<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.web &#187; search</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/tag/search/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>this Brain continously Think about Web, and sometime other things too</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 19:23:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Dimanakah Dia?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/dimanakah-dia/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/dimanakah-dia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 12:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[portal berita]]></category>
		<category><![CDATA[search]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan apa yang biasa dilakukan seseorang bila mereka sedang online? Menurut sebuah buku yang berbicara mengenai dunia online (Online Advertising Playbook), aktivitas yang paling populer dilakukan konsumen ketika mereka online adalah: email 77% mencari sesuatu di search engine 63% mencari info 46% Info yang tidak terlalu meleset bila mengambil contoh kasus saya dan beberapa rekan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan apa yang biasa dilakukan seseorang bila mereka sedang online? Menurut sebuah buku yang berbicara mengenai dunia online (Online Advertising Playbook), aktivitas yang paling populer dilakukan konsumen ketika mereka online adalah:</p>
<p>email 77%<br />
mencari sesuatu di search engine 63%<br />
mencari info 46%</p>
<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/12/b.jpg"><img src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/12/b.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="241" height="31" align="left" /></a>Info yang tidak terlalu meleset bila mengambil contoh kasus saya dan beberapa rekan kantor. Yup, yang kami lakukan memang seputar mengirim/membaca email, mencari situs baru/data melalui search engine atau mencari informasi yang diperlukan di beberapa website yang memang sudah menjadi langganan.</p>
<p>Kalau bisa disimpulkan yang paling sering dilakukan adalah aktivitas mencari tadi. Terkait dengan kenyataan ini maka saya menjadi sedikit terkejut karena ternyata beberapa surat kabar online ternyata tidak (kurang memperhatikan) kebiasaan yang kemungkinan paling sering dilakukan oleh target marketnya yaitu “mencari”.</p>
<p><strong>#1 Bukti pertama ada pada mediaindonesia.com</strong><br />
Ketika saya ingin mencari sebuah berita yang terhubung dengan komputer, karena kebetulan saya sedang mencari bagaimana peta persaingan komputer lokal. Ternyata saya benar-benar mengalami kesulitan karena saya agak bingung kemana saya harus mencari didalam menu yang ditawarkan media indonesia, ke hari ini? Edisi cetak? PDF? Rasanya bukan ya? Dan yang paling saya sesalkan saya tidak dapat menemukan kolom search di halaman home. Hal terdekat yang membantu pencarian saya ada di paruh kedua halaman home (pada berita lainnya di sains dan teknologi). Itupun ternyata agak sulit untuk mencari berita lainnya atau berita sejenis.</p>
<p><strong>#2 Bukti kedua ada pada kompas.co.id</strong><br />
Hampir sama seperti media indonesia, tadinya saya sudah mau protes karena kesulitan mencari apa yang ingin saya cari. Karena 1/3 bagian atas kompas dipenuhi oleh iklan dan saya kurang bisa mencerna apa yang ditawarkan oleh menu-menu yang ada dalam kompas. Berita terkini sepertinya terlalu general, fokus juga sepertinya bukan. Kemungkinan berita perbandingan pasar komputer itu ada pada interest dan ragam, tapi apakah perkiraan saya benar? ternyata setelah scroll, dibawah ada infotekno (nah ini sepertinya pas). Tapi saya butuh sistem pencari nih! Kemanakah fitur search kompas? Ternyata oh ternyata fitur ini dihadirkan didekat footer (halaman website paling bawah). Wah om Kompas, kenapa fungsi yang sangat membantu kemaslahatan orang banyak itu diletakkan diposisi paling bawah?</p>
<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/12/a.jpg"><img src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2007/12/a.jpg" alt="" hspace="5" vspace="5" width="323" height="330" align="left" /></a><strong>#3 Bukti kedua ada pada detik</strong><br />
Ok disamping agak pusing dengan layoutnya yang berteriak minta perhatian, saya juga kesulitan mencari berita didalamnya. Percaya atau tidak saya sempat terkecoh dengan tombol search yang dipasang salah satu iklannya. Memang awalnya saya sudah agak curiga tapi karena penasaran saya klik juga tombol search itu yang ternyata menampilkan pilihan search produk yang diiklankan oleh banner diatas tombol tersebut. 2-3 scroll kebawah akhirnya saya menemukan satu fitur yang paling tidak agak sedikit mirip dengan tombol search yang notabene membantu pencarian. Tombol ini bertuliskan gudang data, namun sayangnya isi gudang data ini agak terbatas pada pilihan pemilu, UU, RUU, essay, laporan khusus dan profil. Hum nampaknya pencarian saya agak buntu disini.</p>
<p>Setelah dibuat pusing oleh website diatas dalam rangka pencarian saya terhadap peta persaingan komputer lokal, untungnya masih ada beberapa website yang sudah tahu benar kebiasaan para pencari informasi ini dan berbaik hati menempatkan fungsi searchnya dihalaman home pada posisi paling atas, seperti misalnya pikiran rakyat, seputar indonesia dan liputan 6 online. Terimakasih yah! Fitur ini sangat membantu pekerjaan saya yang sehari-hari senang mencari informasi lho! Untuk yang belum punya atau masih menempatkan fitur pencarian ini di tempat-tempat yang kurang strategis, coba deh mulai memberi perhatian lebih pada fungsi yang satu ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/dimanakah-dia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semantic Web</title>
		<link>http://think.web.id/brain/semantic-web/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/semantic-web/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 19:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[search]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Waktu dimasa kuliah saya di Desain Produk-ITB pada pelajaran Ergonomi saya sempat belajar mengenai Semantika. Seperti yang terdapat pada Wikipedia, Semantik adalah cabang bahasa yang mempelajari makna yang terkandung dalam kode, bahasa, icon atau bentuk representasi lainnya. Lalu kemudian apakah Semantic Web itu? Semantic Web adalah data-data dari sebuah website yang dapat diolah oleh website [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu dimasa kuliah saya di Desain Produk-ITB pada pelajaran Ergonomi saya sempat belajar mengenai Semantika. Seperti yang terdapat pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semantik" target="_blank">Wikipedia</a>, <u>Semantik</u> adalah cabang bahasa yang mempelajari makna yang terkandung dalam kode, bahasa, icon atau bentuk representasi lainnya.</p>
<p>Lalu kemudian apakah Semantic Web itu?<br />
Semantic Web adalah  data-data dari sebuah website yang dapat diolah oleh website lain untuk menjadi sebuah data baru. Agar sebuah data bisa dengan mudah diolah oleh website lain dengan sesuai maka harus ada kesamaan &#8216;penanda&#8217; atau skema.  Karena itu kemudian  elemen-elemen pada Semantic Web muncul dalam  format-format yang resmi dan disepakati oleh berbagai pihak.</p>
<p>Kalau saat ini ketika kita mencari data kita harus melakukan pengarahan pada masing-masing website, maka dengan Semantic Web mesin akan melakukan pencarian secara detail seperti apa yang kita butuhkan.  Atau mungkin juga mengkombinasikan data-data di berbagai website untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan kita.</p>
<p>Saat ini kita melakukan pencaraian dengan:<br />
&#8220;Hotel di Jakarta&#8221; atau  &#8220;handphone 3G&#8221;<br />
Mungkin dengan Semantic Web kita bisa mendapatkan langsung dari pencarian:<br />
&#8220;Hotel bintang 5 di Jakarta dan available pada tanggal 9-11 November 2007&#8243; atau &#8220;Handphone 3G dengan harga termurah dan bisa didapatkan di daerah Jakarta Selatan&#8221;</p>
<p>Ini artinya semua website harus siap untuk database nya dijadikan cross reference satu dengan yang lain. Dan jika sudah demikian informasi akan benar-benar tanpa batas.</p>
<p>Semantic Web reference:</p>
<ul>
<li><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Semantic_web#_note-2" target="_blank">Semantic Web at Wikipedia</a></li>
<li><a href="http://www.w3.org/2001/sw/" target="_blank">W3C Semantic Web</a></li>
<li><a href="http://infomesh.net/2001/swintro/" target="_blank">Other</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/semantic-web/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Me Down!</title>
		<link>http://think.web.id/brain/google-me-down/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/google-me-down/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 10:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[search]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[5 tahun lalu jika disuruh memilih lebih baik mana: membaca buku atau membuka laptop dan browsing internet. Jawabannya saya akan membaca buku! Its way better that time. Tapi itu dulu, seperti kata pepatah lain dulu lain sekarang. Nah sekarang ini, my life is about computers and internet. Saya bukan that computer geeks dan tidak punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>5 tahun lalu jika disuruh memilih lebih baik mana: membaca buku atau membuka laptop dan browsing internet. Jawabannya saya akan membaca buku! <em>Its way better that time</em>. Tapi itu dulu, seperti kata pepatah lain dulu lain sekarang. Nah sekarang ini, <em>my life is about computers and internet</em>. Saya bukan <em>that computer geeks</em> dan tidak punya pengalaman berlebih soal komputer dan internet tapi <em>I breathe, live, eat and think about it.</em> 2<em>4/7 preoccupied and frankly its an amazing world out there. </em></p>
<p><em>Take google for instance. Its like my own servant. Google will do almost anything that i order</em> <em>it to search.</em> Dan lebih dari sekedar sebuah mesin pencari, google punya kelebihan-kelebihan lain yang bila dipikir-pikir cukup menarik. Belakangan ini saya mendapatkan sebuah kebiasaan yang rasanya cukup manusiawi berkaitan dengan google. I google people down! (its out of curiosity:p)</p>
<p>Pertama-tama tentunya karena saya cukup narsis untuk mengetikkan kata <a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anantya &raquo;">Anantya</a> di google type-pad. Hasilnya? Yah walau agak menyedihkan karena terpaksa harus kalah pamor dari perusahaan software dan yoga, tapi at least my name was there <img src="http://atyanta.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> Tapi dari pengalaman meng-google diri sendiri saya punya kebiasaan untuk mencoba googling orang-orang yang saya kenal dan juga melihat background mereka yang baru saja saya kenal. like for instance, somebody once set me up with this guy…penasaran orangnya seperti apa i immidiately google the name and in 1 second or more (tergantung internet speed sih) i know about the guy. Technology…it fasinates me.</p>
<p>Teknologi ini berguna juga untuk mencari tahu mengenai calon-calon pegawai yang kebetulan melamar ketempat saya bekerja. Just type in their name and see informasi apa yang bisa saya dapatkan dari my loyal Google. Dari sana saya mendapatkan informasi berharga yang mungkin tidak akan saya dapatkan ketika saya setengah mati berusaha mengorek informasi dari sang pelamar ini di 30 menit obrolan panjang kita mengenai kompetensi diri, keinginan kerja dan juga pencarian kecocokan antara calon penerima pegawai dan calon pegawai.</p>
<p>Googling, try it…perhaps you’ll love it!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/google-me-down/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

