Membumikan Mimpi
Pada salah satu slide yang saya bawakan saat Pecha Kucha Jakarta vol.01 beberapa waktu lalu bertuliskan “Dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak”. Ini memang sebuah peribahasa yang sengaja saya balik. Langit saya andaikan sebagai tempat beradanya mimpi-mimpi, dan bumi menjadi tempat saya untuk mengejar mimpi itu.
“Membumikan mimpi” sebuah kalimat sederhana yang sama sekali tidak mudah melakukannya.
Ada suatu waktu dimana saya, Anan dan mas Bri (Febriyanto) meeting dengan kawan lama dari mas Briyan. Pada salah satu obrolan mas Bri bercerita mengenai bisnis apa saja yang dia lakukan. Sebuah advertising agency, event organizer, production house sampai dengan web agency yaitu Think.Web. Kawannya kemudian menanggapi “buset, jadi sebenernya kerjaan lo apa Bri?”. Dijawab “kerjaan gue membumikan mimpi teman-teman ini” sambil menunjuk ke saya & Anan. Sejak itu kalimat “membumikan mimpi” cukup membekas di saya.
Kalimat itu kembali terangkat hari ini saat berdiskusi mengenai kerjasama bisnis dengan sebuah pihak untuk sebuah project ‘masa depan’. Untuk tujuan business partnership antara kedua belah pihak sama-sama mengemukakan visi masing-masing. Visi disini sebenarnya lebih kepada mimpi, apa yang dibayangkan didepan sana. Mimpi atau tujuannya bisa dikatakan sama tapi bayangan langkahnya yang berbeda.
Langkah untuk mencapai mimpi ini lah yang saya maksud sebagai membumikan mimpi. Mimpi yang besar adalah sebuah awalan, tetapi apabila kita tidak bisa menyusun langkah yang strategis maka mimpi itu tidak akan jadi kenyataan.
Mimpi yang besar seharusnya diiringi dengan visi yang besar juga. Visi besar ini yang kemudian di break down menjadi langkah-langkah besar strategis. Kalau mimpi nya besar tapi langkah nya kecil-kecil maka semakin sulit untuk terwujudkan. Atau bahkan jangan sampai langkah nya terus mengawang-ngawang sehingga tidak ada langkah maju. Tidak mudah memang, tapi membumikan mimpi adalah hal yang sangat penting.
Jadi penuhi langit Anda dengan mimpi-mimpi besar dan kemudian pijaklah bumi untuk bisa berlari mengejar mimpi-mimpi tersebut.

Wah artikel yg menyadarkan kita tentang “Membumikan mimpi”, pepatah mengatakan “Gantungkan cita-citamu setinggi langit” kalimat yg ini pernah diucapkan oleh Bung Karno, “Bermimpilah karena Tuhan memeluk mimpi-mimpi itu ” dikutip dari Novel Andre Hirata, semuanya mengingatkan kita utk terus berharap dan bermimpi, tdk ada yg tdk mungkin (Nothik is Impossible As long As We BELIEVE.
Thanks
keren
Awesome! bener banget…karena sesungguhnya pekerjaan paling indah itu bermimpi dan pekerjaan paling berarti adalah mewujudkanya (dgn cara “membumikan mimpi” tentunya) ^o^
ternyata tulisan lo kerenberis juga yah ram!
kalo menurut gue sih…
“bermimpilah sebelum engkau dimimpikan!”
heheheh