24 August 2010 ~ 1 Comment ~ By

Kisah Si Landing Page (#3)

Diskusi saya seputar Landing Page, sudah mirip dengan sinetron “Cinta Fitri” yang diperpanjang musim penayangannya. Dari pengandaian, kesan pertama dari landing page, sekarang kita masuk ke diskusi seputar hubungan erat landing page dan conversion.

Conversion adalah tindakan yang dilakukan visitor yang menunjang tercapainya tujuan (goal) website Anda. Jadi, efektivitas landing page dalam hal ini, bisa diukur dari berbagai sudut pandang (tidak hanya bounce rate), yang disesuaikan dengan conversion-nya.

Based on salah satu posting dalam blog Google Analytics yang berjudul “The Value of Landing Page” (http://analytics.blogspot.com/search/label/Business%20Insights), saya akan mencoba memaparkan bagaimana cara mengukur efektivitas landing page.

  1. Tentukan goal dari website (bila website bersifat non e-commerce, tentukan goal value). Goal value bertujuan untuk memberikan nilai pada goal yang tidak dapat diukur.
  2. Gunakan custom reporting . Buat custom reporting dengan cara
    Dimension –> landing page
    Metrics –> Entrances, Abandonment Rate, Goal Completed and Value per visitor

Nah, jika sudah, Anda bisa melihat landing page mana yang paling berperan dalam mengarahkan visitor melakukan conversion dengan melihat “Value per visitor”.

Namun,hasil yang didapatkan dalam custom reporting baru sampai pada efektivitas landing page per halaman. Belum diketahui “landing page” yang diukur termasuk kategori apa, apakah kategori “home”, kategori “menu”, atau kategori “produk”. Untuk memaksimalkan promosi atau campaign yang dilakukan, perlu diketahui landing page kategori apakah yang paling efektif dalam mendatangkan conversion.

Bagaimana caranya?
Melalui Advanced segment. Berikut langkah yang saya kutip dalam blog Google Analytics:

  • Create the “menu ” Advanced Segment?
  • Go to Advanced Segments>Create New.
  • Dimension: Landing Page
  • Contains “menu.html” (jika semua halaman “menu” terdiri dari kata-kata “menu.html”)
  • Name it “Visits that land on menu.”
  • Save and Apply to report

Lalu, buat advanced segment yang sama untuk kategori “home” dan “produk”. Yup, dengan membuat tiga advanced segments ini, Anda bisa membandingkan, dari ketiganya, mana yang menghasilkan “value per visitor” tertinggi. Nah, dari sini, Anda dapat menentukan halaman yang layak atau dapat Anda promosikan sebagai landing page utama.

Bagaimana dengan website Anda? Silahkan terapkan strategi ini dalam situs Anda, dan mulailah menghitung berapa conversion yang bisa Anda dapatkan :)

Lihat Juga:
Kisah si landing page (#1)
Kisah si landing page (#2)

One Response to “Kisah Si Landing Page (#3)”

  1. arham 25 August 2010 at 2:07 pm Permalink

    Waa meenarik banget nih.. Selain conversion per page juga bisa ngukur per category means
    Bisa buat ngukur harga space disetiap kategori.

    Tapi bgmn kalau pemisahan kategori ngak ada inisial tersendiri di urlnya?


Leave a Reply