Fiuhhh…(bernafas lega)
Bingung liat judulnya? Untuk kali ini postingan gue bersifat sedikit personal. Jadi ceritanya saya baru saja kehilangan sesuatu yang sangat dekat dengan gue. Kalau gue bilang “sesuatu” udah jelas ini masalah kebendaan (jadi ga ada yang meninggal kok).
Sebenarnya ini intinya:
Hari ini Jumat 28 Juni, untuk kedua kalinya dopod tercinta gue tiba-tiba raib.
Untuk yang mau tahu, dopod gue ini pertama kali hilang di XXI PS, jatoh dan meluncur ke bawah tempat duduk sewaktu gue nonton, dan gue ga sadar sampai gue udah berada di kamar gue dan mo ngeset alarm. Tapi untungnya satpam penunggu XXI PS baik hati dan cepet tanggap. Gue langsung telpon, HP langsung ditemukan dan diamankan. Singkat cerita, Dopodnya balik lagi ke genggaman gue.
Nah kali ini, di kehilangan gue yang kedua, walau deg-degannya dan paniknya ga seperti yang pertama. Ternyata efeknya masih lumayan kerasa. Jadi gue kehilangan dopod itu di perjawalanan gue menuju meeting. Nah di dalam taksi karena gue terlena dengan sajian film yang dipasang ditaksi ditambah dinginnya AC ditambah jalan sudirman yang tadi siang macet kesumat, tertidurlah gue dengen gemilang selama setengah jam dengan dopod tercinta di pangkuan. Sebelum tidur udah sempet kepikiran “Anan itu Dopod dimasukin tas dong! nanti ketinggalan”, tapi karena ngantuk pikiran itu gue kesampingkan dulu.
45 menit berlalu, dan sewaktu terbangun, harus turun dari taksi, ternyata oh ternyata apa yang sempet kepikiran tadi benar-benar kejadian. Firasat sudah agak buruk sejak saya menutup pintu taksi berwarna orange itu. Duh Dopod gue dah masuk belum ya tadi. Ih, ternyata belum lho, dan memang tertinggal dalam taksi. Yah lemes deh. Padahal seharusnya saat itu gue harus meeting dengan salah satu client tercinta tapi apa daya gue hanya terbengong-bengong dan sedikit hampa. Aneh rasanya, karena pikiran terus melayang ke dopod hitam gue.
Selama meeting ga konsentrasi karena berusaha menghubungi pool taksi untuk mencari Pak Ricardo si pengemudi. Walau ga hafal dengan nomer taksinya, untuk Reno (project manager Think.Web) sempat berbasa basi ria dengan sang supir dan tersebutlah nama Ricardo. Pak Ricardo bilang dopod sudah diamankan dan nanti akan diantar. Lega dong.
Akhirnya di jam 21.30 saya bertemu kembali dengan Dopod tercinta. Seneng banget. Terimakasih pak Ricardo, terimakasih mbak Yanti dan Reno yang udah nelponin Trans Cab. Moral of the story: Dengerin apa kata hati deh. Kalau dibilang simpen HPnya ya disimpen.
Rama‘s Think:
Menurut gue sih ini kesempatan terakhir nan. Artinya lo udah musti siap-siap 1 handphone lagi kalo besok-besok ilang beneran.
So.. Blackberry??? yuuukk…. hahahaha.