Benchmark Your Site!
Ketika melakukan analisa, seringkali timbul pertanyaan jahil dalam benak, “apa sih yang dilakukan para kompetitor? Bagaimana performa website mereka?”. Sering berpikir seperti itu? Bila iya, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah melakukan benchmarking.
Melakukan benchmark atau perbandingan dengan kompetitor dapat berguna sebagai evaluasi performa website (tentunya agar menjadi lebih baik). Benchmark terhadap kompetitor dapat dilakukan dengan menggunakan tools gratis yang tersedia. Tapi ingat, walaupun gratis Anda tetap harus mengeluarkan effort untuk mendapatkan hasil analisa yang baik. Berikut beberapa tools yang dapat digunakan untuk memantau performa kompetitor.
Alexa
Alexa adalah salah satu tools yang dapat membandingkan performa sebuah situs dengan situs lain. Namun, karena sejatinya traffic yang dimiliki sebuah situs hanya dapat diukur oleh pemilik situs (dengan perangkat online statistik yang mereka gunakan), maka cara pengukuran Alexa bukanlah mengukur 100% universe atau kunjungan ke sebuah situs. Cara kerja Alexa mirip cara kerja Nielsen yang menggunakan tehnik sample.
Alexa menggunakan sampel dari user yang menggunakan widget Alexa. Widget ini berfungsi melaporkan situs apa saja yang diakses oleh sang user. Cara melakukan perbandingan di Alexa relatif mudah. Masuk saja ke Alexa kemudian ketik URL website dan kompetitor yang ingin dilihat performanya. Dalam beberapa detik, akan tampil grafik dari website beserta kompetitornya. Dari grafik juga dapat diketahui performa pageview, time on site, dan beberapa kategori metrics lain.
Perlu diingat sekali lagi bahwa Alexa hanya menggunakan data yang diolah dari user yang menggunakan widget Alexa. Sehingga hasil yang tertampil belum dapat dikatakan mewakili populasi.
Google Trends
Alternatif lain untuk melakukan benchmark adalah dengan menggunakan Google Trends. Google Trends memberikan data untuk pencarian term atau website yang diinginkan. Yang menarik, hasil pencarian website pada Google Trends ternyata dapat diperluas. Disini kita bisa melihat apa yang dicari user setelah mencari website kita, sehingga secara tidak langsung kita dapat melakukan benchmark dari data tersebut.
Melakukan pencarian pada Google Trends juga tidak sulit, cukup masuk Google Trends dan ketik term/website yang dicari. Sayangnya Google Trends juga memiliki kelemahan, yaitu pencarian pada Google Trends hanya didasarkan pada kategori News dalam Google Search. Sehingga data yang tidak termasuk dalam kategori News tidak akan tertampil pada Google Trends.
Google Insight Search
Merupakan temuan lanjutan yang melengkapi Google Trends. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Google Trends hanya dapat mengetahui trend term/website yang dikategorikan News oleh Google. Sementara Google Insight dapat mengidentifikasi search trend melalui beberapa kategori lain, yaitu pencarian website, gambar,news, dan produk. Inilah yang menyebabkan pencarian beberapa kata kunci di Google Insight Search lebih menghasilkan dibanding Google Trends.
Perbandingan yang dilakukan di Google Insight Search dapat diatur berdasarkan rentang waktu maupun lokasi, sehingga hasil pencarian menjadi informatif dan aplikatif. Sayangnya, Google Insight Search belum ditemukan fitur seperti yang ada pada Google Trends, yang mendeteksi apa yang dicari setelah term/website yang diinginkan. Selebihnya, Google Insight cukup dapat diandalkan dalam melakukan benchmark.
Selamat mencoba! Untuk mendapatkan hasil maksimal, gunakan perpaduan data yang didapat dari berbagai tools yang dipergunakan.
