<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web &#187; power of new media</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/tag/power-of-new-media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite (2nd Part)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2009/07/30/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2009/07/30/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 02:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pandji]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[Di part sebelumnya adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di <a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/">part sebelumnya</a> adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.</p>
<p>httpv://www.youtube.com/watch?v=HEw1iHc6CP4</p>
<p>Kalau di youtube mana seru kalau cuma dengar suara tanpa video. Ok, gue harus membuat video nya supaya bisa di upload ke YouTube. I&#8217;m thinking what&#8217;s the easiest &amp; fastest software to use. Gue terpikir bahwa Mac seharusnya punya software dasar kaya gini. Karena inget prinsip nya Mac &#8220;everyone can use it&#8221;.  Ok, iMovie adalah pilihannya pagi itu.</p>
<p>Sambil belajar cara pake iMovie dan dibekali pengalaman editing dikit2 hasil kerja di Production House dulu, gue berusaha dengan cepat semuanya dibikin. Gue cuman mikir, kualitas nanti dulu deh. Yang penting lagu nya dan pesen nya sampe. Hal yang paling mudah dilakukan adalah bermain dengan template-template tittle text yang ada di iMovie.</p>
<p>1,5 jam kemudian selesai lagu itu. Itu adalah sekitar jam 1 siang. Saya perhatikan di Twitter timeline saya orang sudah mulai banyak menggunakan hashtag #indonesiaunite. Maka kemudian link video tadi saya twit juga dengan menyertakan #indonesiaunite.</p>
<p>Ketika orang nonton video klip di YouTube pasti yang diharapkan adalah sebuah penggambaran/film cerita dari lagu yang didengarkan. Apa yang muncul dari video ini adalah hanya teks &amp; blank screen dengan beberapa warna (merah, putih, hitam). Semua dilakukan dengan sengaja.</p>
<p><strong>Kenapa Sengaja?</strong><br />
Alasan pertama adalah karena memang tidak punya stock materi video untuk dipakai.<br />
Alasan kedua adalah (saat itu) gue merasa orang harus mendengarkan pesan dari lagu ini. Visual nya tidak penting. Yang penting lirik nya. Ini juga kenapa dibeberapa bagian ada teks yang muncul, fungsinya untuk menekankan pesan. Tapi dibagian lain ada blank screen juga, karena memang untuk kembali mendengarkan lagunya meresapi liriknya.<br />
Kalau aja semua lirik saya masukkan disitu maka video itu akan menjadi video karaoke.</p>
<p>Scene pertama diawali dengan blank screen warna putih, tujuannya untuk  menandakan kalau video nya sudah ter-load. Karena kan starting screen dari YouTube adalah hitam.<br />
Scene berikutnya berganti-ganti merah dan putih sesuai dengan beat musik, warna merah untuk menandakan tetesan darah yang baru saja terjadi akibat peristiwa bom, warna putih yang mengikuti adalah untuk menyampaikan peristiwa berdarah itu terjadi di Indonesia. Kemudian warna hitam sebagai perlambang bahwa tetesan darah di Indonesia itu membuat kita berduka. Dan kemudian rangkaian itu berlulang untuk mempertegas dari yang kita rasakan.</p>
<p>Mungkin saja semua itu dilakukan dengan berbagai design atau element visual yang lebih menarik, tapi:<br />
1. Lama<br />
2. Saya udah lama nggak ngedesain (berkait sama nomer 1 tadi)<br />
3. Nggak terlalu penting (untuk saat itu)<br />
4. Baru pake software ini pertama kali :p</p>
<p>Kemudian blank screen mulai ditambahkan dengan teks-teks seiring dengan vokal Pandji juga sudah muncul. Teks nya hanya summary inti dari kalimat-kalimat Pandji karena memang untuk mempertegas isi pesan nya.<br />
Begitu juga kenapa pada bagian chorus kalimat &#8220;Kami Tidak Takut&#8221; terus-terusan muncul, ya memang untuk mengajak semuanya menyerukan &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Rangkaian visual seperlunya sudah selesai, tetapi rasanya perlu ada hal-hal yang ditambahkan untuk melengkapi. Perlu ada pesan sendiri untuk merangkum seluruh pesan dari lagu nya. Sepertinya memang ajakan yang paling tepat adalah untuk bersatu. Ini kenapa di paling akhir dari video saya sisipkan pesan &#8220;Bersatu Indonesia!!&#8221;.<br />
Lagu sudah selesai, sisa suara tinggal sedikit, kalimat &#8220;Bersatu Indonesia!!&#8221; muncul dengan cepat dan hilang. Tujuannya seperti shock therapy. Membuat &#8216;kaget&#8217; dan kemudian memikirkan hal itu.</p>
<p>Hal terakhir yang ditambahkan adalah nama. Ada 2 nama yang saya masukkan disana. Nama Pandji Pragiwaksono harus masuk karena sebagai penyanyinya. Dan saya tidak ingin seperti teroris yang abis nge-bom kemudian tidak meng-claim siapa yang berbuat.<br />
Kemudian di intro lagu juga saya tempatkan <a href="http://twitter.com/joelbanget" target="_blank">@joelbanget</a> karena setelah lagu di Imeem muncul kemudian orang-orang bertanya &#8220;itu yang intro dengan solo bass Barry Likumahuwa ya?&#8221;. Jadi sekalian saja keterangannya ditaro didepan.<br />
Nama saya nggak dimasukin? nggak penting rasanya, toh akhirnya saya posting juga disini.</p>
<p>Editing wrap up. Selanjutnya adalah uplod. Kemudian saya meng-embed video tersebut di blog <a href="http://pandji.com" target="_blank">Pandji</a>.<br />
Sengaja saya tidak Twit untuk yang ini, pingin tahu reaksi orang setelah dengar lagunya Pandji di Imeem apakah kemudian membuka blog nya dia.<br />
Tidak lama ternyata somehow sudah ada yang twit link ini. Dan kemudian mulai lah video ini berpopulasi.</p>
<p>5  jam setelah upload video ini online mendapat 200 views dan 22 comments.<br />
Kurang dari 10 jam setelahnya sudah menjadi 1000 views.<br />
Hari ketiga setelah upload sudah mencapai 4000 views.<br />
Dan saat ini 10 hari setelah upload view nya adalah 14ribu!  dengan 144 comments.</p>
<p>Berikut detail statistic nya yang saya capture per hari ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-986" src="http://think.web.id/brain/files/2009/07/KTT-stat-youtube-01.png" alt="KTT-stat-youtube-01" width="646" height="517" /></p>
<p>Twitt RT pun terus berjalan dengan rangkaian kata &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;. Semua orang berusaha untuk menggugah teman lainnya dengan video ini.</p>
<p>Sambil mengikuti perkembangan berita seputar bom, dan juga sambil mengikuti timeline twitter saya, tiba-tiba saya mendapat call up. Panggilan ini yang mengantarkan saya mengerjakan hal lainnya lagi untuk #indonesiaunite.</p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-3rd-part/" target="_blank"><em>Bersambung&#8230;</em></a></p>
<blockquote><p>Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.<br />
Kalau 2 part yang sudah di post adalah soal &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;, part-part berikutnya akan cerita soal website indonesiaunite.com dan hal-hal lain didalamnya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2009/07/30/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite (1st Part)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2009/07/29/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2009/07/29/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pandji]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa. (image credit: antobilang) AH SHITTT!!! BOM LAGI!!! That&#8217;s exactly my [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1006 alignleft" style="border: 1px solid black;margin-right: 10px" src="http://think.web.id/brain/files/2009/07/indonesiaunite-part011.jpg" alt="indonesiaunite-part01" width="300" height="275" />17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.</p>
<p>(image credit: <a href="http://antobilang.googlepages.com/tidaktakut.png" target="_blank">antobilang</a>)</p>
<p><span id="more-975"></span></p>
<p>AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!</p>
<p>That&#8217;s exactly my word saat itu. Marah, geram, kesal, sedih, semua campur-campur.</p>
<p>Masih dengan agak terbengong dan ngantuk, berusaha mencerna dimana lokasi terjadinya. Dan sambil mulai membaca Twitter timeline saya, pingin tahu udah seberapa rame pembicaraan di Twitter. Dan ternyata memang bener, sudah banyak yang membicarakan hal itu. Mulai dari kejadian di lokasi, dan kemudian yang paling hangat adalah &#8220;Manchester United jadi dateng nggak ya?&#8221;.<br />
Saat itu juga saya sadar akan imbas besar yang terjadi terhadap (online) public figure luar negri untuk datang ke Indonesia.</p>
<blockquote><p>I was on the mission mengajak beberapa orang dari luar untuk datang &amp;  bicara kepada brand-brand di Indonesia mengenai Digital Marketing/Internet Marketing. Lebih-lebih ada kepada salah satu perusahaan besar saya agak memaksa karena memang pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia.<br />
Tapi dengan kejadian ini kan buyar semua jadinya.<br />
Sorry to say, sepertinya brand-brand di Indonesia lebih percaya kepada mereka mereka yang berambut pirang dan speak in english dibanding kita-kita orang lokal yang kebetulan sudah duluan berada di internet industry.</p></blockquote>
<p>Arggghhhh!!! saat itu makin kesal with those idiot yg mikirin isi kepalanya sendiri (this is the reason kenapa buat mereka nggak masalah ketika kepala nya putus dari badan nya akibat bom bunuh diri, &#8217;cause what they&#8217;re thinking is only their head).</p>
<p>Entah gimana gue teringat dengan salah satu lagunya <a href="http://pandji.com" target="_blank">Pandji</a> di album ke 2 nya yang baru rilis awal Juli kemarin. Tentang sebuah pernyataan sikap tidak takut atas intimidasi terorisme. Dan gue merasa orang perlu denger lagu ini. Judulnya &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Upload! upload! upload! tapi kemana ya. I was trying upload to <a href="http://www.facebook.com/Pandjimusic" target="_blank">Pandji&#8217;s Facebook Page</a> at that time, tapi koneksi <a href="http://http://www.facebook.com" target="_blank">Facebook</a> beberapa minggu kemaren lagi bener-bener payah. Second thought is <a href="http://youtube.com" target="_blank">YouTube</a>, tapi gimana caranya, YouTube hanya untuk video. <a href="http://myspace.com" target="_blank">MySpace</a>? terlalu ribet, koneksi lama, musti delete salah satu lagu dari list yang lama dulu.</p>
<blockquote><p>(Think.Web adalah salah satu pihak yang membantu Pandji dibelakang channel-channel onlinenya. Ini kenapa dikepala saya yang muncul cuman channel2 nya dia). Selain itu, ini lagu dia juga, akan lebih baik kalau keluar dari channel nya dia sendiri. Cuman aja memang kita belum sempet naikin lagu2 album baru nya.</p></blockquote>
<p>Pilihan termudah saat itu adalah jatuh ke <a href="http://imeem.com" target="_blank">Imeem</a>. Saya sengaja membuat banyak channel social media untuk Pandji dengan tujuan ada dimana-mana. <em><span style="text-decoration: underline">Dalam Social Media Marketing (SMM) salah satu hal yang perlu dilakukan adalah ada dimana-mana (dengan kepentingan mengamankan account/domain juga) tetapi fokus dibeberapa tempat saja (yang ramai target marketnya).</span></em></p>
<p>Upload selesai, dan this is my first tweet:</p>
<div style="width: 300px">
<div style="background-color:#E6E6E6;padding:1px">
<div style="float:left;padding:4px 4px 0 0"><a href="http://www.imeem.com/"><img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" alt="" /></a></div>
<form action="http://www.imeem.com/embedsearch/" method="post">
<div style="padding-top:3px"><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/fZxN1gSVPv/" border="0" alt="" /></a></div>
</form>
</div>
</div>
<p><a href="http://www.imeem.com/people/fBaXvdk/music/9wC5xd-e/pandji-pragiwaksono-kami-tidak-takut/">Kami Tidak Takut &#8211; Pandji Pragiwaksono</a></p>
<p>Dalam hitungan 4 menit sudah 10 RT (ReTweet/Forward Tweet) yang terjadi. Dan kemudian terus sambung-menyambung dan semakin banyak. Gue ikuti semuanya lewat Twitter Search &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Ini hasil statistik dari Imeem yang gue capture per hari ini:</p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/files/2009/07/KTT-stat-imeem-01.png"><img class="alignnone size-full wp-image-979" src="http://think.web.id/brain/files/2009/07/KTT-stat-imeem-01a.png" alt="KTT-stat-imeem-01a" width="582" height="265" /></a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-980" src="http://think.web.id/brain/files/2009/07/KTT-stat-imeem-01b.png" alt="KTT-stat-imeem-01b" width="279" height="265" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-981" src="http://think.web.id/brain/files/2009/07/KTT-stat-imeem-02.png" alt="KTT-stat-imeem-02" width="589" height="463" /></p>
<p>Tapi ini nggak cukup, musti ada channel lain untuk men-support juga. Soalnya, Imeem tidak (belum) terlalu populer di Indonesia. YouTube jauh lebih populer. <span style="text-decoration: underline"><em>Di SMM kalau ingin sesuatu terpopulasi dengan baik maka harus dilakukan di social media yang memang banyak digunakan orang. Banyak digunakan yang ini maksudnya adalah juga kepada kemudahan orang untuk menyebarkan. Fungsi share, embed, fasilitas dari web service lain juga jadi penting.</em></span></p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/" target="_self">bersambung&#8230;</a></p>
<blockquote><p>Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.<br />
On the next post saya akan cerita soal video klip &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;, website Indonesiaunite.com, dan hal-hal lainnya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2009/07/29/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minta maaf di iklan baris</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/05/15/minta-maaf-di-iklan-baris/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/05/15/minta-maaf-di-iklan-baris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Saat membaca RSS blog Cosaaranda.com kok ada posting yang menggelitik. Terus terang saya belum kenal dengan mas Cosa ini, dan ingin kenal suatu saat nanti, tapi apa yang terjadi dengannya cukup memprihatinkan. Saya tidak akan membahas mengenai duduk perkara nya, kalau ingin tahu lebih detail ada apa silahkan baca disini. Silahkan ikuti link-link didalamnya supaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat membaca RSS blog <a href="http://www.cosaaranda.com">Cosaaranda.com</a> kok ada posting yang menggelitik. Terus terang saya belum kenal dengan mas Cosa ini, dan ingin kenal suatu saat nanti, tapi apa yang terjadi dengannya cukup memprihatinkan. Saya tidak akan membahas mengenai duduk perkara nya, kalau ingin tahu lebih detail ada apa silahkan baca <a href="http://www.cosaaranda.com/buku-adsense-samaran.htm" target="_blank">disini</a>. Silahkan ikuti link-link didalamnya supaya lebih jelas.</p>
<p>Dari link-link yang ada di posting itu ada hal yang menarik. Saya baca posting <a href="http://ronys.info/index.php/2008/05/03/habis-copas-minta-maaf-aja-di-iklan-baris/" target="_blank">ini</a> dan cukup kaget dengan &#8216;kreatifitas&#8217; si pembajak itu. Memanfaatkan materi gratis orang lain kemudian menjadikan uang dari situ memang sudah 1 &#8216;kreatifitas&#8217;, nah kemudian ada &#8216;kreatifitas&#8217; yang lainnya. Sang pembajak sadar akan kesalahan yang dia lakukan kemudian membuat pernyataan maaf lewat media iklan baris!!</p>
<p>Bukannya permintaan maaf itu ditempatkan di media massa karena media tersebut dapat mewakili X persen dari keseluruhan orang. Karena itu lah ada tuntutan bahwa permohonan maaf harus dipasang di koran K misalnya, atau dipasang di 3 media massa sekaligus yang berbeda.</p>
<p>It&#8217;s a good thing mengetahui bahwa online media sudah dianggap sebagai salah satu media massa, tapi yang ini kok rasanya berlebihan ya. Atau mungkin karena di iklan baris nya ya? kalau ditempatkan di banner Detik di bagian header dan link nya ditujukan ke blog Cosa Aranda mungkin akan beda cerita ya. Hehehe&#8230;</p>
<blockquote><p>Anantya think:</p>
<p>Mungkin yang bersangkutan sedang mengalami kesulitan finansial dan waktunya terbatas. Yang paling cepat dan terjangkau kan iklan baris. Yah lebih mending daripada permohonan maaf dibuat dalam selebaran</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/05/15/minta-maaf-di-iklan-baris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogvertorial??</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/05/15/blogvertorial/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/05/15/blogvertorial/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Blovertorial]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu salah satu posting nya Reza cukup menggugah saya. Posting nya diakibatkan karena dia &#8216;curiga&#8217; terhadap beberapa blog yang sama karena membicarakan sebuah product dan muncul di waktu yang hampir bersamaan. Tidak berselang lama setelah saya baca posting itu saya memang menemukan posting yang agak &#8216;beda&#8217; di blog nya Priyadi. Di posting tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu salah satu <a href="http://reza.yazdi.or.id/blog-menghasilkan-uang/" target="_blank">posting nya Reza</a> cukup menggugah saya. Posting nya diakibatkan karena dia &#8216;curiga&#8217; terhadap beberapa blog yang sama karena membicarakan sebuah product dan muncul di waktu yang hampir bersamaan.</p>
<p>Tidak berselang lama setelah saya baca posting itu saya memang menemukan <a href="http://priyadi.net/archives/2008/04/23/pencetak-multifungsi-hp-lasetjet-m1522nf-mfp/" target="_blank">posting</a> yang agak &#8216;beda&#8217; di blog nya <a href="http://priyadi.net" target="_blank">Priyadi</a>. Di posting tersebut Priyadi bercerita bagaimana experient nya dengan sebuah produk yang dipinjam kan kepadanya. Isinya ya memang ulasan produk.</p>
<p>Pada blog yang <a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/search/label/Advertorial" target="_blank">lain</a> yang saya dapat dari posting Reza juga berisikan cerita yang kurang lebih sama (katanya punya pak Roni, founder dari <a href="http://www.tangandiatas.com" target="_blank">komunitas Tangan Diatas</a>. Saya belum kenal beliau, baru juga jadi member nya hehehe).</p>
<p>Lalu saya temukan juga di <a href="http://www.sudutpandang.com/entrepreneurship/kantor-kecil-atau-besar-kenyamanan-dan-efisiensi-tetap-penting/" target="_blank">posting</a> dari &#8216;blog selingkuhan&#8217; nya <a href="http://www.virtual.co.id/blog/" target="_blank">pak Nukman Luthfie</a> yang isinya juga kurang lebih sama. Hanya saja di punya pak Nukman ini lebih &#8216;halus&#8217;. Posting nya sebenarnya bercerita tentang kantor nya yang baru pindah, kemudian &#8216;disisipi&#8217; dengan info produk.</p>
<p>Advertorial sebagai salah satu bagian dari media cetak adalah salah satu space dari media cetak untuk mendapatkan uang. Hal yang sama bisa jadi (atau mungkin sudah) terjadi di online media. Tapi bukan hal itu yang ingin saya angkat, yang menarik untuk saya adalah mulai dianggap nya Blog sebagai media publik atau media massa.</p>
<p>Blog adalah mungkin seperti koran/majalah tetapi milik dari masing-masing orang. Bayangkan kalau banyak orang yang membuat selebaran yang berisi tentang tulisannya dan ada orang-orang yang memang menunggu/berlangganan selebaran tersebut.</p>
<p>It&#8217;s a good thing ketika mendapat/mendengar perkembangan baru dari kekuatan online media, apapun itu. Saat ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang akan lebih percaya terhadap referensi yang diberikan teman atau rekan lainnya dibanding dengan promosi yang dilakukan sebuah brand atau product. Ketika sebuah informasi dari sebuah produk diangkat menjadi sebuah posting maka para pembaca blog tersebut akan menerima posting itu sebagai referensi dari pemilik blog.<br />
Apabila pemilik blog tersebut adalah orang yang memiliki &#8216;kekuatan&#8217; dalam diri pembaca nya (entah sebagai panutan, guru, favorit atau apapun) maka kekuatan referensi tadi akan berlipat ganda.</p>
<p>Blog dapat menjadi ruang Advertorial yang sangat baik. Karena target pembacanya sangat segmented dan punya fungsi provokasi/referensi yang sangat kuat. So can I call it in short Advertorial on Blog =<strong> BLOGVERTORIAL</strong> <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hanya saja pemilik blog tetap harus bijak dengan space advertorial ini. Karena bagaimanapun blog reader bukan datang ke sebuah blog hanya untuk membaca advertorial atau review produk.<br />
Kompensasi apa sih yang didapat dari menyediakan posting Blogvertorial? bentuknya bisa apapun, mulai dari uang sampai, dipinjamkan produknya atau mungkin hanya terima kasih (tapi masa ya ketika meminta sesuatu tidak ada kompensasinya).<br />
Di comment nya Priyadi mengenai produk yang dia referensikan, produk nya hanya dipinjemin. Nah ini bocoran Pri, katanya kalau review nya bagus dibolehkan jadi hak milik hehehe.<br />
Seperti tidak fair sih minta di review  kemudian &#8216;bayarannya&#8217; bergantung dari review nya, karena nanti review nya bisa menjadi bias, yang dipentingin dapet gratisan aja. Untungnya produk yang di review Priyadi ini tidak claim dari permulaan dengan &#8220;kalau review nya bagus maka dapet hadiah&#8221;.</p>
<blockquote><p>Anantya think:</p>
<p>&#8221; Sudah menjadi nature advertorial untuk tampil menyerupai tulisan-tulisan &#8220;biasa&#8221; yang ada di publikasi tempat advertorial itu hadir. Dari beberapa hasil advertorial yang dikemukakan rama diatas. Pak Nukman berhasil mengemas Advertorial yang ada dengan gaya yang paling cantik, dalam artian membuat advertorial semirip mungkin dengan tulisan beliau yang lain. Menyesuaikan dengan apa yang biasa dibaca oleh audiencenya, sehingga audience secara tidak sadar sedang dihadapkan pada sebuah iklan. Dua advertorial lainnya sekilas memiliki kemiripan gaya penyampaian dan dengan rapi dan sadar dikategorikan ke dalam bagian ADVERTORIAL dalam blog yang menjadi tempat publikasi. Jadi siapapun yang mengklik artikel dalam kategori tersebut sadar betul bahwa mereka sedang melihat sebuah iklan.</p>
<p>Fenomena Blogvertorial ini sepertinya memang sebuah langkah yang natural, karena secara ciri memang kehadiran blog sangat mirip dengan media cetak konvensional tempat ADVERTORIAL biasanya hadir. Namun memang apa yang dikatakan rama benar, sebuah blog sejatinya adalah sebuah log yang kebanyakan dipakai oleh perseorangan untuk konsumsi terbatas. Jadi siapapun yang mau meletakkan sebuah ADVERTORIAL dalam blog harus sadar bahwa audience yang akan dicakup oleh blog umumnya bukanlah audience massal (walau dalam kasus tertentu pembaca blog kadang lebih banyak dari pembaca media cetak). Namun Blog masih memiliki kelebihan yaitu fanatisme audience dan kedekatan audience kepada si-empunya blog. Kedekatan inilah yang bisa menjadi nilai tambah tersendiri ketika sebuah ADVERTORIAL memilih blog sebagai media. &#8220;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/05/15/blogvertorial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

