Menjadi Analis yang Baik (Berpikir Kritis)
Kalau blogger Indonesia punya sosok Enda sebagai bapak blogger. Para analist punya sosok Avinash sebagai bapak analisa. Avinash aktif membuat tulisan mengenai analisa, baik dalam bentuk blog maupun buku, serta aktif menjadi pembicara di berbagai seminar mengenai analisa. Nah, dalam blognya, Avinash menyebutkan beberapa syarat untuk menjadi website analyst yang baik, yaitu:
1. menyukai website (online media)
2. fleksibel dan tidak takut akan perubahan
3. memiliki pemikiran kritis
Poin penting yang dapat digarisbawahi dari pendapat Avinash adalah poin ketiga, yang mungkin tidak banyak dimiliki orang. Apakah berpikir kritis itu?
Berpikir kritis (Takwin, 1997) diartikan sebagai suatu usaha untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan suatu informasi dengan tujuan menentukan diterima, ditolak, atau ditangguhkannya info tersebut. Singkatnya, berpikir kritis dimaknai sebagaiĀ tidak begitu saja menolak atau menerima sesuatu. Saat ini sudah ada sebuah Universitas di Indonesia yang menjadikan berpikir kritis menjadi salah satu mata kuliah wajib pada tahun pertama di universitas. Namun, tak banyak yang menyadari pentingnya berpikir kritis, padahal hampir semua hal dalam kehidupan membutuhkan keterampilan yang satu ini.
Kembali pada kriteria menjadi seorang analis, berpikir kritis dibutuhkan ketika seorang analis dihadapkan pada data yang siap diberikan pada yang membutuhkan. Di sinilah terlihat jelas perbedaan antara penyedia data dengan seorang analis. Seorang penyedia data akan memberikan data berupa angka dan grafik, sementara seorang analis akan melakukan poin ketiga (berpikir kritis) untuk menyempurnakan angka dan grafik yang dimilikinya.
Seorang analis tidak akan puas dengan sederet angka dan berbagai grafik yang dihasilkan, ia akan berusaha mencari benang merah atas apa yang terjadi. Tapi ingat, ada sebuah rambu penting disini. Berpikir kritis tidak sama dengan skeptis, atau mencari-cari kesalahan dalam suatu data. Analis yang berpikir kritis akan berusaha mencari insight dari rentetan angka dan grafik, kemudian merangkumnya menjadi sesuatu yang lebih berarti.
Menjadi pemikir kritis bukan sesuatu yang mudah, namun bukan berarti tidak dapat dipelajari. Seringnya melakukan analisa, belajar melihat hubungan dalam data yang mungkin tidak terlihat secara eksplisit, tentunya akan meningkatkan kemampuan analisa kita.
So, apakah Anda sudah siap mencoba menjadi critical analyst?
