<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web &#187; Internet Marketing</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/tag/internet-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Social Media Marketing</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/12/22/social-media-marketing/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/12/22/social-media-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[photo credit: Matt Hamm Wikipedia.org: Social Media Marketing is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers. Itu adalah potongan definisi dari Social Media Marketing yang didapat dari Wikipedia.org. Nah tapi apa sebenernya Social Media itu? Mudah nya Social Media [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Jump on the social media bandwagon" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none" src="http://farm4.static.flickr.com/3285/2945559128_53078d246b_m.jpg" border="0" alt="Jump on the social media bandwagon" width="240" height="201" /></a><br />
<a title="Attribution-NonCommercial License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Matt Hamm" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank">Matt Hamm</a></p>
<blockquote><p>Wikipedia.org:</p>
<p><strong>Social Media Marketing</strong> is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers.</p></blockquote>
<p>Itu adalah potongan definisi dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">Social Media Marketin</a><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">g</a> yang didapat dari <a href="http://Wikipedia.org" target="_blank">Wikipedia.org</a>.</p>
<p>Nah tapi apa sebenernya Social Media itu?<br />
Mudah nya Social Media adalah media untuk bersosialisasi dengan pihak lain. Walaupun sebenernya yang namanya media untuk bersosialisasi ya berarti media apapun termasuk Telephone, Mobile Phone atau apapapun, saat ini yang dimaksud dengan Social Media adalah lebih kepada website-website dengan konsep Web 2.0.</p>
<p>Kalau pada era Web 1.0 bentukan Social Media juga sudah ada, misalnya seperti Mailing List pada Yahoogroups atau lainnya, tapi di era Web 2.0 bisa dibilang bahwa bentukan Social Media justru menjadi dasar dari keberadaan sebuah website.</p>
<p>Berikut salah satu slide yang saya temukan di <a href="http://slideshare.net" target="_blank">Slideshare.net</a></p>
<p>[slideshare id=496437&amp;doc=whatthefissocialmedia070208-1215026815612657-8&amp;w=425]</p>
<p>Dengan maraknya Social Media saat ini, banyak pihak yang berpendapat bahwa era baru dalam Internet Marketing sudah dimulai. Kalau beberapa tahun ini SEM (Search Engine Marketing) atau melakukan program (internet) merketing menggunakan jalur Search Engine banyak digunakan oleh banyak pihak, mulai tahun ini dan beberapa tahun kedepan yang akan menjadi unggulan adalah <strong>Social Media Marketing (SMM)</strong>.<br />
Pada dasarnya sebabnya sama, dimana orang banyak melakukan aktivitas di internet, disitulah tempat yang efektif untuk melakukan strategy marketing.</p>
<p>Inti dari Social Media Marketing adalah melakukan marketing di Social Media. Dan tidak hanya sekedar melakukan sesuatu tapi juga menghubungkan antara satu social media dengan social media yang lainnya sehingga network yang terjadi menjadi maksimal. Hal yang perlu untuk dijalankan antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Tidak sekedar paid posting ada sebuah Blog (advetorial), tapi juga menghubungkan posting itu dengan Social Media channel lainnya.</li>
<li>Pada posting blog mengunakan foto dari gallery yang dibuat di Flickr, begitu juga dengan video dari YouTube.</li>
<li>Melakukan tagging pada photo/notes di Facebook.</li>
<li>Melakukan activity-activity yang menggunakan channel dari Social Media.</li>
<li>Etc.</li>
</ul>
<p>Hal yang penting dalam melakukan program Social Media Marketing adalah dengan menentukan channel-channel yang tepat, benar-benar terjun didalamnya dan berdasar pada strategy yang tepat.</p>
<p>Embrace the Social Media Marketing!</p>
<blockquote><p>Anan&#8217;s Think:</p>
<p>Untuk menjual sesuatu kita butuh <em>a place to sell</em>. Untuk mewartakan sesuatu kita butuh tempat untuk berbicara. Sebuah mall yang tingkat visitornya tinggi tentu saja akan lebih menguntungkan bagi pemilik toko. Kalau kita ingin untuk berinteraksi di dunia maya, berbicara di ranah social media sepertinya memang merupakan pilihan yang tepat karena tempat ini sudah dipenuhi oleh pengguna internet.</p>
<p>Dan yang hadir dalam social media bukan sembarang pengguna internet, namun mereka yang termasuk golongan aktif. Golongan yang akan sangat bermanfaat bagi mereka yang melakukan Social Media Marketing. Golongan ini aktif dalam berkomunikasi, aktif dalam menyumbangkan sesuatu, aktif dalam merekomendasikan sesuatu.</p>
<p>Bagaimana memanfaatkan golongan yang aktif ini? Lakukan Social Media Marketing dengan melakukan <em>Smart Moves</em>!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/12/22/social-media-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think.Web @ Hard Rock FM: Online Outlook 2009</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/12/21/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/12/21/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 05:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Show]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Trend berubah sebegitu cepatnya? Iya! Dan untuk ukuran dunia maya, percepatan pertumbuhan teknologi itu berkembang secara eksponensial (Moore’s Law). Setiap menit muncul website baru di dunia maya yang juga menawarkan cara baru untuk berinteraksi atau berkominikasi. Ini berarti setiap harinya ada ratusan kesempatan bagi trend dunia online untuk berubah. Pandji: Untuk tahun 2009 kira-kira apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trend berubah sebegitu cepatnya? Iya! Dan untuk ukuran dunia maya, percepatan pertumbuhan teknologi itu berkembang secara eksponensial (Moore’s Law). Setiap menit muncul website baru di dunia maya yang juga menawarkan cara baru untuk berinteraksi atau berkominikasi. Ini berarti setiap harinya ada ratusan kesempatan bagi trend dunia online untuk berubah.</p>
<p><em>Pandji: Untuk tahun 2009 kira-kira apa yang akan jadi trend dunia online?</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Walau kita bukan cenayang, tapi kurang lebih ada beberapa hal yang memang akan menarik untuk dibicarakan. Secara overall ini seperti kancah tangga lagu top 40 ada mereka yang naik, ada yang turun ada yang posisinya tetap dan tentunya ada juga pendatang baru.</p>
<p><em>Pandji: Yang naik?</em></p>
<p><strong>Anan: </strong>Hal yang pastinya akan naik</p>
<ul>
<li>Internet User<br />
Kenapa kita bilang trendnya akan naik? Karena Indonesia is the 4th most populated country in the world (237.512.355)dan  Indonesia has now approximately 25.000.000 online user, 5th in Asia.<br />
dari dua fakta diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa</p>
<ul>
<li>Existing User<br />
Indonesia adalah negara pengakses internet terbesar di Asia Tenggara lebih dari negara tetangga seperti<br />
Thailand 13 million<br />
Singapore 2 million<br />
Philippines 14 million<br />
Malaysia 14 million</li>
<li>Potential<br />
Dengan 25 juta pengguna, jumlah ini hanya  10,5% dari total populasi Indonesia. Karena itu juga pengguna internet di Indonesia itu masih akan tumbuh 89,5% lagi.</li>
<li>User Growth<br />
Dalam sepuluh tahun terakhir ini, 1998-2008, Indonesia memiliki pertumbuhan internet user yang cukup tinggi yaitu 1150%.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Video Content<br />
Yup video content sepertinya akan jadi semakin booming, karena sekarang perangkat yang ada memungkinkan kita untuk dengan mudahnya merekam sebuah peristiwa dan menguploadnya ke internet. Karena dua syarat utama sebenarnya sudah ada:<br />
<em>Every mobile phone is Video Cam enable</em><br />
Karena kemudahan ini, proses rekam video bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan hampir untuk semua kejadian.<br />
<em>More Internet Speed</em><br />
Belakangan, provider internet berlomba untuk memberikan layanan dan servis terbaik dengan harga terjangkau. Gaya promosi yang sudah hampir sama dengan gaya promosi di dunia telekomunikasi ini bisa dibilang sebenarnya menguntungkan bagi pengguna.  Beberapa waktu yang lalu harga koneksi di Indonesia bisa dibilang merupakan harga termahal di daerah Asia. Namun kini penurunan harga dan menaikkan bandwidth dan speed sedang dilakukan oleh para provider. Koneksi yang semakin cepat ini menjadi salah satu pendukung berkembangnya content video</li>
</ul>
<ul>
<li>Transparency (brand)<br />
Brand yang berada di dunia online juga dituntut untuk menjadi lebih transparan, lebih dinamis dan bisa berinteraksi dengan target audiencenya</li>
</ul>
<ul>
<li>Connect Anywhere<br />
Blackberry Officially in Indonesia<br />
Bb Connect on other mobile phone<br />
Kedua hal ini memudahkan para pengguna untuk tap into the online world kapanpun! Pantau email kantor dari manapun, komunikasi dengan teman dan kolega via IM, eksis di social network via small application (twitterberry atau facebook mobile) dan juga yang paling bermanfaat RSS feed dan Online browsing.</li>
</ul>
<p><em>Pandji: Kalau ada yang naik, pastinya juga ada yang turun. Kalau yang turun apa?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong> Internet Connection Price! Akan terjadi perang harga. Kita sudah sempat mention tadi bahwa memang Provider internet tertular gaya provider telco yang sekarang sedang melakukan perang harga. Salah satunya sekarang memberikan diskon di kisaran 40-60an% untuk servisnya. Bahkan salah satu provider internet yang kita pakai juga melakukan hal yang sama, bedanya mereka tidak menurunkan harga tetapi menaikkan service denga harga yang sama.<br />
Porn Site. Untuk porn site sebenarnya kita sudah sempat mention di pembahasan kita sebelumnya.</p>
<ul>
<li>Pencarian mengalami penurunan sebanyak 10 percent dari rata-rata 20 percent. Apa yang dapat menggantikan adult entertainment? The hottest Internet searches now are for social networking sites</li>
<li>Semakin tinggi traffic social networking, traffic ke situs adult entertainment akan semakin berkurang. Fakta ini mengungkap kenyataan baru, generasi muda kita, kelompok umur 18-24 tidak lagi sibuk mencari adult material, karena mereka sibuk eksis di social network.</li>
</ul>
<p><em>Pandji:  Kalau tadi naik dan turun, yang tetap ada ngga?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong> Yang tetap di 2009 adalah Portal Web. Keberadaan portal web masih akan mewarnai dunia online di tahun 2009. Walaupun kemunculan pemain barunya sedikit, tapi sepertinya mereka yang memang sudah ada masih akan memegang peranan penting dengan 2 pemain besar saat ini: Detik dan Kompas</p>
<p><em>Pandji: Kalau sesuatu yang baru di 2009?</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Yang Baru adalah Multi touch.</p>
<p><em>Pandji: Untuk 2009, online earning via online apakah masih big hit?</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Sepertinya iya karena 2 alasan besar: Global Crisis dan Payment Gateway<br />
Global crisis akan memaksa orang untuk mencari penghasilan tambahan mereka dengan cara yang baru. Dan internet merupakan sebuah ladang luas yang dapat dimasuki.<br />
<em>Pandji: Ada lagi ga yang lain? Untuk 2009</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Social Media</p>
<ul>
<li>Mobile application<br />
Mobile application sebenarnya membuat update social media menjadi 100% lebih mudah. Facebook misalnya, dengan applikasi facebook mobile, kita bisa dengan mudah approve/reject teman, change stat, upload photo, etc.</li>
</ul>
<ul>
<li>Communication tools<br />
Social media menjadi salah satu bagian penting dari habit orang ketika online karena social media membantu kita untuk berkomunikasi. Contoh dengan mengganti status saya di Facebook semua teman saya jadi tahu apa yang sedang terjadi dengan saya, even saudara dan teman dekat tahu update terkini saya dari Facebook.</p>
<p>Mengatur sebuah pertemuan jadi lebih mudah. Beberapa kali saya mengatur jalan-jalan dengan teman atau kumpul-kumpul dengan bantuan FB atau conference YM.</li>
</ul>
<ul>
<li>Branding Media<br />
<em>Be Wise</em><br />
Melakukan branding di dunia online bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi di social media dimana transparansi menjadi raja dan feedback menjadi sesuatu yang dapat menguntungkan sekaligus merugikan. Karena berkembangnya Social Media,</p>
<p>Brand tidak lagi bisa diam dan memilih untuk tidak mendengar/tidak mau tahu. Karena bila mereka masih memutuskan untuk melakukan hal ini, opini pasar tetap akan terbentuk dan brand tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan value mereka</p>
<p>Brand dapat memilih untuk berkomunikasi dan walaupun mereka dapat berkomunikasi secara aktif. Kebanyakan dari brand yang ada masih memilih untuk ”mendengar” saja dan tidak berbicara secara komunikatif dengan pasar.</p>
<p>Atau Brand dapat memilih untuk terlibat langsung dalam proses komunikasi. Brand dapat langsung mengkomunikasikan solusi atau permintaan maaf ke target marketnya.</p>
<p><em>Be Nice</em><br />
Berkomunikasi dengan terbuka nampaknya memang mampu membawa positive impact bagi brand. 2 brand besar di Amerika sudah melakukannya dengan Dell Ideastorm dan My Starbucks Idea,  disini semua orang bisa ngasih usul seputar brand dan Dell/Starbuck benar-benar memberikan reply terhadap usul-usul tersebut. Starbucks juga punya Twitters yang mewartakan mengenai apa yang terjadi di My Starbucks Idea.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/12/21/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Nama Domain</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 14:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik untuk menarik <em>audience</em>. </p>
<p> </p>
<p>Ada beberapa alasan mengapa pemilihan nama domain menjadi sesuatu yang penting:</p>
<p><strong>01. Menggunakan kata yang sudah dikenal umum atau kata yang sering dijadikan keyword brand kita akan sangat menolong mendatangkan traffic direct ke dalam situs.</strong><strong> </strong><br />
Selain itu, mereka yang masuk direct ke dalam situs memiliki kualitas yang lebih baik. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh WebSideStory menunjukkan bahwa visitor yang masuk melalui URL direct 2x lebih berkualitas dalam melakukan action (melakukan klik, memberikan komentar, mengikuti quiz, etc) daripada mereka yang masuk melalui search engine atau masuk melalui refferer lain.  <br />
Mereka yang menggunakan keywords sebagai nama situs antara lain:<br />
- Calvin Klein -&gt; <a href="http://www.underwear.com" target="_blank">underwear.com</a><br />
- Johnson &amp; Johnson -&gt; <a href="http://www.baby.com" target="_blank">baby.com</a></p>
<p> </p>
<p><strong>02. Bila kampanye online didasari sebuah kampanye singkat (Quiz atau hal sejenis), pemasar bisa lebih kreatif sesuai dengan ide yang ditawarkan dalam kampanye singkat tersebut.</strong><br />
Misalnya:<br />
- Burger King -&gt; <a href="http://www.subservientchicken.com" target="_blank">subservientchicken.com<br />
</a>- Wrigley -&gt; <a href="http://www.candystand.com" target="_blank">candystand.com</a><br />
Nama-nama seperti ini akan mengajak dan membangun rasa penasaran target market. Target market akan lebih tertarik untuk membuka candystand.com dibanding wrigley.com. </p>
<p> </p>
<p><strong>03. Selain itu perhatikan juga pemilihan nama. </strong><br />
Ada beberapa kata yang bila digabung memiliki arti lain. Misalnya sebuah perusahaan database artis Who Represents, ingin menggunakan brandnya secara online dan memilih whorepresents.com (kata who dan represent bila digabung ternyata membentuk arti lain).</p>
<p> </p>
<p><strong>04. Selain itu yang perlu juga diperhatikan, walau isi kampanye online pada akhirnya merupakan penentu dalam sukses tidaknya sebuah kampanye, memilih nama domain yang pas juga membantu untuk membangun traffic masuk ke dalam situs.</strong></p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Tentunya hal ini juga berlaku untuk nama domain dengan bahasa Indonesia. Namun jadi sedikit masalah kalau nama Brand nya adalah International sedangkan yang initiate membuat website nya dari Indonesia.<br />
Atau mungkin ya hanya sekedar dibuat untuk kepentingan redirect aja. Yang penting mudah diingat, gampang disebut. </p>
<p>Coba buat orang Indonesia mana yang lebih cepet nempel: <a href="http://www.disingkat.com" target="_blank">disingkat.com</a> atau <a href="http://www.tinyurl.com" target="_blank">tinyurl.com</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posisi Penting Sosial Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 11:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana. Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka.  Pertanyaan besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana.</p>
<p>Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka. </p>
<p>Pertanyaan besar yang ada kemudian adalah: <em>&#8220;bagaimana hasilnya?&#8221;</em></p>
<p>Salah satu kekuatan yang dimiliki adalah keberadaan natural seeding, posting pada blog dan social media optimizing ternyata memiliki Google rank yang lebih tinggi dibandingankan dengan sebuah situs korporat biasa. Selain itu keberadaan sebuah brand dalam social networking juga berakhir pada long tail (alias berbuntut panjang), dimana eksistensi brand berada dalam waktu yang cukup lama dalam dunia online.</p>
<p>Sebuah studi yang dilakukan oleh JupiterResearch memperlihatkan bahwa 22% dari responden yang diresearch (para pengguna email) mengatakan bahwa mereka menggunakan situs sosial network untuk sarana komunikasi mereka yang utama (bukan lagi dengan menggunakan email). Funny thing is, hal ini terjadi pada diri gue sendiri. Sewaktu mau menggalang acara kumpul-kumpul buka puasa teman kuliah, instead of mengunakan SMS atau email, saya menggunakan inbox facebook tempat teman2 kuliah saya juga terdaftar. Lebih cepat dan efektif. </p>
<p><em>&#8220;Have you tried using Social Network to communicate? Coba deh, it worked for me, mungkin juga worked for you guys.&#8221;</em></p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Dari Social Media Marketing (SMM) kemudian lahir Social Media Optimizing (SMO) yang merupakan kegiatan dari Social Media Strategy (SMS).<br />
And I proudly to say the Think.Web as Social Media Evangelist. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trialogue</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/14/trialogue/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/14/trialogue/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 23:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Membacakan puisi, berdeklamasi atau membacakan cerita adalah beberapa dari kegiatan Monologue. Dimana ada seseorang yang bertugas menjadi source dan ada beberapa orang yang dengan setia mendengarkan dan mengambil peran sebagai receiver.  Jadi pola komunikasinya adalah: source -&#62; receiver Kalau bosan bermonologue, para pecinta sastra kemudian menghadirkan percakapan timbal balik dalam drama. Para aktorpun mulai berdialog. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membacakan puisi, berdeklamasi atau membacakan cerita adalah beberapa dari kegiatan Monologue. Dimana ada seseorang yang bertugas menjadi <em>source </em>dan ada beberapa orang yang dengan setia mendengarkan dan mengambil peran sebagai <em>receiver</em>. <em> </em><em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: source -&gt; receiver</strong></em></p>
<p>Kalau bosan bermonologue, para pecinta sastra kemudian menghadirkan percakapan timbal balik dalam drama. Para aktorpun mulai berdialog. Terjadi timbal balik gagasan dan ide antara satu orang <em>source </em>dan satu orang <em>receiver</em>. Ingat kata kuncinya ada di masalah timbal balik tadi.<em> </em><em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: source &lt;-&gt; receiver</strong></em></p>
<p>Kalau monologue dan dialogue di dunia sastra diambil untuk dunia online marketing. Campuran monologue dan dialogue terjadi silih berganti. Sebuah news di sebuah portal adalah monologue gaya online, sebuah chat room atau instant messenger adalah sebuah dialogue.</p>
<p> </p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/files/2008/09/03.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-336" src="http://think.web.id/brain/files/2008/09/03-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a></p>
<p> </p>
<p>Uniknya, dunia baru satu ini juga memungkinkan satu lagi jenis komunikasi baru. <em>Word of mouth</em> yang terjadi dalam dunia online. Peluncuran sebuah film misalnya, sebelum diluncurkan, sang pemilik film bermonolog, memperkenalkan filmnya. Para penerima pesan karena tertarik dengan monologue sang source kemudian berdialog, namun dialog disini terjadi diantara sesama <em>receiver</em>.  Dan yang menarik pada akhirnya <em>source </em>hanya perlu berkomunikasi pada beberapa <em>receiver </em>dan para <em>receiver </em>akan melakukan amplifikasi pesan terhadap sesama <em>receiver</em>.  <em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: seource -&gt; receiver dan receiver &lt;-&gt; receiver</strong></em>. Pola trialogue ini sebenarnya bisa diaplikasikan untuk bermacam brand, terutama ketika mereka melakukan promosi (produk baru, kemasan baru, servis baru, anything). </p>
<p>Bagaimana cara komunikasi seperti ini memberi manfaat kepada para pemasar online? Gampang, cobalah untuk melakukan online monitoring di social media, tempat user biasa berada. Kemudian lihat:</p>
<ul>
<li>Semakin positif komentar yang didapat dari amplifikasi pesan yang digaungkan oleh para <em>receiver</em>, maka semakin besar kemungkinan brand atau apapun yang dikomunikasikan oleh source akan sukses. </li>
<li>Selain itu semakin besar amplifikasi (dalam artian semakin banyak receiver yang membicarakan, diluar hasil positif atau negatif yang didapatkan), maka kemungkinan pesan yang dikomunikasikan sukses akan semakin besar lagi. </li>
</ul>
<p>Kalau belum terpanggil hatinya untuk bisa menciptakan trialogue dalam komunikasi online yang dipunya, wah sepertinya better start now. Karena terus terang, monologue sangat membosankan! Dialog bagus cuma terjadi di film karya segelintir sutradara bagus! Yang dibutuhkan adalah gosip terkini dari sekumpulan ibu-ibu penggosip! Be aware of this:</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>consumers will always talk about brand, you&#8217;d better tap into the hottest gossip and get them talking (about your brand offcourse).</em>&#8220;</p></blockquote>
<p> </p>
<p><em>Source: courtessy of 360 digital influence</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/14/trialogue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pusingnya Konsumen Jaman Sekarang</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/05/22/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/05/22/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 14:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Rich Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu keluar rumah Ketemu neon box, papan reklame, spanduk kampanye, umbul-umbul partai Sewaktu siang Ketemu banner, skyscraper, adsense, rich media ad Sewaktu macet Ketemu adlips dan jingle Itu tadi kegiatan sehari-hari saya. Cukup memusingkan? Iya dan dengan ini saya resmi menjadi salah satu bagian dari mereka yang menderita kondisi information overload. Kalau mau dihitung, berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sewaktu keluar rumah</em><br />
Ketemu neon box, papan reklame, spanduk kampanye, umbul-umbul partai</p>
<p><em>Sewaktu siang</em><br />
Ketemu  banner, skyscraper, adsense, rich media ad</p>
<p><em>Sewaktu macet</em><br />
Ketemu adlips dan jingle</p>
<p>Itu tadi kegiatan sehari-hari saya. Cukup memusingkan? Iya dan dengan ini saya resmi  menjadi salah satu bagian dari mereka yang menderita kondisi <em>information overload</em>. Kalau mau dihitung, berapa banyak iklan dan logo brand yang Anda lihat setiap hari? Saya berani bertaruh pasti lebih banyak dari umur saya saat ini. Karena berada dalam kondisi <em>information overload</em>, saya jadi cenderung cuek dengan iklan. Bagai sebuah gelas penuh yang kalau diisi akan tumpah. Informasi iklan yang saya dapatkan juga sudah bisa dibilang tumpah. Oleh karena itu saya akan cepat-cepat mengganti channel TV jika kebetulan ada iklan (hal ini menjadikan saya si ratu remote di rumah), memasang pop up blocker, dan memilih mendengar iPod dalam mobil ketimbang mendengar radio.</p>
<p>Kondisi yang cukup parah? Sepertinya tidak sih, karena saya yakin diluar sana masih banyak saya-saya yang lain yang merasa agak pusing dengan hebohnya gaya para brand beriklan. Pertanyaan  yg kemudian menggelitik saya adalah &#8216;kalau setiap hari saya, anda dan mereka harus berhadapan dengan ratusan iklan, bagaimana caranya untuk bisa <em>make an impression</em>?&#8217;</p>
<p>Mereka yang bekerja di online media pasti akan mengeluarkan jawaban: <em>interactivity</em> dan <em>engaging message</em>. Dari kedua jawaban itu, masalah <em>engagement </em>ini menjadi sesuatu yang menarik karena belakangan kata <em>engagement </em>jadi salah satu kata populer, setidaknya dalam dunia marketing. &#8216;<em>Engaging the customer</em>&#8216; ini yang sering dikumandangkan, sebuah kegiatan yang mencoba membuat konsumen merasa dekat dan menganggap bahwa brand yang berbicara relevan dengan hidup mereka.</p>
<p><em>Engagement </em>sendiri mengedepankan rasa <em>involvement</em> dan <em>experience</em>. Kondisi <em>engage </em>didapat dari kegiatan merasakan/mengalami sesuatu. Misalnya karena kita membaca majalah dalam keadaan tertentu, kemudian sibuk membicarakan sebuah artikel dalam majalah tersebut yang memang relevan dengan kehidupan sehari-hari dengan teman, secara tak sadar kemudian kita akan merasa sangat dekat dengan majalah tersebut. Dalam hal ini pengalaman yang dapat menghasilkan engagement adalah pengalaman yang motivasional.<br />
<a href="http://think.web.id/brain/files/2008/05/arrivetakeaseatthumbnail.jpg"><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-175" style="float: left;margin-left: 20px;margin-right: 20px" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/05/arrivetakeaseatthumbnail-300x211.jpg" alt="" width="242" height="170" /></a></p>
<p>Pentingnya pengalaman seseorang sewaktu yang bersangkutan melihat sebuah iklan sudah ditangkap dan ditranslasikan dalam beberapa cara. <em>Ambience ad</em> adalah salah satunya, iklan luar ruang yang dibuat semenarik mungkin dan didorong untuk menyelesaikan tugasnya untuk <em>engaging </em>calon konsumennya. Karena hasil akhir yang diharapkan sebuah <em>ambience ad</em> bukan hanya like the ad tapi juga mendorong mereka yang melihat iklan untuk termotivasi melakukan sesuatu.  Hasil <em>ambience ad </em> memang bisa membuahkan rasa kedekatan dan kadang juga berbuah penghargaan.</p>
<p>Di dunia online masalah engagement ini juga disadari oleh para pengiklan dan menghasilkan apa yang dikenal dengan rich media. Iklan online dengan kreatifitas tanpa batas.  Untuk yang masih penasaran apa itu rich media, intip saja yah <a href="http://www.iab.net/Rich_Media">penjelasannya</a>.</p>
<p>Berlomba menghasilkan program komunikasi yang berusaha untuk engage para konsumen adalah sesuatu yang baik. Tapi hati-hati, karena bila semua pengiklan sudah berbicara dengan bahasa yang sama, memakai baju yang sama dan warna yang sama, para konsumen pasti akan kembali merasa pusing tujuh keliling.</p>
<blockquote><p>Rama think:</p>
<p>Tujuan sebuah program komunikasi pasti beda-beda, dengan demikian target dari <em>engagement</em> nya pun pasti berbeda. Justru yang harus dihasilkan pengiklan adalah tidak &#8216;menggunakan baju dan warna&#8217; yang sama agar tujuan <em>engage</em> nya tercapai. Makanya kalo gue bilang mah (terutama untuk online media) yang penting untuk <em>engage </em>adalah Add Value nya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/05/22/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Type of Indonesian People</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/02/04/4-type-of-indonesian-people/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/02/04/4-type-of-indonesian-people/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 20:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Segmentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin mengutip pembagian segment yang dikatakan bpk. M. Nuh (Menkominfo) dalam acara Beyond Marketing yang dipandu bpk. Hermawan Kertajaya di JakTV. 1. Orang yang Tidak Tahu bahwa dirinya Tidak Tahu Banyak sekali orang seperti ini memang, karena kesehariannya &#8216;bersentuhan&#8217; dengan sebuah bidang maka dia kemudian merasa sangat tahu dengan bidang tersebut. Akibatnya orang-orang segment [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin mengutip pembagian segment yang dikatakan bpk. M. Nuh (<a href="http://www.depkominfo.go.id/" target="_blank">Menkominfo</a>) dalam acara Beyond Marketing yang dipandu bpk. <a href="http://hermawan.typepad.com/" target="_blank">Hermawan Kertajaya</a> di <a href="http://www.jak-tv.com/" target="_blank">JakTV</a>.</p>
<p><u>1. Orang yang <strong>Tidak Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tidak Tahu</strong></u><br />
Banyak sekali orang seperti ini memang, karena kesehariannya &#8216;bersentuhan&#8217; dengan sebuah bidang maka dia kemudian merasa sangat tahu dengan bidang tersebut. Akibatnya orang-orang segment ini mudah salah arah, salah dasar berpikir dan salah mengambil keputusan. Parahnya, kadang-kadang mereka jadi tidak punya keinginan untuk mencoba karena memang merasa sudah tahu.<br />
Dengan setiap hari berhadapan dengan komputer, baca detik.com &amp; menggunakan email tidak membuat seseorang serta-merta mengerti atas Internet Marketing.</p>
<p><u>2. Orang yang <strong>Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tidak Tahu</strong></u>.<br />
Orang pada segment ini jauh lebih baik, karena kesadaran akan ketidak tahuannya membuat dia ingin mencoba dan mencari tahu lebih banyak.</p>
<p><u>3. Orang yang <strong>Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tahu</strong></u>.<br />
Entrepreneur &amp; Professional (yang sukses) kebanyakan berada pada segment ini. Karena mereka tahu atas pengetahuan yang merke miliki, maka mereka bisa tahu langkah apa yang harus mereka lakukan.</p>
<p><u>4. Orang yang <strong>Tidak Tahu</strong> bahwa dirinya <strong>Tahu</strong></u>.<br />
Orang-orang bijak, pendengar dan pemimpin yang baik biasanya berada pada segment ini. Mereka sangat rendah hati dan terus menerus ingin belajar dari siapapun. Karena mereka selalu tidak merasa tahu maka mereka selalu berusaha untuk mendapatkan ilmu dan tidak sombong atas ilmu yang mereka miliki.</p>
<p>Pada talk show tersebut dikatakan di Indonesia saat ini hampir semua masyarakat nya berada di Segment pertama. Hal ini lah yang membuat perkembangan IT di masyarakat Indonesia susah untuk berkembang.</p>
<p>Diperlukan pendekatan khusus bagi mereka yang &#8220;Tidak Tahu bahwa Tidak Tahu&#8221; ini. Mencari kata-kata halus dari &#8220;bukan seperti itu&#8221;, &#8220;pemahaman kamu salah&#8221;, &#8220;percayalah pada saya&#8221;, dan lainnya. Yang paling membuat berat segment ini kan adalah kesadarannya.<br />
Pertanyaannya kemudian adalah apakah Anda yakin bahwa yang selama ini Anda pahami adalah benar adanya? Bagaimana kalau ada yang tiba-tiba bilang pada Anda &#8220;mas/mba&#8230; Anda salah mengerti&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/02/04/4-type-of-indonesian-people/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pronunciation: vi·ral (vī&#8217;rəl)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2007/09/10/pronunciation-vi%c2%b7ral-vir%c9%99l/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2007/09/10/pronunciation-vi%c2%b7ral-vir%c9%99l/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 09:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Viral, when used as a computer term, refers to a reoccurring practice or pattern of Internet use that moves from person to person.“ Kata dasarnya memang &#8220;virus&#8221; yang menyebar cepat dan menginfeksi semua orang. Sekarang hampir semua orang menggunakan viral sebagai salah satu taktik promosi. Tapi sejauh manakah viral dapat dieksekusi dan bagaimana perkembangan permainan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Viral, when used as a computer term, refers to a reoccurring practice or pattern of Internet use that moves from person to person.“</p>
<p>Kata dasarnya memang &#8220;virus&#8221; yang menyebar cepat dan menginfeksi semua orang. Sekarang hampir semua orang menggunakan viral sebagai salah satu taktik promosi. Tapi sejauh manakah viral dapat dieksekusi dan bagaimana perkembangan permainan lokal?</p>
<p>Agar, otak kiri dan kanan terstimulasi lebih baik kita bahas beberapa contoh viral yang lumayan seru untuk dilihat. Jangan lupa kasih peringkat viral mana yang mau kamu kirimkan ke teman dari 5 contoh ini (ingat kata kunci: &#8220;Wah seru nih, kirim ah ke temen&#8221;)</p>
<p><strong># Viral 1<br />
Lets Save Fermin</strong><br />
<a href="http://think.web.id/brain/files/2007/10/014.jpg"><img src="http://think.web.id/brain/files/2007/10/014.jpg" align="left" hspace="10" vspace="10" /></a> &#8220;What? Siapa sih Fermin?&#8221; Kalau pertanyaan ini muncul di kepala, tenang kamu nggak sendiri karena pertanyaan itu juga yang muncul di kepala saya sewaktu melihat viral mengenai donasi untuk mendukung si &#8220;Fermin&#8221; ini. Viralnya cukup sederhana, dibuat oleh LSF (Lest Save Fermin) kamu hanya perlu mendonasikan click untuk bisa menyelamatkan Fermin diseluruh dunia. Fermin butuh 1 juta click dan siapapun yang menyumbangkan clik akan mendapatkan sertifikat dan yang paling seru dari perspektif marketing online adalah, bila kamu memasukkan kode embed ke blog/myspace dan membantu LSF mendapatkan click untuk Fermin kamu akan mendapatkan &#8220;I saved Fermin t-shirt&#8221;</p>
<p>Terus terang kampanye ini menarik hati, karena memang membuat orang jadi penasaran dan ingin mengetahui apa sih LSF itu? Pertanyaan besar “Who/What is Fermin” masih mengganggu nurani. Sampai akhirnya orang2 mengklik about LSF atau dengan lugunya menanyakan “Whoisfermin” pada google. Dan hasilnya? Uhm saya tak ingin membocorkan siapa itu fermin sebenarnya, ayo dicoba cari tahu<a href="http://whoisfermin.com/index2.swf"> here!</a></p>
<p><strong># Viral 2<br />
Belajar Nyetir!</strong><br />
<a href="http://think.web.id/brain/files/2007/10/023.jpg"><img src="http://think.web.id/brain/files/2007/10/023.jpg" align="left" hspace="10" vspace="10" /></a> Ini adalah salah satu usaha viral yang menarik dari produsen mobil Eropa (BMW). Produsen mobil yang rajin menggenjot kampanye onlinenya ini mengambil tema menarik tahun ini: Performance Driving School. Situsnya menghadirkan 9 karakter yang akan menawarkan saran mengenai bagaimana meningkatkan kemampuan berkendara.Bakal ada penjual mobil yang bilang: &#8220;The bigger the rings, the better they look on the steering wheel&#8221; atau seorang ibu setengah baya yang bilang  &#8220;You should never drive faster than your age&#8221;.</p>
<p>Sebuah ide menarik karena dapat dipastikan orang yang melihat situsnya akan mengklik semua karakter dan mungkin mengirimkannya ke teman dengan senang hati. Serunya &#8220;sent to friend&#8221; fiturnya dapat diganti sesuai keperluan. Coba <a href="http://www.relearntodrive.com/">Learn To Drive</a></p>
<p><a href="http://www.relearntodrive.com/"></a></p>
<p><strong># Viral 3<br />
Untuk Para Pria Hati-Hati!!!</strong><br />
Viral yang satu ini akan membuat semua hati pria deg-degan. Kalau kebetulan punya temen playboy, coba deh kamu masuk ke<a href="http://www.shehasyoureyes.com/"> shehasyoureyes.com</a>, dan coba buat si teman tadi jadi deg-degan. Apa sih www.shehasyoureyes.com? Melalui situs ini kamu bisa mengirimkan teman sebuah pesan video yang menampilkan seorang wanita yang mengaku memiliki anak dari kamu/teman kamu. Serunya website ini juga akan mengirimkan surat ril dari seorang pengacara (bohongan tentunya) yang akan meminta kamu untuk membayarkan uang tunjangan untuk anak tersebut.</p>
<p>Deg-degan? Yup ini memang akal-akalan dari Condoms.com, sebuah website yang ingin mempopulerkan penggunaan kondom dengan cara yang cukup inovatif. Dan akibat aksi ini, traffic ke webnya naik 77 persen dalam seminggu setelah surat dikirimkan. Dan sebanyak 2600 orang berusaha ngerjain temen mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2007/09/10/pronunciation-vi%c2%b7ral-vir%c9%99l/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsumen Generasi Baru</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2007/02/16/konsumen-generasi-baru/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2007/02/16/konsumen-generasi-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Feb 2007 08:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[User Generated Content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah konsumen generasi baru? Penjabarannya sederhana, konsumen generasi baru adalah mereka yang senang menyumbangkan isi atau berinteraksi dengan isi yang kaya, selain itu generasi baru ini juga mengharapkan mereka dapat memegang kendali atas media/bentuk komunikasi yang ditawarkan. Melihat gelagat konsumen generasi baru ini, para pemain besar seperti Microsoft mulai &#8216;mengundang&#8217; jutaan orang untuk mendownload versi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siapakah konsumen generasi baru?</p>
<p>Penjabarannya sederhana, konsumen generasi baru adalah mereka yang senang menyumbangkan isi atau berinteraksi dengan isi yang kaya, selain itu generasi baru ini juga mengharapkan mereka dapat memegang kendali atas media/bentuk komunikasi yang ditawarkan.</p>
<p>Melihat gelagat konsumen generasi baru ini, para pemain besar seperti Microsoft mulai &#8216;mengundang&#8217; jutaan orang untuk mendownload versi beta dari softwarenya untuk di-test dan dikembangkan lebih lanjut berdasar masukan pasar (sebuah ide brilian karena mereka mendapatkan instant feedback dan pendapat langsung dari target market). Google juga berusaha menangkap control konsumen dengan membangun Google community yang dinamakan &#8216;What Should Google Do&#8217;, komunitas ini menarik ratusan orang yang sangat berdedikasi yang akan berbagi saran-saran cerdik, atau juga kontribusi isi untuk bahan bacaan semua pegawai Google.</p>
<p><strong><br />
Pendorong Generasi Baru:</strong><br />
Dorongan kreatif karena sebenarnya semua orang memiliki jiwa kreatif.<br />
Dorongan para manufaktur yang senantiasa mendorong penggunaan kreatifitas</p>
<p><strong>Siapa Saja Yang Sudah Sadar Konsumen?</strong><br />
1. Canon mengkampanyekan pada para sutradara &amp; fotografer bahwa kamera foto pro bukan hanya untuk para professional</p>
<p>2. HP <em>spent</em> 300 juta untuk kampanye yang memberitahukan pada konsumen bahwa produk HP adalah mengenai Anda, Anda harus mengambil foto, men-<em>share</em> foto dan mem<em>forward</em>/mengirimkan foto</p>
<p>3. Blogger menawarkan kekuatan komunikasi instant dengan memungkinkan kita memasukkan “pemikiran2” setiap saat. Hal ini sudah menjadi hits diantara 5 juta orang dan masih ada puluhan juga lainnya yang akan mengikuti</p>
<p>4. Apple menghadirkan benefit untuk para konsumen yang &#8216;gila content&#8217;. Mereka menghadirkan GarageBand, yang merupakan sebuah software yang mendorong kreatifitas. GarageBand dapat melakukan hampir semua hal, mulai dari home recording studio hingga alat untuk para musisi. Software ini melengkapi iPhoto, iMovie dan iDVD programs. Apple juga membuka Apple Stores, yang selain menampilkan rangkaian Apple hardware dan software, juga menjadi tempat untuk  in-store workshops dan presentations, membantu pelanggan mengenal dan mencintai kreasi aplikasi terbaru dari Apple.</p>
<p>5. Hal yang kurang lebih sama juga dilakukan oleh HP, dengan menghadirkan Online Courses; HP juga memiliki Digital Photography Center di eBay, yang menolong para pelajar untuk dapat mengambil gambar lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2007/02/16/konsumen-generasi-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Bisnis Internet</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2007/02/10/memulai-bisnis-internet/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2007/02/10/memulai-bisnis-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Feb 2007 08:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Apakah merelakan investasi untuk bisnis internet menguntungkan? Jawabannya kemungkinan besar: IYA. Berbicara mengenai internet maka kita akan memulai sebuah pembicaraan mengenai media. Bila dilihat dari sisi global, empat pemain besar yang mencari keuntungan dalam entertainment di tahun 2007 ini tercatat sebagai berikut: Apple untuk musik Pixar untuk film Google untuk iklan Electronic Arts untuk videogame [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah merelakan investasi untuk bisnis internet menguntungkan? Jawabannya kemungkinan besar: IYA. Berbicara mengenai internet maka kita akan memulai sebuah pembicaraan mengenai media. Bila dilihat dari sisi global, empat pemain besar yang mencari keuntungan dalam entertainment di tahun 2007 ini tercatat sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Apple untuk musik</li>
<li>Pixar untuk film</li>
<li>Google untuk iklan</li>
<li>Electronic Arts untuk videogame</li>
</ul>
<p>Uniknya kesemuanya bermarkas di Silicon Valley. Jadi jangan heran bila kemudian empat media konglomerat dunia yang sampai sekarang masih bertahan seperti Disney, News Corp, Time Warner dan Viacom, masing-masing berusaha masuk ke dalam bisnis internet dan mulai sibuk menghubungi penghuni Silicon Valley.</p>
<p>Harga saham Disney naik 17% setelah sang CEO membeli Pixar seharga 7,4 milyar US Dollar. Dan mengubah taktik dagang dengan menjualnya melalui iTunes dan kemudian merilisnya secara gratis di website. Dunia bisnis bahkan sempat tercengang ketika Rupert Murdoch membeli MySpace.com seharga 580 juta. Penggunanya naik dari 32 juta ke angka 65 juta (hampir menggeser kedudukan Yahoo! dari segi anggota) , namun memang saat ini keuntungan yang dihasilkan belum terlalu besar.</p>
<p>Namun perjalanan masih sangat panjang karena hampir semua raksasa media kini memusatkan perhatian dalam bisnis ini. Bahkan Viacom yang baru merampingkan diri juga tak mau kalah dari saingannya Time Warner yang sudah membuktikan bahwa ternyata AOL mampu memberikan keuntungan tersendiri.</p>
<p>Namun aturan dasar bisnis yaitu: Smart investing tetap harus dijalankan. Jangan berinvestasi bila kita tidak mengetahui ladang/tempat kita berinvestasi. Jangan langsung memutuskan untuk berinvestasi karena kita mendengar berita di TV/majalah, pelajari terlebih dahulu soal profit, keadaan finansial dan prospek pertumbuhan.</p>
<p>Dengan pedoman ini, kemungkinan besar Anda memiliki cara yang paling tepat (ingat bukan aman, karena tidak ada investasi yang aman!) untuk berinvestasi di era booming internet ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2007/02/10/memulai-bisnis-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

