Go For Sidejob
Judul posting ini mungkin sesuatu yg nggak lazim buat para orang yang diberikan tanggung jawab menjalankan perusahaan, lebih-lebih pada mereka yang kebetulan juga pemilik perusahaan seperti saya & Anan.
Keberadaan Sidejob selalu saja jadi dilema untuk banyak orang. Bukan cuman mereka yang menjalankannya, tetapi juga mereka yang akan atau memang terkena imbas nya. Kegiatan sidejob biasanya berkait langsung dengan penghasilan tambahan. Kenapa orang melakukan sidejob atau pekerjaan sampingan/tambahan, karena memang orang tersebut merasa uang yang didapatkan dari pekerjaan utamanya tidak/kurang mencukupi.
Ini yang saya rasakan ketika ada orang yang bertanya “di perusahaan lo diperbolehkan SJ nggak?”. Agak berat jawabnya, ini kan menyangkut ke ‘perut’ setiap orang. Kebutuhan orang lebih-lebih yang memiliki keluarga pasti berbeda-beda. Walaupun diperusahaan kami standar pendapatannya cukup baik (atau malah saya berani katakan baik), tetapi kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Pada awalnya saya mengatakan “SJ yang bidangnya sama dengan pekerjaannya di kantor ya nggak boleh, tapi untuk yang bidanya nggak sama ya silahkan aja”.
Tapi biasanya masalahnya akan muncul saat SJ yang bidangnya tidak sama itu mengambil waktu kerja orang tersebut. Entah waktu kerja nya atau waktu istirahat nya atau apapun itu.
Kemudian saya mendengarkan salah satu tips dari pembahasan career coach di Hard Rock FM radio Jakarta. Pembahasan ini terdapat pada acara Drive n Jive (di hari yang saya lupa jadwalnya), dan Rene Suhardono sebagai nara sumbernya. Baru-baru ini, saya juga mendengarkan lagi diskusi dengan topik yang sama dari Rene.
Nah ini intinya:
Go For Sidejob!!
asal pekerjaan itu adalah sesuai dengan passion Anda. Banyak orang yang pekerjaannya tidak sesuai dengan passion nya. Jika sudah begini coba lah pekerjaan-pekerjaan lain untuk memuaskan passion Anda. Misalnya Anda adalah teller pada sebuah bank, dan merasakan punya passion untuk bermusik, maka go for it. Atau Anda seorang programmer tetapi punya passion pada fotografi, coba saja lakukan pekerjaan itu.
Jangan lakukan untuk uang.
Ingat tujuannya, untuk passion bukan untuk uang. Uang yang didapat hanyalah sebagai bonus. Ketika sudah money oriented kita akan kembali terjebak pada ambisi mengejar uang tanpa mengindahkan kesenangan hati.
Mungkin saya perlu bicara sedikit mengenai penting nya passion dalam bekerja. Passion adalah sebuah kecintaan terhadap sesuatu yang dapat memberikan tambahan tenaga ketika melakukan passion tersebut. Lebih dari itu, passion memberikan tambahan tenaga pada hidup kita. Karena itu lakukanlah pekerjaan tambahan untuk memuaskan passion Anda.
Passion for Energy Management.
Dengan ‘suntikan’ energi yang didapat dari menjalankan passion maka setiap orang akan mempunyai energy lebih atau dapat melakukan recharge terhadap energi nya. Setiap oranya yang sudah habis waktunya atas kegiatan rutinitas akan sulit punya waktu untuk istirahat. Karena itu buat saya selalu yang penting adalah Energy Management bukan Time Management.
Waktu sampai kapan pun tidak akan mungkin lebih dari 24 jam, 7 hari seminggu. Yang memungkinkan adalah kalau kita mengatur energy kita. Karena energy kita masih mungkin mendapat ‘slot-slot’ tambahan.
Saya percaya dihari tua nanti, setelah tidak banyak energy yang tersisa pada seseorang, maka pekerjaan yang masih mungkin dilakukan adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion. Bukan sesuatu yang buruk jika hal tersebut sudah dimulai dari sekarang.
Jangan lakukan 50-50 untuk mengerjakan Sidejob, lakukan 100-100. 100 untuk pekerjaan utama dan 100 untuk pekerjaan tambahan. Akan jauh lebih baik jika keputusan mengenai Side job for passion ini Anda komunikasikan dengan pemimpin Anda.
Lebih-lebih jika ada permasalahan dengan pendapatan, diskusikan dengan pimpinan Anda dan cari jalan keluar yang win-win. Jadi, sidejob bukan lah semata-mata solusi untuk pendapatan yang kurang.
Dan coba diingat, kalau bicara akan kebutuhan uang, bukankah hal ini adalah hal yang relatif? semua orang samapai kapanpun tidak akan merasa cukup dengan uang yang didapatkan.
Nah, sudahkah Anda melakukan Sidejob sebagai penyaluran passion Anda?
Anan’s Think:
Merajut termasuk sidejob? Then I found my ultimate side job hehehe…Memang ada 2 hal yang sangat mendasar dari kenapa orang melakukan side job. Satu karena memang sudah panggilan hati untuk menyalurkan passion tadi dan satu lagi memang untuk kebutuhan finansial belaka. Passion gue dalam hidup, sampai saat ini ada 2 hal, menulis dan merajut (di luar passion terhadap dunia online tentunya, kalau yang itu sih sudah jadi pekerjaan utama).
Yang dijadikan sidejob sejauh ini baru kegiatan merajut, yang dikerjakan selama weekend, melepas penat, letih dan voila jadi deh satu taplak, doily (ini taplak kecil), tas, well anything yang gue mau bikin dengan rajutan. Karena sidejob yang ini berhubungan dengan passion, sampai sekarang penghasilan saya dari sini masih sedikit. Karena memang tidak ada niat untuk “menjual secara komersil” hasil rajutan saya ini.
Belakangan tawaran sidejob untuk passion kedua gue mulai berdatangan, tapi sampai saat ini gue belum sampai hati untuk melakukannya karena berhubungan dengan tawaran finansial yang menyertainya. Mungkin kalau tawaran sidejobnya datang ga dengan tawaran finansialnya akan langsung diambil? Hehe nggak deng, untuk passion yang ini kayaknya gue komersil.