Social Media

Monday, September 22nd, 2008, By
Filed under: Featured Marketing Online Business Online Media Social Media Marketing

 

Image courtesyof: www.donortec.com.au

Image courtesyof: www.donortec.com.au

What’s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium online tadi.

 

 

Aplikasi sosial media sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

Communication

  • Blogs: WordPress, TypePad, Blogger (service)
  • Microblogs / Presence apps: Twitter and Pownce
  • Social networking: Friendster, Facebook, LinkedIn, MySpace, Orkut

Collaboration

  • Wikis: Wikipedia, PBWiki
  • Social bookmarking: del.icio.us and StumbleUpon
  • Social News Sites: Digg, Mixx and Reddit

Multimedia

  • Photo sharing: Flickr and Zooomr
  • Video sharing: YouTube and Vimeo
  • Audio and Music Sharing: imeem, iLike

 

Agar brand bisa sukses dalam social media pastikan Anda tidak terjebak dalam beberapa anggapan yang “salah” berikut ini:

01. kampanye sosial media = halaman facebook dan myspace
Dalam kenyataannya walaupun keduanya adalah social networking besar, namun masih banyak opsi lain yang mungkin lebih cocok dengan brand Anda. Semua tergantung dari objektif yang ingin dicapai. Bila Anda perusahaan perhotelan/travel mungkin lebih cocok main di Flickr atau youtube. Bila hanya ingin berita tersebar coba gunakan digg atau del.icio.us atau coba juga gunakan wikipedia untuk mengembangkan brand Anda.

02. Traffiknya nggak tinggi
Tinggi rendahnya traffic sebenarnya tergantung bagaimana planning yang dibuat. Selain itu yang perlu disasar adalah menujukan komunikasi pada audience yang tepat sehingga mampu menghasilkan traffic berkualitas baik.

03. Selalu kontrol komunikasi di social media
Pada kenyataannya bila kita berbicara mengenai sosial media, Anda harus bersiap untuk kehilangan kontrol. Mungkin saja pembicaraan yang terjadi terhadap brand adalah campuran antara negatif dan positif .

04. Ga bisa diukur
Bisa kok, cara paling mudah adalah lihat refferal yang masuk ke situs.  Atau monitor sendiri pembicaraan mengenai brand yang terjadi di blog, forum dan lainnya.

Rama‘s Think:

Nih tips dari gue:
1. You have to be there!! Optimizing in Social Media nggak akan jalan kalo cuman ditaro aja. At least musti sampai kepada critical mass tertentu baru kemudian account/campaign itu bisa ditinggal. Tapi juga tetap harus dalam supervisi.

2. Minimize usage of one-door service. Masing-masing social media biasanya punya style dan cara masing-masing. Kalau kita menggunakan 1 pintu untuk blasting tapi kemudian tidak berada disitu (lagi-lagi point 1 tadi jadi yang utama) maka campaign nya akan percuma.
Contoh: lewat ping.fm orang bisa posting ke beberapa microblogging secara langsung. Tetapi yang didapat tidak akan maksimal:

 a. Twitter secara fungsi adalah untuk mengupdate status sedang apa seseorang, karena itu kalau kita login ke web nya akan ada tulisan “What are you doing?”.

b. Plurk memungkinkan tercipta nya conversation di masing-masing message nya. Kalo kita cuman posting tanpa kemudian mengikutinya makan tidak akan maksimal fungsinya.

 

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010