- analyst
- Analytics
- Analytics Opinion
- Application
- Applications Economy
- Book
- Event
- Facebook Application
- Featured
- General
- Headline
- Marketing
- Online Business
- Online Media
- Personal Anan
- Personal Rama
- Portofolio
- Product
- Radio Show
- Random Thought
- Review
- Slide
- Social Media Marketing
- Social Networking
- Think.Web
- Uncategorized
- Uniquely Advertise
-
Recent Comments
Social Media? Lets Make It Personal
Ketika demam web 2.0 melanda dunia, ternyata demam ini membawa jenis virus baru; Social Media. Jenis virus inilah yang sekarang sedang gencar melancarkan serangan dan gaungnya keberadaannya mulai terdengar kemana-mana. Walaupun diberi tag “Social Media”, sebenarnya yang harus diingat adalah interaksi yang terjadi dalam sebuah social media sebenarnya sangat personal.
Ambil contoh blogging misalnya, walaupun berada dalam kategori Social Media, namun keberadaannya adalah sebagai medium personal. Yang memiliki kepentingan terhadap sebuah blog adalah sang pemiliki blog sendiri. Blogger biasanya akan menuliskan hal yang mereka sukai atau hal-hal yang memang mereka kuasai. Berbeda dari media tradisional yang berusaha untuk menampilkan berita-berita terbaru, bloggers akan menuliskan apa yang mereka ingin tuliskan saja. Bila kebetulan sebuah brand ingin mendekati blogger, sebuah press release untuk media konvensional sepertinya tidak akan cocok untuk mereka. Kalau mau mendekati para blogger itu, cobalah melakukan pendekatan yang lebih personal.
Seth Godin dalam bukunya, ‘Meatball Sundae’ juga mengungkapkan hal yang sama. Dalam bukunya, ia menyebutkan bahwa sebaiknya jangan gunakan traditional marketing untuk berkomunikasi dalam social media.
Mendapatkan kampanye komunikasi yang sukses di kancah social media menuntut kerelaan para komunikan untuk jadi lebih terlibat dalam kampanye komunikasi, membangun hubungan antara komunikator dan para pendengarnya dan mengusahakan trust antara kedua belah pihak.
Rama’s Think:
Sebenernya kuncinya adalah “You HAVE to BE THERE”. Kalau ini adalah langkah Personal Branding maka si person itu sendiri harus ikut serta disitu. Kalau ini adalah langkah Branding dari sebuah brand atau perusahaan maka si pemilik brand atau brand ambassador harus terlibat disitu.
Metode ‘hit-n-run’ tidak akan bekerja efektif pada Social Media.
Tags: social media Social Media Marketing
lalu dimana peranan komunitas disini? bukankan komunitas sekarang sudah mulai diberi peran yang lebih banyak?
btw, maaf namanya Rama juga :p
Lah kok minta maaf namanya sama, mungkin orang tua kita musti saling minta maaf karena kebetulan kasih nama sama. Hahahaha. Tenang aja… yang penting nama kita masih termasuk yang nggak pasaran hahahaha.
Anyway,
Social Media sebenernya kan bentuk advance dari komunitas. Komunitas, milis, groups, arisan, atau apapun itu adalah Social Media, medium untuk bersosialisasi.
Kenapa sebuah brand saat ini sudah mulai memberikan peran lebih banyak terhadap komunitas nya adalah karena didalam komunitas bisa terjadi personal conversation dari anggotanya yang kemudian (diharapkan) memperkuat awareness sebuah brand. Hal yang sama pun terjadi di social media lainnya, entah itu Social Network, Blog, atau apapun.
Mudah-mudahan tidak miss lead dari pertanyaannya ya