<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web &#187; Rich Media</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/tag/rich-media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Effective Online Branding</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 17:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>
		<category><![CDATA[Rich Media]]></category>
		<category><![CDATA[Statistic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.    Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.   </p>
<p>Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods) semakin giat melakukan kampanye promosi online. Memilih situs yang cocok dan melakukan placement yang baik merupakan salah satu kunci.</p>
<p>Mencari dasar perhitungan online branding memang sulit, karena belum ada dasar pengukuran universal seperti hanya pengukuran pada media konvensional (TV, Radio atau media cetak). Namun bukan berarti kita tidak dapat mengukur hasil kampanye online kita.</p>
<p><strong>1) Bila menggunakan Rich Media Interactions</strong><br />
Berupa banner atau product knowledge yang dibuat dengan Rich Media format. Biasanya menggunakan flash  yang tidak hanya menawarkan bentukan kreatif yang menarik perhatian, tetapi juga memungkinkan pengukuran. Hal yang dapat diukur antara lain adalah: </p>
<ul>
<li>bagaimana interaksi user (memperlihatkan ketertarikan/interest user): mouse over, banner expanded, video dimainkan, waktu interaksi</li>
<li>apakah user tertarik lebih jauh: click trough, testimoni </li>
</ul>
<p><strong>2) Ukur Kliknya<br />
</strong>Jika membuat microsite (mungkin berisi tips, info produk atau newsletter), pastikan selain terlihat menarik, seluruh aktifitas dalam microsite tersebut dapat dimonitor dan diukur pada akhir periode. Bisa dengan mengukur traffic dari Log atau dengan embed code pada setiap halaman yang ada.</p>
<p><strong>3) Bila menggunakan Social networking<br />
</strong>Belakangan, melakukan kampanye online di Social Networking banyak dilakukan oleh brand.  Baik itu menghadirkan forum, membuat aplikasi di Facebook, membuat halaman di Friendster, Facebook, Myspace atau Multiply. Kuncinya adalah untuk  mendapatkan WOM yang pada akhirnya mendapatkan rekomendasi ke jaringan teman lain. Dengan social networking yang didapat adalah dan penting untuk diukur adalah bagaimana feedback yang terbentuk.</p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Yang menjadi dasar menjadi efektivitas adalah segala sesuatu harus berdasar analisa yang kemudian turun kepada strategy. Jadi bukan asal jalan.</p>
<p>Kemudian apapun itu, bilsa sudah menyangkut brand, didunia online harus diurus dan dijaga. Karena apapun informasi yang ada di dunia online akan hidup selamanya disana.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pusingnya Konsumen Jaman Sekarang</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/05/22/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/05/22/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 14:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Rich Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu keluar rumah Ketemu neon box, papan reklame, spanduk kampanye, umbul-umbul partai Sewaktu siang Ketemu banner, skyscraper, adsense, rich media ad Sewaktu macet Ketemu adlips dan jingle Itu tadi kegiatan sehari-hari saya. Cukup memusingkan? Iya dan dengan ini saya resmi menjadi salah satu bagian dari mereka yang menderita kondisi information overload. Kalau mau dihitung, berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sewaktu keluar rumah</em><br />
Ketemu neon box, papan reklame, spanduk kampanye, umbul-umbul partai</p>
<p><em>Sewaktu siang</em><br />
Ketemu  banner, skyscraper, adsense, rich media ad</p>
<p><em>Sewaktu macet</em><br />
Ketemu adlips dan jingle</p>
<p>Itu tadi kegiatan sehari-hari saya. Cukup memusingkan? Iya dan dengan ini saya resmi  menjadi salah satu bagian dari mereka yang menderita kondisi <em>information overload</em>. Kalau mau dihitung, berapa banyak iklan dan logo brand yang Anda lihat setiap hari? Saya berani bertaruh pasti lebih banyak dari umur saya saat ini. Karena berada dalam kondisi <em>information overload</em>, saya jadi cenderung cuek dengan iklan. Bagai sebuah gelas penuh yang kalau diisi akan tumpah. Informasi iklan yang saya dapatkan juga sudah bisa dibilang tumpah. Oleh karena itu saya akan cepat-cepat mengganti channel TV jika kebetulan ada iklan (hal ini menjadikan saya si ratu remote di rumah), memasang pop up blocker, dan memilih mendengar iPod dalam mobil ketimbang mendengar radio.</p>
<p>Kondisi yang cukup parah? Sepertinya tidak sih, karena saya yakin diluar sana masih banyak saya-saya yang lain yang merasa agak pusing dengan hebohnya gaya para brand beriklan. Pertanyaan  yg kemudian menggelitik saya adalah &#8216;kalau setiap hari saya, anda dan mereka harus berhadapan dengan ratusan iklan, bagaimana caranya untuk bisa <em>make an impression</em>?&#8217;</p>
<p>Mereka yang bekerja di online media pasti akan mengeluarkan jawaban: <em>interactivity</em> dan <em>engaging message</em>. Dari kedua jawaban itu, masalah <em>engagement </em>ini menjadi sesuatu yang menarik karena belakangan kata <em>engagement </em>jadi salah satu kata populer, setidaknya dalam dunia marketing. &#8216;<em>Engaging the customer</em>&#8216; ini yang sering dikumandangkan, sebuah kegiatan yang mencoba membuat konsumen merasa dekat dan menganggap bahwa brand yang berbicara relevan dengan hidup mereka.</p>
<p><em>Engagement </em>sendiri mengedepankan rasa <em>involvement</em> dan <em>experience</em>. Kondisi <em>engage </em>didapat dari kegiatan merasakan/mengalami sesuatu. Misalnya karena kita membaca majalah dalam keadaan tertentu, kemudian sibuk membicarakan sebuah artikel dalam majalah tersebut yang memang relevan dengan kehidupan sehari-hari dengan teman, secara tak sadar kemudian kita akan merasa sangat dekat dengan majalah tersebut. Dalam hal ini pengalaman yang dapat menghasilkan engagement adalah pengalaman yang motivasional.<br />
<a href="http://think.web.id/brain/files/2008/05/arrivetakeaseatthumbnail.jpg"><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-175" style="float: left;margin-left: 20px;margin-right: 20px" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/05/arrivetakeaseatthumbnail-300x211.jpg" alt="" width="242" height="170" /></a></p>
<p>Pentingnya pengalaman seseorang sewaktu yang bersangkutan melihat sebuah iklan sudah ditangkap dan ditranslasikan dalam beberapa cara. <em>Ambience ad</em> adalah salah satunya, iklan luar ruang yang dibuat semenarik mungkin dan didorong untuk menyelesaikan tugasnya untuk <em>engaging </em>calon konsumennya. Karena hasil akhir yang diharapkan sebuah <em>ambience ad</em> bukan hanya like the ad tapi juga mendorong mereka yang melihat iklan untuk termotivasi melakukan sesuatu.  Hasil <em>ambience ad </em> memang bisa membuahkan rasa kedekatan dan kadang juga berbuah penghargaan.</p>
<p>Di dunia online masalah engagement ini juga disadari oleh para pengiklan dan menghasilkan apa yang dikenal dengan rich media. Iklan online dengan kreatifitas tanpa batas.  Untuk yang masih penasaran apa itu rich media, intip saja yah <a href="http://www.iab.net/Rich_Media">penjelasannya</a>.</p>
<p>Berlomba menghasilkan program komunikasi yang berusaha untuk engage para konsumen adalah sesuatu yang baik. Tapi hati-hati, karena bila semua pengiklan sudah berbicara dengan bahasa yang sama, memakai baju yang sama dan warna yang sama, para konsumen pasti akan kembali merasa pusing tujuh keliling.</p>
<blockquote><p>Rama think:</p>
<p>Tujuan sebuah program komunikasi pasti beda-beda, dengan demikian target dari <em>engagement</em> nya pun pasti berbeda. Justru yang harus dihasilkan pengiklan adalah tidak &#8216;menggunakan baju dan warna&#8217; yang sama agar tujuan <em>engage</em> nya tercapai. Makanya kalo gue bilang mah (terutama untuk online media) yang penting untuk <em>engage </em>adalah Add Value nya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/05/22/pusingnya-konsumen-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

