<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.web &#187; Blovertorial</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/tag/blovertorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>this Brain continously Think about Web, and sometime other things too</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 19:23:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Blogvertorial??</title>
		<link>http://think.web.id/brain/blogvertorial/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/blogvertorial/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Blovertorial]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu salah satu posting nya Reza cukup menggugah saya. Posting nya diakibatkan karena dia &#8216;curiga&#8217; terhadap beberapa blog yang sama karena membicarakan sebuah product dan muncul di waktu yang hampir bersamaan. Tidak berselang lama setelah saya baca posting itu saya memang menemukan posting yang agak &#8216;beda&#8217; di blog nya Priyadi. Di posting tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu salah satu <a href="http://reza.yazdi.or.id/blog-menghasilkan-uang/" target="_blank">posting nya Reza</a> cukup menggugah saya. Posting nya diakibatkan karena dia &#8216;curiga&#8217; terhadap beberapa blog yang sama karena membicarakan sebuah product dan muncul di waktu yang hampir bersamaan.</p>
<p>Tidak berselang lama setelah saya baca posting itu saya memang menemukan <a href="http://priyadi.net/archives/2008/04/23/pencetak-multifungsi-hp-lasetjet-m1522nf-mfp/" target="_blank">posting</a> yang agak &#8216;beda&#8217; di blog nya <a href="http://priyadi.net" target="_blank">Priyadi</a>. Di posting tersebut Priyadi bercerita bagaimana experient nya dengan sebuah produk yang dipinjam kan kepadanya. Isinya ya memang ulasan produk.</p>
<p>Pada blog yang <a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/search/label/Advertorial" target="_blank">lain</a> yang saya dapat dari posting Reza juga berisikan cerita yang kurang lebih sama (katanya punya pak Roni, founder dari <a href="http://www.tangandiatas.com" target="_blank">komunitas Tangan Diatas</a>. Saya belum kenal beliau, baru juga jadi member nya hehehe).</p>
<p>Lalu saya temukan juga di <a href="http://www.sudutpandang.com/entrepreneurship/kantor-kecil-atau-besar-kenyamanan-dan-efisiensi-tetap-penting/" target="_blank">posting</a> dari &#8216;blog selingkuhan&#8217; nya <a href="http://www.virtual.co.id/blog/" target="_blank">pak Nukman Luthfie</a> yang isinya juga kurang lebih sama. Hanya saja di punya pak Nukman ini lebih &#8216;halus&#8217;. Posting nya sebenarnya bercerita tentang kantor nya yang baru pindah, kemudian &#8216;disisipi&#8217; dengan info produk.</p>
<p>Advertorial sebagai salah satu bagian dari media cetak adalah salah satu space dari media cetak untuk mendapatkan uang. Hal yang sama bisa jadi (atau mungkin sudah) terjadi di online media. Tapi bukan hal itu yang ingin saya angkat, yang menarik untuk saya adalah mulai dianggap nya Blog sebagai media publik atau media massa.</p>
<p>Blog adalah mungkin seperti koran/majalah tetapi milik dari masing-masing orang. Bayangkan kalau banyak orang yang membuat selebaran yang berisi tentang tulisannya dan ada orang-orang yang memang menunggu/berlangganan selebaran tersebut.</p>
<p>It&#8217;s a good thing ketika mendapat/mendengar perkembangan baru dari kekuatan online media, apapun itu. Saat ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang akan lebih percaya terhadap referensi yang diberikan teman atau rekan lainnya dibanding dengan promosi yang dilakukan sebuah brand atau product. Ketika sebuah informasi dari sebuah produk diangkat menjadi sebuah posting maka para pembaca blog tersebut akan menerima posting itu sebagai referensi dari pemilik blog.<br />
Apabila pemilik blog tersebut adalah orang yang memiliki &#8216;kekuatan&#8217; dalam diri pembaca nya (entah sebagai panutan, guru, favorit atau apapun) maka kekuatan referensi tadi akan berlipat ganda.</p>
<p>Blog dapat menjadi ruang Advertorial yang sangat baik. Karena target pembacanya sangat segmented dan punya fungsi provokasi/referensi yang sangat kuat. So can I call it in short Advertorial on Blog =<strong> BLOGVERTORIAL</strong> <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hanya saja pemilik blog tetap harus bijak dengan space advertorial ini. Karena bagaimanapun blog reader bukan datang ke sebuah blog hanya untuk membaca advertorial atau review produk.<br />
Kompensasi apa sih yang didapat dari menyediakan posting Blogvertorial? bentuknya bisa apapun, mulai dari uang sampai, dipinjamkan produknya atau mungkin hanya terima kasih (tapi masa ya ketika meminta sesuatu tidak ada kompensasinya).<br />
Di comment nya Priyadi mengenai produk yang dia referensikan, produk nya hanya dipinjemin. Nah ini bocoran Pri, katanya kalau review nya bagus dibolehkan jadi hak milik hehehe.<br />
Seperti tidak fair sih minta di review  kemudian &#8216;bayarannya&#8217; bergantung dari review nya, karena nanti review nya bisa menjadi bias, yang dipentingin dapet gratisan aja. Untungnya produk yang di review Priyadi ini tidak claim dari permulaan dengan &#8220;kalau review nya bagus maka dapet hadiah&#8221;.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anantya &raquo;">Anantya</a> think:</p>
<p>&#8221; Sudah menjadi nature advertorial untuk tampil menyerupai tulisan-tulisan &#8220;biasa&#8221; yang ada di publikasi tempat advertorial itu hadir. Dari beberapa hasil advertorial yang dikemukakan <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">rama</a> diatas. Pak Nukman berhasil mengemas Advertorial yang ada dengan gaya yang paling cantik, dalam artian membuat advertorial semirip mungkin dengan tulisan beliau yang lain. Menyesuaikan dengan apa yang biasa dibaca oleh audiencenya, sehingga audience secara tidak sadar sedang dihadapkan pada sebuah iklan. Dua advertorial lainnya sekilas memiliki kemiripan gaya penyampaian dan dengan rapi dan sadar dikategorikan ke dalam bagian ADVERTORIAL dalam blog yang menjadi tempat publikasi. Jadi siapapun yang mengklik artikel dalam kategori tersebut sadar betul bahwa mereka sedang melihat sebuah iklan.</p>
<p>Fenomena Blogvertorial ini sepertinya memang sebuah langkah yang natural, karena secara ciri memang kehadiran blog sangat mirip dengan media cetak konvensional tempat ADVERTORIAL biasanya hadir. Namun memang apa yang dikatakan rama benar, sebuah blog sejatinya adalah sebuah log yang kebanyakan dipakai oleh perseorangan untuk konsumsi terbatas. Jadi siapapun yang mau meletakkan sebuah ADVERTORIAL dalam blog harus sadar bahwa audience yang akan dicakup oleh blog umumnya bukanlah audience massal (walau dalam kasus tertentu pembaca blog kadang lebih banyak dari pembaca media cetak). Namun Blog masih memiliki kelebihan yaitu fanatisme audience dan kedekatan audience kepada si-empunya blog. Kedekatan inilah yang bisa menjadi nilai tambah tersendiri ketika sebuah ADVERTORIAL memilih blog sebagai media. &#8220;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/blogvertorial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

