<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.web &#187; Internet Marketing</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/tag/internet-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>this Brain continously Think about Web, and sometime other things too</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 19:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Social Media Marketing</title>
		<link>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[photo credit: Matt Hamm Wikipedia.org: Social Media Marketing is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers. Itu adalah potongan definisi dari Social Media Marketing yang didapat dari Wikipedia.org. Nah tapi apa sebenernya Social Media itu? Mudah nya Social Media [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Jump on the social media bandwagon" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;" src="http://farm4.static.flickr.com/3285/2945559128_53078d246b_m.jpg" border="0" alt="Jump on the social media bandwagon" width="240" height="201" /></a><br />
<small><a title="Attribution-NonCommercial License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Matt Hamm" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank">Matt Hamm</a></small></p>
<blockquote><p>Wikipedia.org:</p>
<p><strong>Social Media Marketing</strong> is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers.</p></blockquote>
<p>Itu adalah potongan definisi dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">Social Media Marketin</a><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">g</a> yang didapat dari <a href="http://Wikipedia.org" target="_blank">Wikipedia.org</a>.</p>
<p>Nah tapi apa sebenernya Social Media itu?<br />
Mudah nya Social Media adalah media untuk bersosialisasi dengan pihak lain. Walaupun sebenernya yang namanya media untuk bersosialisasi ya berarti media apapun termasuk Telephone, Mobile Phone atau apapapun, saat ini yang dimaksud dengan Social Media adalah lebih kepada website-website dengan konsep Web 2.0.</p>
<p>Kalau pada era Web 1.0 bentukan Social Media juga sudah ada, misalnya seperti Mailing List pada Yahoogroups atau lainnya, tapi di era Web 2.0 bisa dibilang bahwa bentukan Social Media justru menjadi dasar dari keberadaan sebuah website.</p>
<p>Berikut salah satu slide yang saya temukan di <a href="http://slideshare.net" target="_blank">Slideshare.net</a></p>
<iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/496437" width="425" height="356" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe><br/><br/>
<p>Dengan maraknya Social Media saat ini, banyak pihak yang berpendapat bahwa era baru dalam Internet Marketing sudah dimulai. Kalau beberapa tahun ini SEM (Search Engine Marketing) atau melakukan program (internet) merketing menggunakan jalur Search Engine banyak digunakan oleh banyak pihak, mulai tahun ini dan beberapa tahun kedepan yang akan menjadi unggulan adalah <strong>Social Media Marketing (SMM)</strong>.<br />
Pada dasarnya sebabnya sama, dimana orang banyak melakukan aktivitas di internet, disitulah tempat yang efektif untuk melakukan strategy marketing.</p>
<p>Inti dari Social Media Marketing adalah melakukan marketing di Social Media. Dan tidak hanya sekedar melakukan sesuatu tapi juga menghubungkan antara satu social media dengan social media yang lainnya sehingga network yang terjadi menjadi maksimal. Hal yang perlu untuk dijalankan antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Tidak sekedar paid posting ada sebuah Blog (advetorial), tapi juga menghubungkan posting itu dengan Social Media channel lainnya.</li>
<li>Pada posting blog mengunakan foto dari gallery yang dibuat di Flickr, begitu juga dengan video dari YouTube.</li>
<li>Melakukan tagging pada photo/notes di Facebook.</li>
<li>Melakukan activity-activity yang menggunakan channel dari Social Media.</li>
<li>Etc.</li>
</ul>
<p>Hal yang penting dalam melakukan program Social Media Marketing adalah dengan menentukan channel-channel yang tepat, benar-benar terjun didalamnya dan berdasar pada strategy yang tepat.</p>
<p>Embrace the Social Media Marketing!</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>&#8216;s Think:</p>
<p>Untuk menjual sesuatu kita butuh <em>a place to sell</em>. Untuk mewartakan sesuatu kita butuh tempat untuk berbicara. Sebuah mall yang tingkat visitornya tinggi tentu saja akan lebih menguntungkan bagi pemilik toko. Kalau kita ingin untuk berinteraksi di dunia maya, berbicara di ranah social media sepertinya memang merupakan pilihan yang tepat karena tempat ini sudah dipenuhi oleh pengguna internet.</p>
<p>Dan yang hadir dalam social media bukan sembarang pengguna internet, namun mereka yang termasuk golongan aktif. Golongan yang akan sangat bermanfaat bagi mereka yang melakukan Social Media Marketing. Golongan ini aktif dalam berkomunikasi, aktif dalam menyumbangkan sesuatu, aktif dalam merekomendasikan sesuatu.</p>
<p>Bagaimana memanfaatkan golongan yang aktif ini? Lakukan Social Media Marketing dengan melakukan <em>Smart Moves</em>!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think.Web @ Hard Rock FM: Online Outlook 2009</title>
		<link>http://think.web.id/brain/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 05:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Show]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Trend berubah sebegitu cepatnya? Iya! Dan untuk ukuran dunia maya, percepatan pertumbuhan teknologi itu berkembang secara eksponensial (Moore’s Law). Setiap menit muncul website baru di dunia maya yang juga menawarkan cara baru untuk berinteraksi atau berkominikasi. Ini berarti setiap harinya ada ratusan kesempatan bagi trend dunia online untuk berubah. Pandji: Untuk tahun 2009 kira-kira apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trend berubah sebegitu cepatnya? Iya! Dan untuk ukuran dunia maya, percepatan pertumbuhan teknologi itu berkembang secara eksponensial (Moore’s Law). Setiap menit muncul website baru di dunia maya yang juga menawarkan cara baru untuk berinteraksi atau berkominikasi. Ini berarti setiap harinya ada ratusan kesempatan bagi trend dunia online untuk berubah.</p>
<p><em>Pandji: Untuk tahun 2009 kira-kira apa yang akan jadi trend dunia online?</em></p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>: </strong>Walau kita bukan cenayang, tapi kurang lebih ada beberapa hal yang memang akan menarik untuk dibicarakan. Secara overall ini seperti kancah tangga lagu top 40 ada mereka yang naik, ada yang turun ada yang posisinya tetap dan tentunya ada juga pendatang baru.</p>
<p><em>Pandji: Yang naik?</em></p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>: </strong>Hal yang pastinya akan naik</p>
<ul>
<li>Internet User<br />
Kenapa kita bilang trendnya akan naik? Karena Indonesia is the 4th most populated country in the world (237.512.355)dan  Indonesia has now approximately 25.000.000 online user, 5th in Asia.<br />
dari dua fakta diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa</p>
<ul>
<li>Existing User<br />
Indonesia adalah negara pengakses internet terbesar di Asia Tenggara lebih dari negara tetangga seperti<br />
Thailand 13 million<br />
Singapore 2 million<br />
Philippines 14 million<br />
Malaysia 14 million</li>
<li>Potential<br />
Dengan 25 juta pengguna, jumlah ini hanya  10,5% dari total populasi Indonesia. Karena itu juga pengguna internet di Indonesia itu masih akan tumbuh 89,5% lagi.</li>
<li>User Growth<br />
Dalam sepuluh tahun terakhir ini, 1998-2008, Indonesia memiliki pertumbuhan internet user yang cukup tinggi yaitu 1150%.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Video Content<br />
Yup video content sepertinya akan jadi semakin booming, karena sekarang perangkat yang ada memungkinkan kita untuk dengan mudahnya merekam sebuah peristiwa dan menguploadnya ke internet. Karena dua syarat utama sebenarnya sudah ada:<br />
<em>Every mobile phone is Video Cam enable</em><br />
Karena kemudahan ini, proses rekam video bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan hampir untuk semua kejadian.<br />
<em>More Internet Speed</em><br />
Belakangan, provider internet berlomba untuk memberikan layanan dan servis terbaik dengan harga terjangkau. Gaya promosi yang sudah hampir sama dengan gaya promosi di dunia telekomunikasi ini bisa dibilang sebenarnya menguntungkan bagi pengguna.  Beberapa waktu yang lalu harga koneksi di Indonesia bisa dibilang merupakan harga termahal di daerah Asia. Namun kini penurunan harga dan menaikkan bandwidth dan speed sedang dilakukan oleh para provider. Koneksi yang semakin cepat ini menjadi salah satu pendukung berkembangnya content video</li>
</ul>
<ul>
<li>Transparency (brand)<br />
Brand yang berada di dunia online juga dituntut untuk menjadi lebih transparan, lebih dinamis dan bisa berinteraksi dengan target audiencenya</li>
</ul>
<ul>
<li>Connect Anywhere<br />
Blackberry Officially in Indonesia<br />
Bb Connect on other mobile phone<br />
Kedua hal ini memudahkan para pengguna untuk tap into the online world kapanpun! Pantau email kantor dari manapun, komunikasi dengan teman dan kolega via IM, eksis di social network via small application (twitterberry atau facebook mobile) dan juga yang paling bermanfaat RSS feed dan Online browsing.</li>
</ul>
<p><em>Pandji: Kalau ada yang naik, pastinya juga ada yang turun. Kalau yang turun apa?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong> Internet Connection Price! Akan terjadi perang harga. Kita sudah sempat mention tadi bahwa memang Provider internet tertular gaya provider telco yang sekarang sedang melakukan perang harga. Salah satunya sekarang memberikan diskon di kisaran 40-60an% untuk servisnya. Bahkan salah satu provider internet yang kita pakai juga melakukan hal yang sama, bedanya mereka tidak menurunkan harga tetapi menaikkan service denga harga yang sama.<br />
Porn Site. Untuk porn site sebenarnya kita sudah sempat mention di pembahasan kita sebelumnya.</p>
<ul>
<li>Pencarian mengalami penurunan sebanyak 10 percent dari rata-rata 20 percent. Apa yang dapat menggantikan adult entertainment? The hottest Internet searches now are for social networking sites</li>
<li>Semakin tinggi traffic social networking, traffic ke situs adult entertainment akan semakin berkurang. Fakta ini mengungkap kenyataan baru, generasi muda kita, kelompok umur 18-24 tidak lagi sibuk mencari adult material, karena mereka sibuk eksis di social network.</li>
</ul>
<p><em>Pandji:  Kalau tadi naik dan turun, yang tetap ada ngga?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong> Yang tetap di 2009 adalah Portal Web. Keberadaan portal web masih akan mewarnai dunia online di tahun 2009. Walaupun kemunculan pemain barunya sedikit, tapi sepertinya mereka yang memang sudah ada masih akan memegang peranan penting dengan 2 pemain besar saat ini: Detik dan Kompas</p>
<p><em>Pandji: Kalau sesuatu yang baru di 2009?</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Yang Baru adalah Multi touch.</p>
<p><em>Pandji: Untuk 2009, online earning via online apakah masih big hit?</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Sepertinya iya karena 2 alasan besar: Global Crisis dan Payment Gateway<br />
Global crisis akan memaksa orang untuk mencari penghasilan tambahan mereka dengan cara yang baru. Dan internet merupakan sebuah ladang luas yang dapat dimasuki.<br />
<em>Pandji: Ada lagi ga yang lain? Untuk 2009</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Social Media</p>
<ul>
<li>Mobile application<br />
Mobile application sebenarnya membuat update social media menjadi 100% lebih mudah. Facebook misalnya, dengan applikasi facebook mobile, kita bisa dengan mudah approve/reject teman, change stat, upload photo, etc.</li>
</ul>
<ul>
<li>Communication tools<br />
Social media menjadi salah satu bagian penting dari habit orang ketika online karena social media membantu kita untuk berkomunikasi. Contoh dengan mengganti status saya di Facebook semua teman saya jadi tahu apa yang sedang terjadi dengan saya, even saudara dan teman dekat tahu update terkini saya dari Facebook.</p>
<p>Mengatur sebuah pertemuan jadi lebih mudah. Beberapa kali saya mengatur jalan-jalan dengan teman atau kumpul-kumpul dengan bantuan FB atau conference YM.</li>
</ul>
<ul>
<li>Branding Media<br />
<em>Be Wise</em><br />
Melakukan branding di dunia online bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi di social media dimana transparansi menjadi raja dan feedback menjadi sesuatu yang dapat menguntungkan sekaligus merugikan. Karena berkembangnya Social Media,</p>
<p>Brand tidak lagi bisa diam dan memilih untuk tidak mendengar/tidak mau tahu. Karena bila mereka masih memutuskan untuk melakukan hal ini, opini pasar tetap akan terbentuk dan brand tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan value mereka</p>
<p>Brand dapat memilih untuk berkomunikasi dan walaupun mereka dapat berkomunikasi secara aktif. Kebanyakan dari brand yang ada masih memilih untuk ”mendengar” saja dan tidak berbicara secara komunikatif dengan pasar.</p>
<p>Atau Brand dapat memilih untuk terlibat langsung dalam proses komunikasi. Brand dapat langsung mengkomunikasikan solusi atau permintaan maaf ke target marketnya.</p>
<p><em>Be Nice</em><br />
Berkomunikasi dengan terbuka nampaknya memang mampu membawa positive impact bagi brand. 2 brand besar di Amerika sudah melakukannya dengan Dell Ideastorm dan My Starbucks Idea,  disini semua orang bisa ngasih usul seputar brand dan Dell/Starbuck benar-benar memberikan reply terhadap usul-usul tersebut. Starbucks juga punya Twitters yang mewartakan mengenai apa yang terjadi di My Starbucks Idea.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Nama Domain</title>
		<link>http://think.web.id/brain/pilih-nama-domain/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/pilih-nama-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 14:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik untuk menarik <em>audience</em>. </p>
<p> </p>
<p>Ada beberapa alasan mengapa pemilihan nama domain menjadi sesuatu yang penting:</p>
<p><strong>01. Menggunakan kata yang sudah dikenal umum atau kata yang sering dijadikan keyword brand kita akan sangat menolong mendatangkan traffic direct ke dalam situs.</strong><strong> </strong><br />
Selain itu, mereka yang masuk direct ke dalam situs memiliki kualitas yang lebih baik. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh WebSideStory menunjukkan bahwa visitor yang masuk melalui URL direct 2x lebih berkualitas dalam melakukan action (melakukan klik, memberikan komentar, mengikuti quiz, etc) daripada mereka yang masuk melalui search engine atau masuk melalui refferer lain.  <br />
Mereka yang menggunakan keywords sebagai nama situs antara lain:<br />
- Calvin Klein -&gt; <a href="http://www.underwear.com" target="_blank">underwear.com</a><br />
- Johnson &amp; Johnson -&gt; <a href="http://www.baby.com" target="_blank">baby.com</a></p>
<p> </p>
<p><strong>02. Bila kampanye online didasari sebuah kampanye singkat (Quiz atau hal sejenis), pemasar bisa lebih kreatif sesuai dengan ide yang ditawarkan dalam kampanye singkat tersebut.</strong><br />
Misalnya:<br />
- Burger King -&gt; <a href="http://www.subservientchicken.com" target="_blank">subservientchicken.com<br />
</a>- Wrigley -&gt; <a href="http://www.candystand.com" target="_blank">candystand.com</a><br />
Nama-nama seperti ini akan mengajak dan membangun rasa penasaran target market. Target market akan lebih tertarik untuk membuka candystand.com dibanding wrigley.com. </p>
<p> </p>
<p><strong>03. Selain itu perhatikan juga pemilihan nama. </strong><br />
Ada beberapa kata yang bila digabung memiliki arti lain. Misalnya sebuah perusahaan database artis Who Represents, ingin menggunakan brandnya secara online dan memilih whorepresents.com (kata who dan represent bila digabung ternyata membentuk arti lain).</p>
<p> </p>
<p><strong>04. Selain itu yang perlu juga diperhatikan, walau isi kampanye online pada akhirnya merupakan penentu dalam sukses tidaknya sebuah kampanye, memilih nama domain yang pas juga membantu untuk membangun traffic masuk ke dalam situs.</strong></p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8216;s Think:</p>
<p>Tentunya hal ini juga berlaku untuk nama domain dengan bahasa Indonesia. Namun jadi sedikit masalah kalau nama Brand nya adalah International sedangkan yang initiate membuat website nya dari Indonesia.<br />
Atau mungkin ya hanya sekedar dibuat untuk kepentingan redirect aja. Yang penting mudah diingat, gampang disebut. </p>
<p>Coba buat orang Indonesia mana yang lebih cepet nempel: <a href="http://www.disingkat.com" target="_blank">disingkat.com</a> atau <a href="http://www.tinyurl.com" target="_blank">tinyurl.com</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/pilih-nama-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posisi Penting Sosial Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/posisi-penting-sosial-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/posisi-penting-sosial-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 11:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana. Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka.  Pertanyaan besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana.</p>
<p>Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka. </p>
<p>Pertanyaan besar yang ada kemudian adalah: <em>&#8220;bagaimana hasilnya?&#8221;</em></p>
<p>Salah satu kekuatan yang dimiliki adalah keberadaan natural seeding, posting pada blog dan social media optimizing ternyata memiliki Google rank yang lebih tinggi dibandingankan dengan sebuah situs korporat biasa. Selain itu keberadaan sebuah brand dalam social networking juga berakhir pada long tail (alias berbuntut panjang), dimana eksistensi brand berada dalam waktu yang cukup lama dalam dunia online.</p>
<p>Sebuah studi yang dilakukan oleh JupiterResearch memperlihatkan bahwa 22% dari responden yang diresearch (para pengguna email) mengatakan bahwa mereka menggunakan situs sosial network untuk sarana komunikasi mereka yang utama (bukan lagi dengan menggunakan email). Funny thing is, hal ini terjadi pada diri gue sendiri. Sewaktu mau menggalang acara kumpul-kumpul buka puasa teman kuliah, instead of mengunakan SMS atau email, saya menggunakan inbox facebook tempat teman2 kuliah saya juga terdaftar. Lebih cepat dan efektif. </p>
<p><em>&#8220;Have you tried using Social Network to communicate? Coba deh, it worked for me, mungkin juga worked for you guys.&#8221;</em></p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8216;s Think:</p>
<p>Dari Social Media Marketing (SMM) kemudian lahir Social Media Optimizing (SMO) yang merupakan kegiatan dari Social Media Strategy (SMS).<br />
And I proudly to say the <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> as Social Media Evangelist. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/posisi-penting-sosial-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trialogue</title>
		<link>http://think.web.id/brain/trialogue/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/trialogue/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 23:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Membacakan puisi, berdeklamasi atau membacakan cerita adalah beberapa dari kegiatan Monologue. Dimana ada seseorang yang bertugas menjadi source dan ada beberapa orang yang dengan setia mendengarkan dan mengambil peran sebagai receiver.  Jadi pola komunikasinya adalah: source -&#62; receiver Kalau bosan bermonologue, para pecinta sastra kemudian menghadirkan percakapan timbal balik dalam drama. Para aktorpun mulai berdialog. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membacakan puisi, berdeklamasi atau membacakan cerita adalah beberapa dari kegiatan Monologue. Dimana ada seseorang yang bertugas menjadi <em>source </em>dan ada beberapa orang yang dengan setia mendengarkan dan mengambil peran sebagai <em>receiver</em>. <em> </em><em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: source -&gt; receiver</strong></em></p>
<p>Kalau bosan bermonologue, para pecinta sastra kemudian menghadirkan percakapan timbal balik dalam drama. Para aktorpun mulai berdialog. Terjadi timbal balik gagasan dan ide antara satu orang <em>source </em>dan satu orang <em>receiver</em>. Ingat kata kuncinya ada di masalah timbal balik tadi.<em> </em><em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: source &lt;-&gt; receiver</strong></em></p>
<p>Kalau monologue dan dialogue di dunia sastra diambil untuk dunia online marketing. Campuran monologue dan dialogue terjadi silih berganti. Sebuah news di sebuah portal adalah monologue gaya online, sebuah chat room atau instant messenger adalah sebuah dialogue.</p>
<p> </p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/03.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-336" title="03" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/03-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a></p>
<p> </p>
<p>Uniknya, dunia baru satu ini juga memungkinkan satu lagi jenis komunikasi baru. <em>Word of mouth</em> yang terjadi dalam dunia online. Peluncuran sebuah film misalnya, sebelum diluncurkan, sang pemilik film bermonolog, memperkenalkan filmnya. Para penerima pesan karena tertarik dengan monologue sang source kemudian berdialog, namun dialog disini terjadi diantara sesama <em>receiver</em>.  Dan yang menarik pada akhirnya <em>source </em>hanya perlu berkomunikasi pada beberapa <em>receiver </em>dan para <em>receiver </em>akan melakukan amplifikasi pesan terhadap sesama <em>receiver</em>.  <em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: seource -&gt; receiver dan receiver &lt;-&gt; receiver</strong></em>. Pola trialogue ini sebenarnya bisa diaplikasikan untuk bermacam brand, terutama ketika mereka melakukan promosi (produk baru, kemasan baru, servis baru, anything). </p>
<p>Bagaimana cara komunikasi seperti ini memberi manfaat kepada para pemasar online? Gampang, cobalah untuk melakukan online monitoring di social media, tempat user biasa berada. Kemudian lihat:</p>
<ul>
<li>Semakin positif komentar yang didapat dari amplifikasi pesan yang digaungkan oleh para <em>receiver</em>, maka semakin besar kemungkinan brand atau apapun yang dikomunikasikan oleh source akan sukses. </li>
<li>Selain itu semakin besar amplifikasi (dalam artian semakin banyak receiver yang membicarakan, diluar hasil positif atau negatif yang didapatkan), maka kemungkinan pesan yang dikomunikasikan sukses akan semakin besar lagi. </li>
</ul>
<p>Kalau belum terpanggil hatinya untuk bisa menciptakan trialogue dalam komunikasi online yang dipunya, wah sepertinya better start now. Karena terus terang, monologue sangat membosankan! Dialog bagus cuma terjadi di film karya segelintir sutradara bagus! Yang dibutuhkan adalah gosip terkini dari sekumpulan ibu-ibu penggosip! Be aware of this:</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>consumers will always talk about brand, you&#8217;d better tap into the hottest gossip and get them talking (about your brand offcourse).</em>&#8220;</p></blockquote>
<p> </p>
<p><em>Source: courtessy of 360 digital influence</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/trialogue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pusingnya Konsumen Jaman Sekarang</title>
		<link>http://think.web.id/brain/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 14:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Rich Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu keluar rumah Ketemu neon box, papan reklame, spanduk kampanye, umbul-umbul partai Sewaktu siang Ketemu banner, skyscraper, adsense, rich media ad Sewaktu macet Ketemu adlips dan jingle Itu tadi kegiatan sehari-hari saya. Cukup memusingkan? Iya dan dengan ini saya resmi menjadi salah satu bagian dari mereka yang menderita kondisi information overload. Kalau mau dihitung, berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sewaktu keluar rumah</em><br />
Ketemu neon box, papan reklame, spanduk kampanye, umbul-umbul partai</p>
<p><em>Sewaktu siang</em><br />
Ketemu  banner, skyscraper, adsense, rich media ad</p>
<p><em>Sewaktu macet</em><br />
Ketemu adlips dan jingle</p>
<p>Itu tadi kegiatan sehari-hari saya. Cukup memusingkan? Iya dan dengan ini saya resmi  menjadi salah satu bagian dari mereka yang menderita kondisi <em>information overload</em>. Kalau mau dihitung, berapa banyak iklan dan logo brand yang Anda lihat setiap hari? Saya berani bertaruh pasti lebih banyak dari umur saya saat ini. Karena berada dalam kondisi <em>information overload</em>, saya jadi cenderung cuek dengan iklan. Bagai sebuah gelas penuh yang kalau diisi akan tumpah. Informasi iklan yang saya dapatkan juga sudah bisa dibilang tumpah. Oleh karena itu saya akan cepat-cepat mengganti channel TV jika kebetulan ada iklan (hal ini menjadikan saya si ratu remote di rumah), memasang pop up blocker, dan memilih mendengar iPod dalam mobil ketimbang mendengar radio.</p>
<p>Kondisi yang cukup parah? Sepertinya tidak sih, karena saya yakin diluar sana masih banyak saya-saya yang lain yang merasa agak pusing dengan hebohnya gaya para brand beriklan. Pertanyaan  yg kemudian menggelitik saya adalah &#8216;kalau setiap hari saya, anda dan mereka harus berhadapan dengan ratusan iklan, bagaimana caranya untuk bisa <em>make an impression</em>?&#8217;</p>
<p>Mereka yang bekerja di online media pasti akan mengeluarkan jawaban: <em>interactivity</em> dan <em>engaging message</em>. Dari kedua jawaban itu, masalah <em>engagement </em>ini menjadi sesuatu yang menarik karena belakangan kata <em>engagement </em>jadi salah satu kata populer, setidaknya dalam dunia marketing. &#8216;<em>Engaging the customer</em>&#8216; ini yang sering dikumandangkan, sebuah kegiatan yang mencoba membuat konsumen merasa dekat dan menganggap bahwa brand yang berbicara relevan dengan hidup mereka.</p>
<p><em>Engagement </em>sendiri mengedepankan rasa <em>involvement</em> dan <em>experience</em>. Kondisi <em>engage </em>didapat dari kegiatan merasakan/mengalami sesuatu. Misalnya karena kita membaca majalah dalam keadaan tertentu, kemudian sibuk membicarakan sebuah artikel dalam majalah tersebut yang memang relevan dengan kehidupan sehari-hari dengan teman, secara tak sadar kemudian kita akan merasa sangat dekat dengan majalah tersebut. Dalam hal ini pengalaman yang dapat menghasilkan engagement adalah pengalaman yang motivasional.<br />
<a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/05/arrivetakeaseatthumbnail.jpg"><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-175" style="float: left; margin-left: 20px; margin-right: 20px;" title="arrivetakeaseatthumbnail" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/05/arrivetakeaseatthumbnail-300x211.jpg" alt="" width="242" height="170" /></a></p>
<p>Pentingnya pengalaman seseorang sewaktu yang bersangkutan melihat sebuah iklan sudah ditangkap dan ditranslasikan dalam beberapa cara. <em>Ambience ad</em> adalah salah satunya, iklan luar ruang yang dibuat semenarik mungkin dan didorong untuk menyelesaikan tugasnya untuk <em>engaging </em>calon konsumennya. Karena hasil akhir yang diharapkan sebuah <em>ambience ad</em> bukan hanya like the ad tapi juga mendorong mereka yang melihat iklan untuk termotivasi melakukan sesuatu.  Hasil <em>ambience ad </em> memang bisa membuahkan rasa kedekatan dan kadang juga berbuah penghargaan.</p>
<p>Di dunia online masalah engagement ini juga disadari oleh para pengiklan dan menghasilkan apa yang dikenal dengan rich media. Iklan online dengan kreatifitas tanpa batas.  Untuk yang masih penasaran apa itu rich media, intip saja yah <a href="http://www.iab.net/Rich_Media">penjelasannya</a>.</p>
<p>Berlomba menghasilkan program komunikasi yang berusaha untuk engage para konsumen adalah sesuatu yang baik. Tapi hati-hati, karena bila semua pengiklan sudah berbicara dengan bahasa yang sama, memakai baju yang sama dan warna yang sama, para konsumen pasti akan kembali merasa pusing tujuh keliling.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a> think:</p>
<p>Tujuan sebuah program komunikasi pasti beda-beda, dengan demikian target dari <em>engagement</em> nya pun pasti berbeda. Justru yang harus dihasilkan pengiklan adalah tidak &#8216;menggunakan baju dan warna&#8217; yang sama agar tujuan <em>engage</em> nya tercapai. Makanya kalo gue bilang mah (terutama untuk online media) yang penting untuk <em>engage </em>adalah Add Value nya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Type of Indonesian People</title>
		<link>http://think.web.id/brain/4-type-of-indonesian-people/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/4-type-of-indonesian-people/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 20:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Segmentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin mengutip pembagian segment yang dikatakan bpk. M. Nuh (Menkominfo) dalam acara Beyond Marketing yang dipandu bpk. Hermawan Kertajaya di JakTV. 1. Orang yang Tidak Tahu bahwa dirinya Tidak Tahu Banyak sekali orang seperti ini memang, karena kesehariannya &#8216;bersentuhan&#8217; dengan sebuah bidang maka dia kemudian merasa sangat tahu dengan bidang tersebut. Akibatnya orang-orang segment [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin mengutip pembagian segment yang dikatakan bpk. M. Nuh (<a href="http://www.depkominfo.go.id/" target="_blank">Menkominfo</a>) dalam acara Beyond Marketing yang dipandu bpk. <a href="http://hermawan.typepad.com/" target="_blank">Hermawan Kertajaya</a> di <a href="http://www.jak-tv.com/" target="_blank">JakTV</a>.</p>
<p><u>1. Orang yang <strong>Tidak Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tidak Tahu</strong></u><br />
Banyak sekali orang seperti ini memang, karena kesehariannya &#8216;bersentuhan&#8217; dengan sebuah bidang maka dia kemudian merasa sangat tahu dengan bidang tersebut. Akibatnya orang-orang segment ini mudah salah arah, salah dasar berpikir dan salah mengambil keputusan. Parahnya, kadang-kadang mereka jadi tidak punya keinginan untuk mencoba karena memang merasa sudah tahu.<br />
Dengan setiap hari berhadapan dengan komputer, baca detik.com &amp; menggunakan email tidak membuat seseorang serta-merta mengerti atas Internet Marketing.</p>
<p><u>2. Orang yang <strong>Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tidak Tahu</strong></u>.<br />
Orang pada segment ini jauh lebih baik, karena kesadaran akan ketidak tahuannya membuat dia ingin mencoba dan mencari tahu lebih banyak.</p>
<p><u>3. Orang yang <strong>Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tahu</strong></u>.<br />
Entrepreneur &amp; Professional (yang sukses) kebanyakan berada pada segment ini. Karena mereka tahu atas pengetahuan yang merke miliki, maka mereka bisa tahu langkah apa yang harus mereka lakukan.</p>
<p><u>4. Orang yang <strong>Tidak Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tahu</strong></u>.<br />
Orang-orang bijak, pendengar dan pemimpin yang baik biasanya berada pada segment ini. Mereka sangat rendah hati dan terus menerus ingin belajar dari siapapun. Karena mereka selalu tidak merasa tahu maka mereka selalu berusaha untuk mendapatkan ilmu dan tidak sombong atas ilmu yang mereka miliki.</p>
<p>Pada talk show tersebut dikatakan di Indonesia saat ini hampir semua masyarakat nya berada di Segment pertama. Hal ini lah yang membuat perkembangan IT di masyarakat Indonesia susah untuk berkembang.</p>
<p>Diperlukan pendekatan khusus bagi mereka yang &#8220;Tidak Tahu bahwa Tidak Tahu&#8221; ini. Mencari kata-kata halus dari &#8220;bukan seperti itu&#8221;, &#8220;pemahaman kamu salah&#8221;, &#8220;percayalah pada saya&#8221;, dan lainnya. Yang paling membuat berat segment ini kan adalah kesadarannya.<br />
Pertanyaannya kemudian adalah apakah Anda yakin bahwa yang selama ini Anda pahami adalah benar adanya? Bagaimana kalau ada yang tiba-tiba bilang pada Anda &#8220;mas/mba&#8230; Anda salah mengerti&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/4-type-of-indonesian-people/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pronunciation: vi·ral (vī&#8217;rəl)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/pronunciation-vi%c2%b7ral-vir%c9%99l/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/pronunciation-vi%c2%b7ral-vir%c9%99l/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 09:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Viral, when used as a computer term, refers to a reoccurring practice or pattern of Internet use that moves from person to person.“ Kata dasarnya memang &#8220;virus&#8221; yang menyebar cepat dan menginfeksi semua orang. Sekarang hampir semua orang menggunakan viral sebagai salah satu taktik promosi. Tapi sejauh manakah viral dapat dieksekusi dan bagaimana perkembangan permainan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Viral, when used as a computer term, refers to a reoccurring practice or pattern of Internet use that moves from person to person.“</p>
<p>Kata dasarnya memang &#8220;virus&#8221; yang menyebar cepat dan menginfeksi semua orang. Sekarang hampir semua orang menggunakan viral sebagai salah satu taktik promosi. Tapi sejauh manakah viral dapat dieksekusi dan bagaimana perkembangan permainan lokal?</p>
<p>Agar, otak kiri dan kanan terstimulasi lebih baik kita bahas beberapa contoh viral yang lumayan seru untuk dilihat. Jangan lupa kasih peringkat viral mana yang mau kamu kirimkan ke teman dari 5 contoh ini (ingat kata kunci: &#8220;Wah seru nih, kirim ah ke temen&#8221;)</p>
<p><strong># Viral 1<br />
Lets Save Fermin</strong><br />
<a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/014.jpg"><img src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/014.jpg" align="left" hspace="10" vspace="10" /></a> &#8220;What? Siapa sih Fermin?&#8221; Kalau pertanyaan ini muncul di kepala, tenang kamu nggak sendiri karena pertanyaan itu juga yang muncul di kepala saya sewaktu melihat viral mengenai donasi untuk mendukung si &#8220;Fermin&#8221; ini. Viralnya cukup sederhana, dibuat oleh LSF (Lest Save Fermin) kamu hanya perlu mendonasikan click untuk bisa menyelamatkan Fermin diseluruh dunia. Fermin butuh 1 juta click dan siapapun yang menyumbangkan clik akan mendapatkan sertifikat dan yang paling seru dari perspektif marketing online adalah, bila kamu memasukkan kode embed ke blog/myspace dan membantu LSF mendapatkan click untuk Fermin kamu akan mendapatkan &#8220;I saved Fermin t-shirt&#8221;</p>
<p>Terus terang kampanye ini menarik hati, karena memang membuat orang jadi penasaran dan ingin mengetahui apa sih LSF itu? Pertanyaan besar “Who/What is Fermin” masih mengganggu nurani. Sampai akhirnya orang2 mengklik about LSF atau dengan lugunya menanyakan “Whoisfermin” pada google. Dan hasilnya? Uhm saya tak ingin membocorkan siapa itu fermin sebenarnya, ayo dicoba cari tahu<a href="http://whoisfermin.com/index2.swf"> here!</a></p>
<p><strong># Viral 2<br />
Belajar Nyetir!</strong><br />
<a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/023.jpg"><img src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/023.jpg" align="left" hspace="10" vspace="10" /></a> Ini adalah salah satu usaha viral yang menarik dari produsen mobil Eropa (BMW). Produsen mobil yang rajin menggenjot kampanye onlinenya ini mengambil tema menarik tahun ini: Performance Driving School. Situsnya menghadirkan 9 karakter yang akan menawarkan saran mengenai bagaimana meningkatkan kemampuan berkendara.Bakal ada penjual mobil yang bilang: &#8220;The bigger the rings, the better they look on the steering wheel&#8221; atau seorang ibu setengah baya yang bilang  &#8220;You should never drive faster than your age&#8221;.</p>
<p>Sebuah ide menarik karena dapat dipastikan orang yang melihat situsnya akan mengklik semua karakter dan mungkin mengirimkannya ke teman dengan senang hati. Serunya &#8220;sent to friend&#8221; fiturnya dapat diganti sesuai keperluan. Coba <a href="http://www.relearntodrive.com/">Learn To Drive</a></p>
<p><a href="http://www.relearntodrive.com/"></a></p>
<p><strong># Viral 3<br />
Untuk Para Pria Hati-Hati!!!</strong><br />
Viral yang satu ini akan membuat semua hati pria deg-degan. Kalau kebetulan punya temen playboy, coba deh kamu masuk ke<a href="http://www.shehasyoureyes.com/"> shehasyoureyes.com</a>, dan coba buat si teman tadi jadi deg-degan. Apa sih www.shehasyoureyes.com? Melalui situs ini kamu bisa mengirimkan teman sebuah pesan video yang menampilkan seorang wanita yang mengaku memiliki anak dari kamu/teman kamu. Serunya website ini juga akan mengirimkan surat ril dari seorang pengacara (bohongan tentunya) yang akan meminta kamu untuk membayarkan uang tunjangan untuk anak tersebut.</p>
<p>Deg-degan? Yup ini memang akal-akalan dari Condoms.com, sebuah website yang ingin mempopulerkan penggunaan kondom dengan cara yang cukup inovatif. Dan akibat aksi ini, traffic ke webnya naik 77 persen dalam seminggu setelah surat dikirimkan. Dan sebanyak 2600 orang berusaha ngerjain temen mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/pronunciation-vi%c2%b7ral-vir%c9%99l/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsumen Generasi Baru</title>
		<link>http://think.web.id/brain/konsumen-generasi-baru/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/konsumen-generasi-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2007 08:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[User Generated Content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah konsumen generasi baru? Penjabarannya sederhana, konsumen generasi baru adalah mereka yang senang menyumbangkan isi atau berinteraksi dengan isi yang kaya, selain itu generasi baru ini juga mengharapkan mereka dapat memegang kendali atas media/bentuk komunikasi yang ditawarkan. Melihat gelagat konsumen generasi baru ini, para pemain besar seperti Microsoft mulai &#8216;mengundang&#8217; jutaan orang untuk mendownload versi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapakah konsumen generasi baru?</p>
<p>Penjabarannya sederhana, konsumen generasi baru adalah mereka yang senang menyumbangkan isi atau berinteraksi dengan isi yang kaya, selain itu generasi baru ini juga mengharapkan mereka dapat memegang kendali atas media/bentuk komunikasi yang ditawarkan.</p>
<p>Melihat gelagat konsumen generasi baru ini, para pemain besar seperti Microsoft mulai &#8216;mengundang&#8217; jutaan orang untuk mendownload versi beta dari softwarenya untuk di-test dan dikembangkan lebih lanjut berdasar masukan pasar (sebuah ide brilian karena mereka mendapatkan instant feedback dan pendapat langsung dari target market). Google juga berusaha menangkap control konsumen dengan membangun Google community yang dinamakan &#8216;What Should Google Do&#8217;, komunitas ini menarik ratusan orang yang sangat berdedikasi yang akan berbagi saran-saran cerdik, atau juga kontribusi isi untuk bahan bacaan semua pegawai Google.</p>
<p><strong><br />
Pendorong Generasi Baru:</strong><br />
Dorongan kreatif karena sebenarnya semua orang memiliki jiwa kreatif.<br />
Dorongan para manufaktur yang senantiasa mendorong penggunaan kreatifitas</p>
<p><strong>Siapa Saja Yang Sudah Sadar Konsumen?</strong><br />
1. Canon mengkampanyekan pada para sutradara &amp; fotografer bahwa kamera foto pro bukan hanya untuk para professional</p>
<p>2. HP <em>spent</em> 300 juta untuk kampanye yang memberitahukan pada konsumen bahwa produk HP adalah mengenai Anda, Anda harus mengambil foto, men-<em>share</em> foto dan mem<em>forward</em>/mengirimkan foto</p>
<p>3. Blogger menawarkan kekuatan komunikasi instant dengan memungkinkan kita memasukkan “pemikiran2” setiap saat. Hal ini sudah menjadi hits diantara 5 juta orang dan masih ada puluhan juga lainnya yang akan mengikuti</p>
<p>4. Apple menghadirkan benefit untuk para konsumen yang &#8216;gila content&#8217;. Mereka menghadirkan GarageBand, yang merupakan sebuah software yang mendorong kreatifitas. GarageBand dapat melakukan hampir semua hal, mulai dari home recording studio hingga alat untuk para musisi. Software ini melengkapi iPhoto, iMovie dan iDVD programs. Apple juga membuka Apple Stores, yang selain menampilkan rangkaian Apple hardware dan software, juga menjadi tempat untuk  in-store workshops dan presentations, membantu pelanggan mengenal dan mencintai kreasi aplikasi terbaru dari Apple.</p>
<p>5. Hal yang kurang lebih sama juga dilakukan oleh HP, dengan menghadirkan Online Courses; HP juga memiliki Digital Photography Center di eBay, yang menolong para pelajar untuk dapat mengambil gambar lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/konsumen-generasi-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Bisnis Internet</title>
		<link>http://think.web.id/brain/memulai-bisnis-internet/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/memulai-bisnis-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2007 08:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Apakah merelakan investasi untuk bisnis internet menguntungkan? Jawabannya kemungkinan besar: IYA. Berbicara mengenai internet maka kita akan memulai sebuah pembicaraan mengenai media. Bila dilihat dari sisi global, empat pemain besar yang mencari keuntungan dalam entertainment di tahun 2007 ini tercatat sebagai berikut: Apple untuk musik Pixar untuk film Google untuk iklan Electronic Arts untuk videogame [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah merelakan investasi untuk bisnis internet menguntungkan? Jawabannya kemungkinan besar: IYA. Berbicara mengenai internet maka kita akan memulai sebuah pembicaraan mengenai media. Bila dilihat dari sisi global, empat pemain besar yang mencari keuntungan dalam entertainment di tahun 2007 ini tercatat sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Apple untuk musik</li>
<li>Pixar untuk film</li>
<li>Google untuk iklan</li>
<li>Electronic Arts untuk videogame</li>
</ul>
<p>Uniknya kesemuanya bermarkas di Silicon Valley. Jadi jangan heran bila kemudian empat media konglomerat dunia yang sampai sekarang masih bertahan seperti Disney, News Corp, Time Warner dan Viacom, masing-masing berusaha masuk ke dalam bisnis internet dan mulai sibuk menghubungi penghuni Silicon Valley.</p>
<p>Harga saham Disney naik 17% setelah sang CEO membeli Pixar seharga 7,4 milyar US Dollar. Dan mengubah taktik dagang dengan menjualnya melalui iTunes dan kemudian merilisnya secara gratis di website. Dunia bisnis bahkan sempat tercengang ketika Rupert Murdoch membeli MySpace.com seharga 580 juta. Penggunanya naik dari 32 juta ke angka 65 juta (hampir menggeser kedudukan Yahoo! dari segi anggota) , namun memang saat ini keuntungan yang dihasilkan belum terlalu besar.</p>
<p>Namun perjalanan masih sangat panjang karena hampir semua raksasa media kini memusatkan perhatian dalam bisnis ini. Bahkan Viacom yang baru merampingkan diri juga tak mau kalah dari saingannya Time Warner yang sudah membuktikan bahwa ternyata AOL mampu memberikan keuntungan tersendiri.</p>
<p>Namun aturan dasar bisnis yaitu: Smart investing tetap harus dijalankan. Jangan berinvestasi bila kita tidak mengetahui ladang/tempat kita berinvestasi. Jangan langsung memutuskan untuk berinvestasi karena kita mendengar berita di TV/majalah, pelajari terlebih dahulu soal profit, keadaan finansial dan prospek pertumbuhan.</p>
<p>Dengan pedoman ini, kemungkinan besar Anda memiliki cara yang paling tepat (ingat bukan aman, karena tidak ada investasi yang aman!) untuk berinvestasi di era booming internet ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/memulai-bisnis-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Praktik CRM Yang Salah</title>
		<link>http://think.web.id/brain/praktik-crm-yang-salah/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/praktik-crm-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2007 08:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[CRM]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Apa konsep &#8220;best practices&#8221; yang paling pas dalam menjalankan CRM? Mungkin kita bisa belajar dari praktik marketing yang paling buruk di tahun 2006. Beberapa contoh berikut ini merupakan contoh nyata yang dialami beberapa brand besar: * Seorang pelanggan setuju untuk menerima news dan penawaran dari sebuah brand. Namun dia tidak pernah tergerak untuk membeli dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa konsep &#8220;best practices&#8221; yang paling pas dalam menjalankan CRM? Mungkin kita bisa belajar dari praktik marketing yang paling buruk di tahun 2006. Beberapa contoh berikut ini merupakan contoh nyata yang dialami beberapa brand besar:</p>
<p>* Seorang pelanggan setuju untuk menerima news dan penawaran dari sebuah brand. Namun dia tidak pernah tergerak untuk membeli dan hanya menerima email mingguan yang mengkategorikannya sebagai &#8220;valued customer&#8221; untuk selamanya.</p>
<p>* Seorang anggota Gym besar yang dapat penawaran member-get-a-member (padahal keanggotaan orang tersebut sudah habis). Disini brand tidak melakukan effort untuk mengajak orang tersebut untuk memperbarui keanggotaannya.</p>
<p>* Seorang pelanggan menolak untuk membayar 100 ribu untuk memperbarui membership di sebuah hypermarket. Berbulan-bulan berikutnya dia masih mendapatkan email, yang mempromosikan penawaran khusus member.</p>
<p>* Salah satu perusahaan mengirimkan email pada anggota Rewards club yang mendaftarkan diri beberapa tahun yang lalu namun anggota tersebut tidak pernah melakukan aktifitas (baik redeem point, bereaksi pada penawaran. Setiap minggunya, penawaran yang kurang lebih sama hadir dan dibiarkan begitu saja, namun pemasar tidak pernah mencoba untuk mengaktivasi konsumen, memovitasi respon atau mencari tahu mengapa member tidak responsif.</p>
<p>Apa yang salah dari praktik marketing disamping? Padahal hanya sebuah email, yang mudah didelete dan dari sisi pengirim, free. Ternyata ada alasan tersendiri mengapa tehnik diatas tidak berhasil menyentuh konsumen. <em>Consumer fatigue</em>. Mengapa konsumen merasa fatigue? Kunci masalahnya ada di strategi yang salah. Karena mungkin platform teknologi yang dipergunakan sudah benar, namun kurang analisa konsumen dan tingkah laku para subscriber dan tidak membuat komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>Kunci utama dalam CRM adalah <strong>fokus pada taktik dan strategi</strong> <strong><em>customer relationship</em></strong> dan jangan bergantung pada teknologi sebagai solusi dalam menghadapi tantangan  untuk meraih customer loyalty. Pastikan Anda melihat marketing komunikasi dari sisi konsumen. Cobalah untuk memberikan sedikit usaha seperti memperhatikan hal-hal mendasar misalnya:</p>
<ol>
<li>Jangan lupa menghadirkan nama konsumen secara benar</li>
<li>Pastikan komunikasi yang dilakukan sesuai denagn realitas keadaan pembaca</li>
<li>Pergunakan data yang ada untuk mengadirkan pesan yang tepat untuk konsumen yang tepat. Apakah konsumen pernah membeli sesuatu sebelumnya? atau apakah orang tersebut merupakan prospek yang hanya mencari informasi? penawaran apa yang menarik perhatian? Apa yang dibutuhkan oleh konsumen, bagaimana mereka menggunakan produk?</li>
</ol>
<p>Jadi yang perlu diingat adalah fokus pada konsumen sedangkan teknologi hanya dipergunakan sebagai alat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/praktik-crm-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Data Driven Communication</title>
		<link>http://think.web.id/brain/data-driven-communication/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/data-driven-communication/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jan 2007 08:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[CRM]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[CRM adalah salah satu cara untuk melakukan profiling konsumen dan menghitung marketing return dari sebuah investasi. Atau dengan kata lain merupakan sebuah strategi marketing yang fokus pada konsumen dan didasari oleh data yang mendukung. Pengertian semput dari CRM adalah sebuah software database yang dapat melakukan tracking konsumen. Pengertian luas tentang CRM adalah mengoptimalkan semua kontak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CRM  adalah salah satu cara untuk melakukan profiling konsumen dan menghitung marketing return dari sebuah investasi.  Atau dengan kata lain merupakan sebuah strategi marketing yang fokus pada konsumen dan didasari oleh data yang mendukung. Pengertian semput dari CRM adalah sebuah <em>software</em> database yang dapat melakukan tracking konsumen.</p>
<p>Pengertian luas tentang CRM adalah mengoptimalkan semua kontak konsumen melalui distribusi dan aplikasi dari informasi konsumen</p>
<p>Data Driven Communication ini akan membahas penggunaan data mulai dari:</p>
<ul>
<li> Mengenal database</li>
<li> DMS</li>
<li> Data overlay</li>
<li> Data architechture</li>
<li> Sampai ke kontribusi database bagi perusahaan</li>
</ul>
<p><strong>Database </strong></p>
<p>Merupakan kumpulan informasi penting yang disimpan dan diorganisasikan dengan cara tertentu yang memudahkan akses dan analisa.</p>
<p><em>Menurut O’Connor dan Galvin: </em></p>
<p>Sebuah koleksi dari informasi yang saling berhubungan didalam file computer yang disimpan dan diorganisasikan untuk memudahkan pemasar menganalisa, mengakses dan memproduksi informasi.</p>
<p><em>Menurut Kotler: </em></p>
<p>Proses penciptaan, pemeliharaan dan penggunaan database pelanggan dan database lain (produk, supplier, reseller) untuk tujuan menghubungi dan transaksi</p>
<p>Database marketing menolong perusahaan membangun brand relationship dalam beberapa cara yang berbeda seperti:</p>
<ul>
<li>Mengetahui konsumen dan prospek</li>
<li>Menjalankan customer service</li>
<li>Mengerti soal kompetisi</li>
<li>Mengatur sales operation</li>
<li>Mengatur marekting dan kampanye markom</li>
<li>Berkomunikasi dengan konsumen</li>
<li>Menghadirkan sumber info pada konsumen dan menambah brand value</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/data-driven-communication/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Off Duty Obsessions</title>
		<link>http://think.web.id/brain/off-duty-obsessions/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/off-duty-obsessions/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2007 08:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Statistic]]></category>
		<category><![CDATA[User Generated Content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Work and Play. Dua hal yang bagi sebagian orang tabu untuk dipersatukan, namun bila hasilnya adalah profit, siapa yang menolak? Dari pengalaman kami percaya bahwa bersenang-senang tidak harus dihalangi oleh pekerjaan dan demikian juga sebaliknya. Simak pembicaraan berapi-api bersama dua orang pendiri MySpace untuk mengetahui bagaimana mempersatukan work and play dan mendapatkan hasil yang luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Work and Play</strong>. Dua hal yang bagi sebagian orang tabu untuk dipersatukan, namun bila hasilnya adalah profit, siapa yang menolak? Dari pengalaman kami percaya bahwa bersenang-senang tidak harus dihalangi oleh pekerjaan dan demikian juga sebaliknya. Simak pembicaraan berapi-api bersama dua orang pendiri MySpace untuk mengetahui bagaimana mempersatukan work and play dan mendapatkan hasil yang luar biasa.</p>
<p>Keinginan untuk punya tempat hang out online ternyata membawa 100 juta teman baru. Inilah yang dialami Tom Anderson dan Chris DeWolfe yang mewujudkan MySace dari kesukaannya untuk browsing dan kecintaan mereka pada musik lokal (My Space akhirnya dibeli oleh News Corp [milik Rupert Murdoch] seharga 580 juta US Dollar).</p>
<p>Awalnya memang sangat sederhana; kecintaan pada <em>scene</em> musik lokal Los Angeles yang kemudian membawa Anderson dan DeWolf membuat website untuk mempromosikan <em>local acts</em> dan menghubungkan band dengan pada fans dan teman-teman baru&#8230;yang saling terhubung dengan teman baru lain dan demikian seterusnya hingga di pertengahan tahun 2006 anggotanya telah mencapai 20 juta.</p>
<p>Perjalanan dua sahabat Anderson dan DeWolfe merupakan perjalanan partner bisnis, mereka pertama mendirikan Xdrive yang kemudian bangkrut dan beralih mendirikan firma internet marketing yang dinamakan e-Universe yang kemudian dijual seharga beberapa juta dollar. Sekitar tahun 2002, Anderson memutuskan bahwa <em>social networking</em> akan menjadi proyek besar mereka selanjutnya.</p>
<p>Anderson menyatakan bahwa ia telah melihat dan mempelajari website-website seperti  BlackPlanet, AsianAvenue, MiGente dan Friendster dan sepertinya kesemuanya berpikir dalam scoop yang terlalu sempit.  Ide untuk mengembangkan social networking ini dapat berkalan dengan lancar karena DeWolfe sempan membuat business plan untuk website komunitas yang diberi nama Sitegeist.</p>
<p><strong><em>Pengguna</em></strong><br />
User inti dari MySpace adalah teens dan mereka yang berusia 20 tahunan. Mereka memasukkan profil dan melengkapinya dengan foto, musik, video klip, blog dan links. Saat ini ada sekitar 2,2 juta band, 8.000 komedian, ribuan pembuat film dan jutaan para pencari ketenaran.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em><br />
Statistik</em></strong><br />
MySpace telah mencapai jumlah anggota yang sangat luar biasa dan berhasil memiliki 230.000 pengguna online setiap harinya.  Setahun yang lalu MySpace berhasil mengalahkan Google untuk urusan traffic dan saat ini MySpace berada diurutan kedua setelah Yahoo untuk urusan page view dengan 1 milliar setiap harinya. Walau banyak situs social networking lainnya seperti Facebook, Friendster, Xanga, Bebo, Cyworld dan lainnya, namun MySpace berhasil mengambil 82% traffic. <em> </em></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong><strong><em>Advertisement</em></strong><br />
Dalam hal ad, MySpace telah menjalin kerjasama dengan Google untuk menjual text ad, menghadirkan MySpace record label, VoIP yang memungkinkan pengguna untuk menelpon satu sama lain. Kurang lebih ada 20 rencana kerja baru di tahun 2007. Dibuat dengan konsep open site, pada awalnya banyak pengiklan yang tidak menyukai tampilan MySpace dan banyak pihak yang menyangsikan penghasilan dari <em>user-generated content. </em></p>
<p><strong><em>My Space Value</em></strong><br />
Anderson dan DeWolfe membangun MySpace dengan prinsip <em>user control, grass roots</em> <em>growth</em> dan <em>authenticity. </em> Dapat dibilang website ini diatur oleh para pengguna. Namun idealisme ini terpaksa berkompromi dengan kehadiran News Corp milik Rupert Murdoch yang ingin membuat MySpace bersahabat dengan para pengiklan. Perubahan ini mendapatkan reaksi dengan keberadaan halaman profil FUQ Rupert dan profil serupa. Kedekatan dengan pengguna juga diupayakan dengan cara siapapun yang bergabung dengan MySpace otomatis akan menjadi teman Anderson (sang pembuat MySpace)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/off-duty-obsessions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>YouTube The Price Is Right</title>
		<link>http://think.web.id/brain/youtube-the-price-is-right/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/youtube-the-price-is-right/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2007 07:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[User Generated Content]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah perusahaan kecil, dibuat oleh orang pegawai PayPal di bulan Februari 2005, dengan menggunakan teknologi Adobe Flash untuk mendisplay video. Kini sudah memiliki 67 pegawai dan didaulat oleh majalah Time sebagai &#8220;Invention of the Year&#8221; di tahun 2006. Percaya atau tidak, kondisi YouTube dimasa awal beridir agak mirip dengan kondisi TW sekarang. Kalau kebetulan mampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/02.jpg"><img src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/02.jpg" align="left" hspace="10" vspace="10" /></a>Sebuah perusahaan kecil, dibuat oleh orang pegawai PayPal di bulan Februari 2005, dengan menggunakan teknologi Adobe Flash untuk mendisplay video. Kini sudah memiliki 67 pegawai dan didaulat oleh majalah Time sebagai &#8220;<em>Invention of the Year</em>&#8221; di tahun 2006. Percaya atau tidak, kondisi YouTube dimasa awal beridir agak mirip dengan kondisi TW sekarang. Kalau kebetulan mampir di markas YouTube di Silicon</p>
<p>Valley, kita akan menemukan 60 pegawai yang harus berbagi 10 line telpon berdesakan diatas sebuah pizaria di daerah San Mateo. Namun ternyata perusahaan ini berhasil terjual sebesar 1,65 milyar dollar. Apa rahasianya dan bagaimana pertempuran sebenarnya? Nikmati perjuangan singkat YouTube meluluhkan hati Google berikut ini</p>
<p><em>Siapa saja pihak yang terkait dalam pertempuran ala YouTube?</em><br />
The founders, Chad Hurley dan Steve Chen harus berurusan dengan media besar lainnya yang isi medianya masuk ke dalam YouTube Media firms, yang ini terbagi dua menjadi media firms yang akhirnya bekerja sama seperti NBC dan Warner dan juga media firms yang malah menuntut seperti Universal Advertisers, studio besar dan juga perusahaan videogame sangat tertarik dengan basis audience YouTube yang sangat besar. Other Online Competitors, seperti Yahoo, Myspace, dan microsoft kini memiliki servis video user-generated sendiri</p>
<p><em><br />
Tantangan yang harus dilalui: </em></p>
<p>1.Kesuksesan ini bukan berarti tanpa halangan, karena walaupun pada akhirnya salah satu label besar, yaitu Warner musik memutuskan untuk bekerja sama, walau situs ini pernah memberikan akses gratis pada lagu dan video dari artis Warner, termasuk Madonna dan Green Day, pada 34 juta penggunanya. Namun YouTube masih harus menghadapi tiga label besar lainnya termasuk Vivendi Universal Music Group sebagai label terbesar. Salah satu usaha YouTube untuk mengatasi hal ini adalah dengan secara cepat menurunkan material yang dianggap menyalahi aturan copyright. Bagi para ahli hukum, tindakan ini dikategorikan sebagai &#8220;safe harbor&#8221; dalam Digital millennium Copyright Act 1998. Selai itu mereka juga menggunakan teknologi fingerprinting untuk mengetahui apakah ada lagu yang diupload merupakan lagu-lagu milik Warner.</p>
<p>2.Bagaimana menggunakan momentum dan audience untuk menemukan model bisnis yang dpat dipergunakan, di tahun kedua keberadaannya, perusahaan ini baru mulai menghadirkan cara beriklan lain dari banner ad.</p>
<p>3. Bisnis yang mahal, walau YouTube sudah berhasil mendapatkan sokongan dana 11,5 juta dollad dari Sequuoia Capital namun biaya operasionalnya membengkak beberapa kali lipat, walau angka pasti tidak didapatkan namun dari perbandingan dengan bisnis serupa maka angka yang diperlukan untuk dapat streaming 100 juta video sehari melalui internet ternyata ada diatas angka 2 juta dollar per bulan. Ini disebut sebagai the winner curse, karena semakin populer YouTube maka penyimpanan dan video servis akan menjadi semakin mahal.</p>
<p>4. Kompetisi yang semakin ketat. Kesuksesan YouTube mampu menarik perhatian para pemain lain ke servis video sharing. Microsoft akhirnya membuat servise video sharing, Soapbox. Parahnya para raksasa internet ini memiliki modal yang cukup untuk membuat produk yang lebih baik dari YouTube dan mereka memiliki kerjasama ynag baik dengan media companies yang sekarang banyak menuntut YouTube.</p>
<p><em><br />
Mengapa Google tertarik?</em><br />
Google berusaha untuk membuat cara inovatif untuk menjual iklan pada ribuan bahkan jutaan anak muda yang menggunakan YouTube dan juga untuk semakin meningkatkan layanan Google dengan menghadirkan hasil search berupa video.</p>
<p><em><br />
Is It Worthed?</em><br />
Apakah deal senilai 1.65 milyar US Dollar terlalu banyak untuk sebuah perusahaan yang baru berusia 2 tahun dan belum memiliki keuntungan? Mungkin memang tidak masuk akal bila dilihat dari hitungan dollar, namun bila dilihat dari Google dollar semua itu masuk akal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/youtube-the-price-is-right/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cult Brand</title>
		<link>http://think.web.id/brain/cult-brand/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/cult-brand/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2007 07:51:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[CRM]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[(Contoh kasus Jones Soda) Keberadaan website sebagai salah satu pendukung pemasaran terlihat dari penggunaannya oleh Van Stolk untuk produk Jones Soda miliknya. Ia menyerahkan masa depan produk ke tanggan pelanggan dan memulainya dengan membuka situs Jones Soda di tahun 1997. Ratusan saran masuk dari pelanggan dan Van Stolk dengan cepat menyesuiakan produk dengan saran yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Contoh kasus Jones Soda)</p>
<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/jones-soda.jpg"><img src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/jones-soda.jpg" align="left" hspace="10" vspace="10" /></a>Keberadaan website sebagai salah satu pendukung pemasaran terlihat dari penggunaannya oleh Van Stolk untuk produk Jones Soda miliknya.  Ia menyerahkan masa depan produk ke tanggan pelanggan dan memulainya dengan membuka situs Jones Soda di tahun 1997.</p>
<p>Ratusan saran masuk dari pelanggan dan Van Stolk dengan cepat menyesuiakan produk dengan saran yang diberikan pelanggan, bahkan nama-nama aneh seperti Whoop Ass dan MF Grape juga diambil sebagai nama produk. Memang, Jones Soda dikenal dengan rasanya yang kadang agak aneh dan diluar pakem minuman ringan. Di bulan November 2003, Jones pernah memperkenalkan minuman soda rasa Turkey dan Gravy untuk memperingati perayaan Thanksgiving. Di luar dugaan, permintaan pasar sangat banyak dan Jones soda dengan rasa Turkey dan Gravy habis dalam waktu singkat. Judul-judul rasa lain yang tak kalah uniknya juga bermunculan, seperti Chocolate Fudge; Love Potion #6 yang dikeluarkan khusus menjelang Valentine; FuFu Berry; Happy; Pineapple Upside Down; Berry White (tribut untuk penyanyi Barry White); Fu Cran Fu; Fun; Bada Bing!; Purple Carrot; and Lemon Drop Dead.</p>
<p>Selain itu kutipan keberuntungan juga dihadirkan di bawah tutup botol Jones Soda, kutipan keberuntungan ini sekali lagi didapat oleh Jones Soda melalui websitenya. Selain itu Jines soda juga secara berkala mengubah foto dalam label botolnya, dan mendorong pelanggan untuk mengirimkan foto favorit mereka lewar internet dan mengizinkan orang untuk memesan 12 pak soda dengan label costimized.</p>
<p>Disini website dipergunakan sebagai salah satu upaya untuk menyelaraskan diri dengan konsumen (yang kebetulan adalan anak muda), disini produk berusaha untuk menjadi real dan bukan hanya mengatakan bahwa produknya merupakan produk real yang memahami konsumen.</p>
<p>Karena kesempatan inilah, pelanggan merasa terlibat memiliki merek. Brand Cult berhasil dicapai melalui hubungan yang mendalam dengan pelanggannya. Brand Cult dapat dihubungkan dengan loyalitas pelanggan terhadap brand. Brand Loyalty merupakan suatu ukuran keterikatan pelanggan kepada sebuah brand. Seorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu brand, tidak akan dengan mudah memindahkan pembeliannya ke brand lain, apapun yang terjadi dengan brand tersebut. Pelanggan yang loyal biasanya akan melanjutkan pembelian brand tersebut meskipun dihadapkan pada banyak alternatif brand-brand dari produk pesaing yang menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul.</p>
<p>Special Note: Website dapat membantu proses pembentukan Brand Cult ataupun brand loyalty, dengan menggabungkan strategi marketing yang jitu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/cult-brand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Hype nya Mereda</title>
		<link>http://think.web.id/brain/ketika-hypenya-mereda/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/ketika-hypenya-mereda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2007 07:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bermain-main dengan beragam fitur, di tahun 2007 Web.2.0 sepertinya akan mengubah mainstream yang sekarang ada di masyarakat kita. Web 2.0, sebuah terminologi yang dipilih oleh tim O&#8217;Reilly seorang publisher dari San Fransisco di tahun 2003 untuk mendeskripsikan halaman website yang lebih dinamis. Memasuki tahun 2007 sudah ada 400 lebih situs social networking, semua mencoba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah bermain-main dengan beragam fitur, di tahun 2007 Web.2.0 sepertinya akan mengubah mainstream yang sekarang ada di masyarakat kita. Web 2.0, sebuah terminologi yang dipilih oleh tim O&#8217;Reilly seorang publisher dari San Fransisco di tahun 2003 untuk mendeskripsikan halaman website yang lebih dinamis.</p>
<p>Memasuki tahun 2007 sudah ada 400 lebih situs social networking, semua mencoba untuk menjadi the next MySpace, lebih dari 200 situs web-video yang kesemuanya mencoba untuk menjadi the next YouTube dan lebih dari 300 social bookmarking dan masih ada ratusan situs meta (percobaan) dan situs yang menghadirkan daftar hyperlink.</p>
<p>Secara retoris, para entrepreneur berkilah bahwa mereka akan mendapatkan uang dari pemasang iklan, namun pada kenyataannya kebanyakan dari mreka berharap agar website yang dibuat dapat laku terjual pada pemain raksasa seperti Google, Yahoo!, News Corporation atau para pemain raksasa lainnya.</p>
<p>Ironi terus berlanjut kali ini dalam hal filosofi, etos dari Silicon Valley sebenarnya adalah libertarian dan juga individualis, kini menjadi kolektif di bawah bendera web 2.0. Sementara itu, seluruh dunia kini mulai mengenal kata-kata blog, wiki dan podcast untuk pertama kalinya dan akan mulai mempergunakan  media baru ini karena teknologi ini menjadi semakin mudah dan ada dimana-mana, seperti halnya teknologi email menjadi semakin mudah dan ada dimana-mana hanya ketika Hotmail membuatnya demikian di tahun 1997.</p>
<p>Masyarakat yang tadinya tidak mengerti teknologi akan menghabiskan waktu lebih banyak di depan komputer dan menjadi programmer TV dan radio, mendengarkan dan memilih sendiri entertainment yang mereka inginkan di dalam iPod mereka dan secara perlahan akan kehilangan interest mereka pada mass emdia dan beralih ke personal media.</p>
<p>Mereka juga akan berubah menjadi kreator, bahkan pasangan muda akan membuat isi media mereka sendiri (foto dan video anak) yang dapat dilihat oleh para penonton, dalam hal ini adalah para kakek-nenek. Semakin banyak pemain amatir akan mendapatkan ketenaran melalui kreativitas mereka di website. Namun yang perlu diingat adalah untuk menghasilkan isi yang baik memakan waktu yang tidak sedikit dan juga memerlukan kesetiaan (lebih jauh dari sebuah webcam dan koneksi broadband) dan kemudian akan memilih jalan lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/ketika-hypenya-mereda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alat Ukur Dunia Digital</title>
		<link>http://think.web.id/brain/alat-ukur-dunia-digital/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/alat-ukur-dunia-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jan 2007 08:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Statistic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis harus selalu dapat diukur. ROI, setidaknya inilah standar yang harus diperhitungkan oleh para pemasar dalam memilih media yang tapat. Bila media konvensional memiliki perhitungan seperti CPM, CPRP, dan lainnya untuk mengukur seberapa efektif sebuah promosi menyentuh per head. Bagimana dengan internet? Malcolm Spry, Direktur AGB Nielsen Media Research mengemukakan bahwa “memasukkan internet sebagai bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bisnis harus selalu dapat diukur. ROI, setidaknya inilah standar yang harus diperhitungkan oleh para pemasar dalam memilih media yang tapat. Bila media konvensional memiliki perhitungan seperti CPM, CPRP, dan lainnya untuk mengukur seberapa efektif sebuah promosi menyentuh per head. Bagimana dengan internet?</p>
<p>Malcolm Spry, Direktur AGB Nielsen Media Research mengemukakan bahwa “memasukkan internet sebagai bagian dari layanan standar people meters yang mengukur baik streaming video maupun page views merupakan target Nielsen”.  Dalam tahap pertama, Nielsen akan menggabungkan data dari responden people meters TV panel dengan data Nielsen/Net Rating Internet Panels, data inilah yang akan menjadi alat perencanaan yang penting, yang memungkinkan biro iklan dan pengiklan mengoptimalkan kampanye TV dan Internet.</p>
<p>Nielsen juga berencana untuk memasang panel tunggal yang didasarkan pada sample people meter yang kini tersedia. Piranti lunak pengukuran di komputer pribadi akan dipasang di rumah-rumah panel people meter. Bila cara <em>people meter</em> yang dipergunakan maka ada beberapa hal yang perlu diwaspadai karena salah satu masalah yang ada adalah  kenyataan bahwa sample yang diambil Nielsen hanya berasal dari 9 kota besar di Indonesia dan Nielsen mengukur penggunaan media online dengan people meter (hal ini hanya mengukur sepersekian persen dari total pengguna).</p>
<p>Beralih dari Nielsen, pengukuran online yang banyak dipergunakan  secara umum (termasuk oleh Think Web) adalah dengan menggunakan Awstats dan Webalizer. Namun kedua sistem ini, ternyata menghasilkan hasil yang sedikit berbeda.</p>
<p>Alasannya, kemungkinan besar algoritma yang dipergunakan untuk menghitung visit dan hits dalam kedua pengukuran ini berbeda. Misalnya; Webalizer tidak membedakan pengunjung yang merupakan human visitors dengan automated requests (bots etc.), sedangkan AWStats *berusaha* untuk membedakan diantara kedua pengunjung tersebut. Ini berarti hits (perhitungan) dalam webalizer kemungkinan akan lebih tinggi dibanding hits yang dihasilkan oleh AWStats.</p>
<p>Namun pertanyaan selanjutnya adalah apakah hits dan visit yang menjadi dasar perhitungan itu tepat? Seorang programer berpendapat bahwa saat ini yang menjadi benchmark bukan lagi hits yang dihasilkan melainkan hasil konversi yang ada. Hits (terutama pagehits) merupakan cara abad 20 untuk mendapatkan perhatian para pengiklan, namun belakangan yang terpenting adalah mengenai pola prilaku dan juga mengenai manusia (pengguna).</p>
<p>Bagaimana mempelajari trend? Untuk yang mau memperdalam masalah statistik ini, mungkin bisa melakukan browsing pribadi ke <a href="http://www.clicktracks.com/" target="_blank">http://www.clicktracks.com/</a> atau <a href="http://www.visitorville.com/" target="_blank">http://www.visitorville.com/</a> untuk memperkaya analisa trend pengguna (keduanya adalah penyedia jasa perhitungan statistik dari sisi trend). Mengenai alat ukur apa yang sebaiknya dipergunakan, saran kami adalah untuk <em>stick to one </em><em>method of statistic counter</em>, untuk alasan konsistensi perbandingan pola netters. Kalau alat ukur berubah setiap bulan, hasil pengukuran yang dihasilkan tidak dapat diukur realibilitasnya (karena standar algoritma yang berbeda akan menghasilkan benchmark hitungan yang berbeda).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/alat-ukur-dunia-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluang Pasar di 2007</title>
		<link>http://think.web.id/brain/peluang-pasar-di-2007/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/peluang-pasar-di-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2007 07:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[&#160; (disadur dari Cakram 274) Data Nielsen Media Research (NMR) mengenai trend belanja iklan dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan (simak image 1), namun bila dilihat dari persentase pertumbuhan seperti data yang dikeluarkan oleh data Adquest Millenium dalam peridoe yang sama, disebutkan bahwa belanja iklan mengalami pertumbuhan yang menurun bila dilihat dari gross advertising [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">&nbsp;</p>
<p>(disadur dari Cakram 274)</p>
<p>Data Nielsen Media Research (NMR) mengenai trend belanja iklan dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan (simak image 1), namun bila dilihat dari persentase pertumbuhan seperti data yang dikeluarkan oleh data Adquest Millenium dalam peridoe yang sama, disebutkan bahwa belanja iklan mengalami pertumbuhan yang menurun bila dilihat dari <em>gross advertising expenditure</em> yang dari tahun 2000-2004 bisa naik di atas 25% dan di tahun 2005 kenaikannya hanya 17%.</p>
<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/011.jpg"><img src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/10/011.jpg" /></a></p>
<p>Celah pasar di tahun 2007 mencuat karena banyak pengiklan memotong dana promosi dan pola media yang mulai berubah dari media konvensional menjadi terjadinya kolaborasi antara media konvensional dan non konvensional.</p>
<p>Beberapa prediksi dikemukakan seperti prediksi yang dibuat oleh Amalia Susilowati, Director of Client Service and Strategic planning Euro RSCG AdWork!, peta strategi komunikasi akan berubah cukup signifikan dimana ATL akan terpangkas dan kegiatan BTL akan menjadi primadona.</p>
<p><strong><br />
Special Note: Walau pertumbuhan belanja iklan mengalami decreasing trend, namun peluangnya masih tetap ada karena angka belanja iklan masih </strong><strong>menunjukkan jumlah yang tinggi. Selain itu pola konsumsi media yang berubah (terjadinya kolaborasi media konvensional dan non konvensional) </strong><strong>juga menjadi sebuah kesempatan tersendiri, belum lagi kehadiran BTL yang akan semakin bersinar di 2007. </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/peluang-pasar-di-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Generasi Baru Digital Asia</title>
		<link>http://think.web.id/brain/mengenal-generasi-baru-digital-asia/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/mengenal-generasi-baru-digital-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2007 07:04:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sebuah riset dari Synovate Young Asians (Taken from Cakram 274) Bekerjasama dengan MTV, Microsoft Digital Advertising Solutions dan Yahoo!, riset ini berusaha mengungkap benak dan kebiasaan kalangan muda pengguna internet Asia. Riset ini menggambarkan secara komprehensif kehidupan anak muda Asia dari usia delapan hingga 24 tahun dari kepemilikan produk, kebiasaan belanja, merek favorit, idola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">&nbsp;</p>
<p><strong>Sebuah riset dari Synovate Young Asians (Taken from Cakram 274)</strong></p>
<p>Bekerjasama dengan MTV, Microsoft Digital Advertising Solutions dan Yahoo!, riset ini berusaha mengungkap benak dan kebiasaan kalangan muda pengguna internet Asia. Riset ini menggambarkan secara komprehensif kehidupan anak muda Asia dari usia delapan hingga 24 tahun dari kepemilikan produk, kebiasaan belanja, merek favorit, idola dan aspirasi mereka.</p>
<p>Sebanyak 11.590 anak muda menjadi responden riset, tersebar di Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand.</p>
<p>81% remaja memanfaatkan akses internet untuk mencari informasi<br />
76% untuk berinteraksi<br />
72% untuk download musik, video atau software<br />
68% untuk mesin pencari<br />
52% untuk mendengarkan radio/musik<br />
41% untuk bermain games online</p>
<p>Dalam satu hari remaja menghabiskan  3 jam untuk IM (instant massaging:YM, MSN dan lainnya), 1,5 jam untuk email dan 1,4 jam untuk beraktivitas dalam komunitas online).  Rata-rata remaja mengakses internet 4,8 kali dalam satu pekan. Dua pertiga responden usia 15-24 tahun mengakses internet setiap hari</p>
<p>Kepemilikan barang:<br />
46% responden memiliki komputer sendiri<br />
19% responden memiliki konsol game<br />
16% responden memiliki kamera digital<br />
56% responden memiliki telepon seluler<br />
34% responden memiliki MP3</p>
<p>Karakteristik:<br />
60% memilih menjadi pemimpin daripada pengikut<br />
47% gampang bosan<br />
46% harus menabung sebelum membeli barang mahal dan<br />
34% meminta uang pada orang tua untuk membeli barang mahal</p>
<p><strong>Special Note: Pasar anak muda terbukti menjadi pasar potensial untuk ‘didekati’ lewat media online, dilihat dari hal kepemilikan barang dan juga </strong><strong>kegiatan mereka dalam mengakses internet. Namun bila dilihat dari karakteristiknya, ada satu hal yang perlu diwaspadai, yaitu sifat anak muda </strong><strong>yang gampang bosan. </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/mengenal-generasi-baru-digital-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

