YouTube The Price Is Right

Monday, January 8th, 2007, By
Filed under: Online Media

Sebuah perusahaan kecil, dibuat oleh orang pegawai PayPal di bulan Februari 2005, dengan menggunakan teknologi Adobe Flash untuk mendisplay video. Kini sudah memiliki 67 pegawai dan didaulat oleh majalah Time sebagai “Invention of the Year” di tahun 2006. Percaya atau tidak, kondisi YouTube dimasa awal beridir agak mirip dengan kondisi TW sekarang. Kalau kebetulan mampir di markas YouTube di Silicon

Valley, kita akan menemukan 60 pegawai yang harus berbagi 10 line telpon berdesakan diatas sebuah pizaria di daerah San Mateo. Namun ternyata perusahaan ini berhasil terjual sebesar 1,65 milyar dollar. Apa rahasianya dan bagaimana pertempuran sebenarnya? Nikmati perjuangan singkat YouTube meluluhkan hati Google berikut ini

Siapa saja pihak yang terkait dalam pertempuran ala YouTube?
The founders, Chad Hurley dan Steve Chen harus berurusan dengan media besar lainnya yang isi medianya masuk ke dalam YouTube Media firms, yang ini terbagi dua menjadi media firms yang akhirnya bekerja sama seperti NBC dan Warner dan juga media firms yang malah menuntut seperti Universal Advertisers, studio besar dan juga perusahaan videogame sangat tertarik dengan basis audience YouTube yang sangat besar. Other Online Competitors, seperti Yahoo, Myspace, dan microsoft kini memiliki servis video user-generated sendiri


Tantangan yang harus dilalui:

1.Kesuksesan ini bukan berarti tanpa halangan, karena walaupun pada akhirnya salah satu label besar, yaitu Warner musik memutuskan untuk bekerja sama, walau situs ini pernah memberikan akses gratis pada lagu dan video dari artis Warner, termasuk Madonna dan Green Day, pada 34 juta penggunanya. Namun YouTube masih harus menghadapi tiga label besar lainnya termasuk Vivendi Universal Music Group sebagai label terbesar. Salah satu usaha YouTube untuk mengatasi hal ini adalah dengan secara cepat menurunkan material yang dianggap menyalahi aturan copyright. Bagi para ahli hukum, tindakan ini dikategorikan sebagai “safe harbor” dalam Digital millennium Copyright Act 1998. Selai itu mereka juga menggunakan teknologi fingerprinting untuk mengetahui apakah ada lagu yang diupload merupakan lagu-lagu milik Warner.

2.Bagaimana menggunakan momentum dan audience untuk menemukan model bisnis yang dpat dipergunakan, di tahun kedua keberadaannya, perusahaan ini baru mulai menghadirkan cara beriklan lain dari banner ad.

3. Bisnis yang mahal, walau YouTube sudah berhasil mendapatkan sokongan dana 11,5 juta dollad dari Sequuoia Capital namun biaya operasionalnya membengkak beberapa kali lipat, walau angka pasti tidak didapatkan namun dari perbandingan dengan bisnis serupa maka angka yang diperlukan untuk dapat streaming 100 juta video sehari melalui internet ternyata ada diatas angka 2 juta dollar per bulan. Ini disebut sebagai the winner curse, karena semakin populer YouTube maka penyimpanan dan video servis akan menjadi semakin mahal.

4. Kompetisi yang semakin ketat. Kesuksesan YouTube mampu menarik perhatian para pemain lain ke servis video sharing. Microsoft akhirnya membuat servise video sharing, Soapbox. Parahnya para raksasa internet ini memiliki modal yang cukup untuk membuat produk yang lebih baik dari YouTube dan mereka memiliki kerjasama ynag baik dengan media companies yang sekarang banyak menuntut YouTube.


Mengapa Google tertarik?

Google berusaha untuk membuat cara inovatif untuk menjual iklan pada ribuan bahkan jutaan anak muda yang menggunakan YouTube dan juga untuk semakin meningkatkan layanan Google dengan menghadirkan hasil search berupa video.


Is It Worthed?

Apakah deal senilai 1.65 milyar US Dollar terlalu banyak untuk sebuah perusahaan yang baru berusia 2 tahun dan belum memiliki keuntungan? Mungkin memang tidak masuk akal bila dilihat dari hitungan dollar, namun bila dilihat dari Google dollar semua itu masuk akal.

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010