email sedangkan kita masih berada dirumah.</p>
<p>Diluar itu sendiri setiap orang memang punya masalahnya masing-masing, jarak antara rumah &amp; kantor yang sangat jauh, kebutuhan mengurus rumah &amp; keluarga di pagi hari, dan lain-lain.</p>
<p>Selama beberapa tahun kami di manajemen juga berpikir, gimana ya membuat semua thinkers datang jam 9 sehingga lebih awal siap bekerja. Semakin siang datang, pasti semakin lama juga kita benar-benar siap untuk bekerja. Kira-kira seperti ini, datang jam 9, duduk istirahat sebentar, ngobrol ini itu, dan jam 10 benar-benar siap untuk bekerja. Sedangkan semisal datang jam 10, siap bekerjanya jam 11, sedangkan jam 12 sudah waktunya makan siang. Belum lagi semakin siang datang jadinya sudah nggak segar sehingga butuh persiapan lama untuk benar-benar siap bekerja.<br />
Kami tidak pernah menemukan solusinya. Beberapa kali berpikir untuk menerapkan sistem &#8216;denda&#8217; tapi kemudian berpikir, apa iya benar-benar efektif?</p>
<p>Suatu hari saya terpikir, saya terus-terusan memikirkan mereka yang berlaku tidak sesuai tapi kok yang berlaku sesuai tidak di apresiasi. Memang sih sudah seharusnya mereka seperti itu karena itu peraturannya, tapi juga lebih baik mengapresiasi mereka yang datang pagi sesuai peraturan. Karena justru mereka yang diharapkan dan bisa menularkan hal baik tersebut ke orang lain.</p>
<p>Dalam waktu yang lain saya pernah punya keinginan untuk membagikan buah apel setiap hari ke seluruh karyawan. Sederhana alasannya, ada quote &#8220;An apple a day, keep the doctors away&#8221;.<br />
Jadi inget juga dibeberapa scene film atau foto dari sebuah kelas dan di meja guru nya ada sebuah apel. Apel itu menjadi reward untuk yang bisa menjawab soal dari sang guru.</p>
<p>Hey, it&#8217;s a match!<br />
Sekarang saya atau Anan menjadi &#8216;tukang&#8217; apel setiap pagi. Kami membagikan buah apel setiap jam 9 pagi. Diberikan untuk mereka yang sudah ada di meja nya. Kami pun jadi &#8216;terpaksa&#8217; datang pagi, kalo nggak siapa yang bagiin? <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada sebuah kesempatan saya jelaskan ke mereka alasannya.</p>
<blockquote><p>Apel adalah penghargaan buat mereka yang bisa menghargai peraturan kita untuk datang jam 9 pagi. The <strong>winner</strong> will appreciate the apple as a trophy or reward, but the <strong>looser</strong> will say &#8220;it&#8217;s only an apple, I can buy one&#8221;. So be the winner or the looser is in your hand <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Dan saat paling pertama kita berusaha mengalahkan diri kita sendiri adalah di pagi hari ketika berusaha membuka mata, bangun dari tidur. Kalau kita sudah bisa mengalahkan musuh terbesar kita sejak mulai hari, percayalah kita akan memenangkan seluruh hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2012/05/04/an-apple-a-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>We Thank You</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2012/05/04/we-thank-you/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2012/05/04/we-thank-you/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 May 2012 14:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25471</guid>
		<description><![CDATA[This is unusual week for us. Beberapa Think.Web crew bicara ke kami dan bilang &#8220;terima kasih&#8221;. Nggak biasa soalnya tiba-tiba dan tanpa ada hal apa-apa sebelumnya. Pernah nggak sih kedatangan orang dengan tiba-tiba, orang itu bilang terima kasih dan terasa benar ketulusannya. Jadi was-was nggak? hehehe No guys, we&#8217;re the one who should be say [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This is unusual week for us. Beberapa Think.Web crew bicara ke kami dan bilang &#8220;terima kasih&#8221;.</p>
<p>Nggak biasa soalnya tiba-tiba dan tanpa ada hal apa-apa sebelumnya. Pernah nggak sih kedatangan orang dengan tiba-tiba, orang itu bilang terima kasih dan terasa benar ketulusannya. Jadi was-was nggak? hehehe <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>No guys, we&#8217;re the one who should be say &#8220;thank you&#8221;. Thank you for joining Think.Web, be part of our family and put your believes on us. THANK YOU.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2012/05/04/we-thank-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Free Laundry &amp; Housekeeping</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2012/04/08/free-laundry-housekeeping/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2012/04/08/free-laundry-housekeeping/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 15:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25428</guid>
		<description><![CDATA[ photo credit: Pink Sherbet Photography Pernahkah Anda hidup sebagai anak kost? Saya pernah. Saat kuliah di Bandung saya tinggal ditempat kost. Menjadi anak kost bukanlah pilihan terbaik. Kita seperti tinggal dirumah sendiri tapi tanpa bantuan siapapun. Mungkin dibeberapa tempat kost memang ada pembantu, tapi itu seperti pembantu umum. Tidak melayani kita secara khusus seperti halnya pembantu dirumah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/40645538@N00/2874232024/"><img class="alignnone size-medium wp-image-25432" src="http://think.web.id/brain/files/2012/04/2874232024_e20c3a65b8_z-255x382.jpg" alt="" width="255" height="382" /></a></p>
<p><a title="Attribution License" href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" border="0" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Pink Sherbet Photography" href="http://www.flickr.com/photos/40645538@N00/2874232024/" target="_blank">Pink Sherbet Photography</a></p>
<p>Pernahkah Anda hidup sebagai anak kost? Saya pernah.<br />
Saat kuliah di Bandung saya tinggal ditempat kost.</p>
<p>Menjadi anak kost bukanlah pilihan terbaik. Kita seperti tinggal dirumah sendiri tapi tanpa bantuan siapapun. Mungkin dibeberapa tempat kost memang ada pembantu, tapi itu seperti pembantu umum. Tidak melayani kita secara khusus seperti halnya pembantu dirumah kita sendiri.<br />
Karena bukan rumah sendiri dan memang kita hidup seorang diri di tempat kost, maka kita harus mengurus segala sesuatunya sendiri. Bersihin dan merapihkan kamar, mencuci baju (dan dengan rentetan kegiatannya seperti menjemur, setrika, dll), dan masih banyak hal lain lagi.</p>
<p>Yang paling sedih adalah disaat kita sakit. Kamar berantakan, baju kotor nggak ada yang nyuci, boro-boro mau nyuci, bangun dari tempat tidur aja susah. Lemes badan, harus makan biar kuat dan cepet sembuh. Loh tapi nggak ada yang dimakan, musti jalan keluar dulu buat beli makan sendiri. Tapi kan lemes, tapi musti makan, tapi nggak kuat, tapi&#8230;. *lingkaran setan*.</p>
<p>Intinya, menjadi anak kost adalah bukan hal yang terbaik.</p>
<p>Di hal lain, dalam menjalani hidup kita cuman ada kegiatan yang berkaitan dengan energi: mengeluarkan energi dan recharge/mengembalikan energi. Disaat kita bekerja, sekolah, atau melakukan aktivitas apapun itu artinya mengeluarkan energi. Sedangkan disaat kita tidur, menjalankan hobby, nonton DVD, santai-santai di hari Minggu adalah kegiatan recharge atau mengembalikan energi.</p>
<p>Nah kembali ke anak kost tadi, kalau anak kost membersihkan kamar dan mencuci baju ini masuknya kemana ya? unless orang itu passionate sekali dengan mencuci baju dan bersih-bersih, dua hal itu pasti sesuatu yang sifatnya mengeluarkan energi.</p>
<p>Saat itu saya mengumpulkan teman-teman kantor yang nge-kost dan membicarakan hal ini. &#8220;Intinya Think.Web ingin memberikan fasilitas yang efektif pada kalian, apa ya kira-kira&#8221;. Setelah ngobrol-ngobrol akhirnya keluar 2 hal: <strong>Laundry gratis</strong> dan <strong>Housekeeping keliling</strong>.</p>
<p>Saya juga sebarnya terinspirasi dari Facebook yang memang memberikan fasilitas laundry gratis untuk <span style="text-decoration: underline">seluruh</span> karyawannya, Mudah-mudahan suatu saat Think.Web bisa sampai disana, saat ini anak kost dulu <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Laundry gratis &amp; housekeeping keliling adalah mungkin sesuatu yang kecil. Tapi objective nya adalah agar setiap orang bisa mendapatkan waktu recharge nya secara penuh, dan kemudian kembali bekerja dalam kondisi 100%.</p>
<p><strong>Laundry gratis</strong> dilakukan secara sederhana. Think.Web memilih sebuah tempat laundry, pada hari tertentu anak-anak kost perlu membawa baju kotornya kekantor untuk kemudian diambil oleh jasa laundry. Dalam beberapa hari baju-baju mereka siap digunakan lagi.</p>
<p><strong>Housekeeping keliling</strong> juga sederhana. Intinya ada pembantu yang akan visit ke kamar masing-masing orang untuk bersih-bersih dan rapih-rapih. Hari ini kamar si A, besoknya si B, besoknya si C dan seterusnya sampai ke kamar si A lagi dalam hitungan 1 minggu. Simple.</p>
<p>1 bulan setelah program ini kami jalankan saya bertanya kepada salah satu teman yang mendapatkan fasilitas ini. Tanggapannya sangat baik &#8220;untung banget mas, sekarang kalo ujan nggak usah mikirin jemuran nggak ada yang ngangkat&#8221;. Senang rasanya. Halnya kecil, cuman soal jemuran nggak ada yang ngangkat, tapi kalo muncul pas ditengah-tengah deadline kan ganggu banget. Belum lagi soal lecek musti setrika padahal mau dipake presentasi. Atau bau karena nggak kering.</p>
<p>1 hal lagi sudah diberikan. Ini 1 bagian dari 5 hal yang ingin diberikan oleh Think.Web: the right facility.</p>
<p>Think to give, not to ask.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2012/04/08/free-laundry-housekeeping/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The end of paid influencers era</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24862</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar. Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer. Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar.</p>
<p>Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer.</p>
<p>Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach nya jelas seluruh Indonesia, tidak bergantung ke jumlah follower account tertentu.<br />
Atau mereka juga tidak perlu repot-repot untuk berpikir bagaimana caranya supaya masuk ke trending topic.<br />
All they need to do is only bayar ke Twitter.</p>
<p>Influencer seharusnya kemudian sadar akan fungsi mereka. Influncer dari kata influence. Yang artinya yang harus mereka ciptakan adalah pengaruh terhadap followernya untuk melakukan interaksi atau action (call to action).<br />
Saat ini semua itu menjadi tidak sesuai karena influencer hanya berpikir bahwa mereka adalah publisher. Spot mereka dibayar untuk melakukan iklan kepada follower mereka.</p>
<p>Seharusnya Influencer harus mampu membuat engagement atau interaksi kepada follower nya sesuai dengan topic yang dibayar oleh brand atau product.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What comes after Facebook?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24863</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar. Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221; Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar.</p>
<p>Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221;</p>
<p>Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita mencari sesuatu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Yang terjadi kita semakin amaze dengan hasil pencarian dari Google. Kita semakin puas dengan apa yang dihasilkan Google karena Google semakin pintar dan semakin mengerti diri kita.</p>
<p>Saat Facebook me-launching Open Graph di <a href="http://think.web.id/brain/f8/">f8 2010</a>, yang Facebook lakukan adalah menjadikan Facebook sebagai sebuah platform. Facebook tidak lagi hanya sebuah website social network, tapi Facebook &#8216;mem-Facebook-an&#8217; seluruh website di seluruh dunia.</p>
<p>Kita mungkin sudah tidak sering lagi masuk ke Facebook.com, tapi kita menggunakan website-website lain dengan menggunakan feature Facebook. Misal: sign up &amp; login membership dengan Facebook connect, put &#8216;Like&#8217; pada article atau blog post yang kita suka, share to our friends on Facebook, etc.</p>
<p>If Facebook.com is a weekend, other websites (that using Open Graph) are the weekday. You will enjoy your weekend eventually.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#PukPukDay</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/30/pukpukday/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/30/pukpukday/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 03:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25339</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini sebuah kegiatan internal baru lahir lagi. To appriciate our hard work along the year of 2011, I held an activity untuk setiap orang saling bersalaman, lihat ke mata, bilang &#8220;Thanks for the hard work&#8221; dan put tap on other shoulder (puk-puk). Acaranya simple, cuman makan pempek &#38; minum es jeruk. Diadakan sore hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini sebuah kegiatan internal baru lahir lagi. To appriciate our hard work along the year of 2011, I held an activity untuk setiap orang saling bersalaman, lihat ke mata, bilang &#8220;Thanks for the hard work&#8221; dan put tap on other shoulder (puk-puk).</p>
<p>Acaranya simple, cuman makan pempek &amp; minum es jeruk. Diadakan sore hari di hari terakhir bekerja di 2011.</p>
<p>It&#8217;s just a simple activity, but sure means a lot. Buat saya tidak ada yang bisa lebih saya berikan selain mengatakan dari lubuk hati &#8220;terima kasih atas semua kerja keras dan dukungan selama tahun 2011.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/30/pukpukday/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>User Behavior, Experience &amp; Interface</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/24/user-behavior-experience-interfac/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/24/user-behavior-experience-interfac/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 03:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=25330</guid>
		<description><![CDATA[We learn about User (Target Market) Behavior, translate it to User Experience and make it into User Interface.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>We learn about User (Target Market) Behavior, translate it to User Experience and make it into User Interface.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/24/user-behavior-experience-interfac/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>When the DC Super Heroes coming to town</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/04/06/dc-super-heroes/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/04/06/dc-super-heroes/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 03:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=17196</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukan penggemar komik sejati. Saya suka, tapi hanya beberapa yang saya baca dan beberapa yang saya simpan. Kalau membaca dari Wikipedia mengenai komik di Indonesia kita mengalami beberapa paruh masa. Di era tahun 30an komik-komik adalah terkait dengan perjuangan bangsa. Baru di tahun 50an, R.A. Kosasih, bapak komik Indonesia, mulai mengadopsi komik Amerika menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Sriasih1.jpg"><img class="size-medium wp-image-17197 alignleft" style="margin-left: 10px;margin-right: 10px" src="http://think.web.id/brain/files/2011/04/Sriasih1-255x375.jpg" alt="" width="255" height="375" /></a>Saya bukan penggemar komik sejati. Saya suka, tapi hanya beberapa yang saya baca dan beberapa yang saya simpan.</p>
<p>Kalau membaca dari Wikipedia mengenai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komik_Indonesia">komik di Indonesia</a> kita mengalami beberapa paruh masa. Di era tahun 30an komik-komik adalah terkait dengan perjuangan bangsa. Baru di tahun 50an, R.A. Kosasih, bapak komik Indonesia, mulai mengadopsi komik Amerika menjadi bentuk super hero Indonesia, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Asih">Sri Asih</a>.<br />
Sri Asih merupakan &#8216;lokalisasi&#8217; dari Wonder Woman, sebuah karakter yang diterbitkan DC Comics di tahun 1941.</p>
<p>Di tahun 70an ketika industri film Indonesia menjadi raja, ada juga film super hero yang muncul. Film yang saya ingat adalah <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rama_Superman_Indonesia">Rama Superman Indonesia</a></strong> (kesamaan nama bukan faktor kesengajaan <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).<br />
Sampai hari ini rasanya belum ada lagi film layar lebar super hero yang dibuat lagi di Indonesia.</p>
<p>Kenapa sih saya membahas mengenai komik?</p>
<p>Saat ini, di industri Digital Agency Indonesia, mulai berdatangan memulai langkahnya masuk ke Indonesia. Beberapa tidak terlalu sulit, karena memang sudah ada perusahaan terdahulu yang <em>establish</em> di Indonesia. Misal dalam bentuk brand agency, advertising agency, activation agency, PR agency, atau lainnya.</p>
<p>Kebetulan yang datang mengetuk pintu kami, membuka kesempatan maupun tertarik dengan Think.Web namanya kebanyakan berakhiran &#8216;man&#8217; atau &#8216;an&#8217;. Kok seperti kedatangan Superman, Batman, Wonder Woman ya&#8230; <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lepas dari nama, apa sih yang kemudian terjadi pada industri ini kedepan nantinya? Digital Industri di Indonesia masih &#8216;perawan&#8217; sekali, demikian kalau kata <a href="http://techcrunch.com/2011/03/28/witn-jakarta-no-she-came-back-of-her-own-accord-tctv/">Sarah Lacy</a> saat dia di interview.</p>
<p>In this early era, disaat &#8216;supe hero&#8217; asing masuk ke Indonesia, sikap seperti apa yang sebaiknya diambil oleh &#8216;jagoan-jagoan&#8217; lokal?<br />
Kita tentunya nggak mau sekedar jago kandang. Dunia juga perlu mendengar bahwa Indonesia punya potensi kreatif dan produksi berkelas dunia. Bukan hanya soal market nya saja yang melulu di garap uangnya.</p>
<p>Globalization means come in to Indonesia, and come out to bigger world.</p>
<p>What do you think?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/04/06/dc-super-heroes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Online Video Contest: Peserta atau Pemirsa?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/03/05/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/03/05/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 05:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=16854</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini banyak sekali brand yang bikin video contest. Seperti biasa, berangkat dari euphoria Sinta-Jojo, Audrey-Gamaliel dan lainnya. Brand merasa kalo bikin video bisa lebih menarik dari photo. &#8220;Orang Indonesia banyak yang narsis, bikin video di handphone gampang, kalo lucu2an bisa banyak yang nonton&#8221;. Tapi kemudian embel2nya juga banyak: musti ada tema nya, musti ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_17137" class="wp-caption alignnone" style="width: 265px"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:SintaJojo.JPG&amp;filetimestamp=20101014135744"><img class="size-medium wp-image-17137" src="http://think.web.id/brain/files/2011/03/SintaJojo-255x154.jpg" alt="" width="255" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">Source: Wikipedia</p></div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:SintaJojo.JPG&amp;filetimestamp=20101014135744"></a>Sekarang ini banyak sekali brand yang bikin video contest. Seperti biasa, berangkat dari euphoria <a href="http://www.youtube.com/watch?v=VKP1t3gQ_o0">Sinta-Jojo</a>, <a href="http://www.youtube.com/user/gamal1990">Audrey-Gamaliel</a> dan lainnya.<br />
Brand <span style="text-decoration: underline">merasa</span> kalo bikin video bisa lebih menarik dari photo. &#8220;Orang Indonesia banyak yang narsis, bikin video di handphone gampang, kalo lucu2an bisa banyak yang nonton&#8221;.</p>
<p>Tapi kemudian embel2nya juga banyak: musti ada tema nya, musti ada isi nya, musti ada pesan sponsor, musti ada logo brand nya, musti di moderasi dll dll.</p>
<p>Brand biasanya lupa juga kalo video dari handphone itu musti dipindah ke komputer buat di upload, kadang butuh sedikit editing juga supaya layak (bukan bagus loh), kualitas video handphone itu beda-beda, nggak semua orang Indonesia punya talent (tampil depan kamera, acting, dll) DAN sebenernya cuman Dono-Kasino-Indro, Srimulat dan Opera Van Java yang lucu.</p>
<p>Nah jadi sebenernya apa sih yang dicari dari video contest?<br />
Jumlah <strong>peserta</strong> yang banyak kah? Tapi isinya nggak sesuai akhirnya overall amplification nya juga kecil.<br />
Atau<br />
Jumlah <strong>pemirsa</strong> per video yang banyak kah? Yang artinya bisa jadi pesertanya sangat sedikit tapi kualitas content nya memang bagus.</p>
<p>Ketika membuat activity sebaiknya berangkat dari tujuannya. Bukan berangkat dari pingin bikin apa.<br />
Dari tujuan akan dijawab dengan activity yang sesuai dengan target market brand. Yang perlu diingat adalah ada beberapa kegiatan yang familiar dengan target market, namun belum tentu kegiatan itu bisa dilakukan oleh target market pada umumnya. Biasa menonton belum tentu bisa membuat, ada beberapa yang sanagt populer belum tentu semuanya bisa membuat.</p>
<p>Intinya adalah be flexible terhadap kebiasaan target market. Tidak ada salahnya memberikan banyak syarat asal sadar akan resikonya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/03/05/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>f8</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2010/11/20/f8/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2010/11/20/f8/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Nov 2010 02:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Anan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 21 April lalu kami memiliki kesempatan untuk ikut menghadiri sebuah event bernama F8 di San Francisco, US. F8 atau Facebook Conference adalah konferensi ke 3 Facebook setelah yang pertama pada tahun 2007 dan kedua di 2008. Terus terang waktu berangkat yang ada dalam pikiran saya adalah sama seperti kebanyakan orang di Indonesia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-13501" src="http://think.web.id/brain/files/2010/11/IMG_68951.jpg" alt="" width="510" height="267" /><br />
Pada tanggal 21 April lalu kami memiliki kesempatan untuk ikut menghadiri sebuah event bernama F8 di San Francisco, US. F8 atau Facebook Conference adalah konferensi ke 3 Facebook setelah yang pertama pada tahun 2007 dan kedua di 2008.</p>
<p>Terus terang waktu berangkat yang ada dalam pikiran saya adalah sama seperti kebanyakan orang di Indonesia yang menunggu &#8220;apa ya setelah Facebook&#8221;. Jadi apa yang dikepala saya adalah benar-benar hanya ingin menjadi bagian dari sesuatu yang selama ini Think.Web jalan kan. Itu saja.<br />
Banyak orang yang melihat bahwa Facebook adalah sebuah persinggahan sesaat dan akan muncul yang baru, yang lebih seru. Wajar saja, kita semua punya pengalaman dengan Friendster yang booming banget dan kemudian berakhir dilupakan saat Facebook muncul. MySpace di Indonesia tidak sempat menjadi besar sekali karena kemudian Facebook lebih populer. Belum lagi yang dengan pesat dan ramainya bermunculan bentukan-bentukan social network baru yang populer di Indonesia.</p>
<p>Twitter, memang bukan SocMed baru, tapi memang baru-baru ini populer di Indonesia. Jakarta adalah kota penggunan Twitter di Asia. Bukan Jepang, bukan Shanghai, tapi Jakarta. Padahal Jepang lebih dulu meng-adopsi Twitter.<br />
Kemudian yang terbaru naik trend nya adalah Foursquare.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-13502 alignleft" style="margin-right: 10px" src="http://think.web.id/brain/files/2010/11/IMG_6896-255x242.jpg" alt="" width="255" height="242" />Tapi semua yang ada dikepala saya lenyap saat Mark Zuckerberg, Facebook founder, memaparkan rencana dan hal baru mereka. Kalau di f8 2007 mereka launch Social Graph, kemudian di f8 2008 mereka launch Facebook Connect, tahun 2010 mereka mengeluarkan Open Graph.</p>
<p>Dalam deskripsi sederhana Open Graph adalah sebuah platform yang berdasar pada Facebook framework namun berjalan di luar Facebook.<br />
Sebuah langkah jenius dari Mark Z., karena dengan ini artinya Facebook menjadi dasar dari social interaction dari sebuah website. Dengan jumlah pengguna lebih dari 500jt wajar saja kalau Facebook percaya diri.</p>
<p>Dalam membangun community site, salah satu yang perlu diperhatikan adalah critical mass. Atau jumlah minimal dari user sehingga interaksi pada website itu bisa berjalan sendiri. Jumlah pengguna Facebook sudah jauh melampaui critical mass (bahkan untuk skala dunia).</p>
<p>Apakah kita pernah berpikir &#8220;abis Search Engine Google kemudian ada apa ya?&#8221;<br />
Sebagai pengguna, kita tidak repot mikirin apakah ada yang muncul baru atau tidak. Google SE (search engine) sudah menjadi tools dalam online behavior kita. Competitor Google memang mencoba membuat SE-SE saingan, tapi penggunanya ya nonton aja (sambil Googling). Module Search Google dipasang dibanyak website. Google SE sudah menjadi platform. Hal ini juga lah yang terjadi pada Facebook Open Graph.</p>
<p>Let&#8217;s embrace Facebook be part of our (online) live. Sambil mencoba SocMed baru dan sambungin account kita dengan Facebook Connect.</p>
<p>Buat oleh-oleh, ini foto kami bersama Mark <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="size-medium wp-image-13503 alignleft" src="http://think.web.id/brain/files/2010/11/IMG00070-20100421-1659-255x191.jpg" alt="" width="255" height="191" /><img class="size-medium wp-image-13504 alignleft" style="margin-right: 5px" src="http://think.web.id/brain/files/2010/11/IMG00069-20100421-1658-255x191.jpg" alt="" width="255" height="191" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2010/11/20/f8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

